Talud Sungai Cilandak di Semarang Ambles Bakal Ditanggul Karung Pasir

Talud Sungai Cilandak di Semarang Ambles Bakal Ditanggul Karung Pasir

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Rabu, 06 Mei 2026 18:57 WIB
Talud Sungai Cilandak sepanjang 30 meter di Jalan Jembawan 1, Kalibanteng Kulon, Semarang, ambles, Rabu (6/5/2026).
Talud Sungai Cilandak sepanjang 30 meter di Jalan Jembawan 1, Kalibanteng Kulon, Semarang, ambles, Rabu (6/5/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Talud Sungai Cilandak sepanjang 30 meter di Jalan Jembawan 1, RT 6 RW 1 Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, ambles hingga sedalam 2 meter. Warga bakal bergotong royong secara swadaya untuk membenahi kerusakan tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris RT 6 RW 1 Kalibanteng Kulon, Kiswanto. Dia mengatakan, kerja bakti bakal dilakukan dengan menumpuk karung berisi pasir untuk penanganan sementara di lokasi terdampak pada Rabu (6/5/2026) malam.

"Rencana kayaknya karung dikasih pasir, swadaya, nanti ditumpuk situ. Mungkin habis magrib," kata Kiswanto saat ditemui di lokasi hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut dilakukan lantaran warga khawatir jika talud ambles sepenuhnya, air bakal masuk perkampungan.

"Bikin tanggul aja, karena kalau itu (talud) jatuh otomatis langsung masuk airnya (ke perkampungan)," sebutnya.

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan, air di Sungai Cilandak tersebut biasanya setinggi permukaan tanah. Sebab itu, dibutuhkan talud sementara. Dia juga mengatakan, amblesan talud bisa berlanjut secara berkala.

"Karena air sampai atas sini (permukaan tanah). Air sini selalu di atas, tapi kalau itu (talud) jatuh ya sudah karena itu (permukiman warga kemasukan air sungai). Ini mungkin bisa sejam dua jam ambrol lagi," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga sekitar, Suprihatin (61), menerangkan talud tersebut ambrol sekitar dua hari yang lalu. Supri menyebut jalan sudah retak sejak beberapa waktu lalu.

"Parahnya dua hari, yang retak sudah lama," kata Supri kepada detikJateng di lokasi sore ini.

Supri menerangkan, jalan dan talud ambrol berkala selama dua hari terakhir. Saat awal mulai ambrol, dia mendengar suara retakan jalan sekitar siang hari.

Kondisi tersebut diperparah dengan adanya hujan kemarin malam. Jalan dan talud semakin ambles ke arah selatan. Ia menduga jalan dan talud ambles lantaran kondisi sungai yang makin dalam sehingga menggerus bagian bawah talud.

Supri berharap pemerintah mengambil tindakan secepatnya untuk memperbaiki talud tersebut.

Warga lainnya, Supat (70), menyebut talud tersebut dibuat sebelum 1980-an. Dulunya Sungai Cilandak merupakan irigasi kecil.

"Dulu bukan sungai, dulu hanya airan untuk sawah, paling lebar 1,5 meter. Karena sungai yang aslinya sebelah selatan. Itu (kondisi Sungai Cilandak) sebelum tahun 80-an," jelas Supat.




(dil/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads