Ini Pohon Rejasa, Flora Identitas Salatiga yang Kaya Manfaat tapi Makin Langka

Ini Pohon Rejasa, Flora Identitas Salatiga yang Kaya Manfaat tapi Makin Langka

Khofifah Azzahro - detikJateng
Senin, 04 Mei 2026 13:59 WIB
Buah dan Bunga Pohon Rejasa Flora Identitas Salatiga
Buah dan bunga pohon rejasa. (Foto: Vengolis/Wikimedia Commons/CC BY-SA 4.0)
Solo -

Di tengah beragam kekayaan hayati Indonesia, setiap daerah memiliki flora khas yang menjadi identitas sekaligus bagian dari warisan alam yang perlu dijaga. Keberadaan tanaman-tanaman ini tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga memberikan berbagai manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat sekitarnya.

Salah satu tumbuhan yang menarik untuk dikenali lebih jauh adalah pohon rejasa, yang dikenal sebagai flora identitas Kota Salatiga. Namun, seiring berjalannya waktu, keberadaan pohon ini semakin jarang ditemukan keberadaannya.

Dilansir dari artikel berjudul Pertumbuhan Kalus Rejasa (Elaeocarpus grandiflorus) dari Eksplan Tangkai Daun pada Kondisi Gelap oleh Nur Wijawati, dkk., dalam Jurnal Unnes, salah satu faktor yang menyebabkan flora khas Salatiga ini mulai jarang ditemukan adalah pertumbuhan dan perkembangan pohon rejasa yang lambat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi detikers yang tertarik dengan pohon rejasa, flora identitas Salatiga, berikut penjelasannya yang dikutip dari buku Buku Pintar Tanaman Obat: 431 Jenis Tanaman Penggempur Aneka Penyakit oleh Redaksi Agromedia, artikel Ilmiah Pertumbuhan Kalus Rejasa (Elaeocarpus grandiflorus) dari Eksplan Tangkai Daun pada Kondisi Gelap oleh Nur Wijawati, dkk., dalam Jurnal Unnes, dan artikel Ilmiah Identifikasi dan Isolasi Senyawa Glikosida Saponin dari Beberapa Tanaman di Indonesia oleh Andien Ravelliani, dkk., dalam Jurnal Sosial & Sains.

ADVERTISEMENT

Apa Itu Pohon Rejasa?

Pohon yang saat ini sudah semakin jarang ditemukan ini memiliki nama ilmiah Elaeocarpus grandiflorus. Pohon rejasa tidak hanya tumbuh di wilayah Salatiga, tetapi juga tersebar di berbagai daerah lain di Indonesia, mulai dari Jawa, Sunda, hingga Sumatera.

Karena penyebarannya yang cukup luas, tanaman ini dikenal dengan berbagai sebutan di setiap daerah. Di wilayah Sunda, pohon ini disebut anyang-anyang dan ki ambit, sementara di Sumatera dikenal sebagai anyang-anyang. Di Jawa sendiri, penyebutannya lebih beragam, seperti anyang-anyang, kemaitan, maitan, raja sor, hingga rejasa yang dikenal di Salatiga.

Karakteristik Pohon Rejasa

Pohon rejasa merupakan jenis pohon yang dapat tumbuh dengan tinggi batang sekitar 6 hingga 26 meter. Daunnya berbentuk lanset, bertangkai, dan biasanya tumbuh berjejal di bagian ujung ranting. Daun yang sudah tua akan berubah warna menjadi merah api sehingga tampak cukup mencolok.

Bunga pohon ini tumbuh dalam bentuk tandan yang menggantung, dengan jumlah bunga sekitar 4-6 per tandan. Panjang bunga berkisar antara 2-10 cm dengan tangkai bunga sepanjang 3-4,5 cm. Kelopak bunganya berwarna merah cerah dan memiliki tekstur berambut.

Sementara itu, mahkota bunga pohon rejasa berwarna putih dengan pangkal bersisik, melebar ke arah ujung, dan terbagi menjadi beberapa taju dengan panjang sekitar 2-2,5 cm. Bagian dasar bunganya memiliki tonjolan berambut halus yang rapat dengan benang sarinya yang juga berambut.

Sedangkan, bentuk kepala putik tumbuhan ini tidak melebar, dengan bakal buah berbentuk telur dan berambut. Buahnya berbentuk sepul yang menyerupai kapsul atau bulatan kecil memanjang yang keras dan berwarna hijau pucat, serta memiliki panjang sekitar 3 cm.

Kandungan Senyawa Pohon Rejasa

Hampir seluruh bagian dari pohon rejasa diketahui mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat, terutama untuk pengobatan tradisional, berikut sejumlah kandungan yang terdapat pada pohon rejasa, di antaranya:

  1. Bagian daun, terdapat berbagai senyawa seperti tannin, geraniin, dan trimethoxy geraniin. Selain itu, daun rejasa juga mengandung saponin, flavonoid, serta polifenol.
  2. Bagian buah ditemukan kandungan saponin, flavonoid, dan tannin.
  3. Bagian kulit batangnya juga memiliki senyawa aktif berupa saponin, flavonoid, dan polifenol.
  4. Ekstrak serbuk rejasa juga diketahui terdapat senyawa golongan alkaloid, tannin galat, serta sejumlah flavonoid.

Salah satu kandungan dalam pohon rejasa yang dikenal sangat bermanfaat adalah saponin yang dapat berfungsi sebagai, antivirus, antitumor, antiinflamasi, antijamur, mengatur sistem kekebalan tubuh, serta dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Manfaat Pohon Rejasa

Berkat kandungan yang dimilikinya, pohon rejasa dipercaya memiliki berbagai manfaat bagi bidang industri hingga kesehatan. Berikut beberapa manfaat dari masing-masing bagian pohon rejasa, antara lain:

Pemanfaatan di Bidang Industri dan Lingkungan

  1. Kayu pohon rejasa dapat dimanfaatkan untuk konstruksi interior ringan serta bahan pembuatan triplek atau kayu lapis.
  2. Kayu rejasa juga cocok digunakan untuk pembuatan papan partikel, papan serat, hingga bahan baku bubur kertas.
  3. Rejasa berperan dalam kegiatan reboisasi.
  4. Pohon ini dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias.
  5. Pohon rejasa juga memiliki nilai budaya sebagai sarana upacara keagamaan Hindu.

Pemanfaatan sebagai Tanaman Obat

  1. Memiliki efek diuretik atau peluruh kencing, sehingga dapat membantu mengatasi anyang-anyangan atau kondisi ketika urine keluar dalam jumlah sedikit.
  2. Kulit kayunya dimanfaatkan untuk membantu mengobati penyakit seperti sifilis, kencing nanah, serta radang atau infeksi pada kandung kemih.
  3. Ekstrak kulit batang dapat diminum sebagai tonik, yaitu ramuan untuk menguatkan tubuh, merangsang nafsu makan, sekaligus membantu meredakan demam.
  4. Akar pohon rejasa dipercaya dapat membantu menurunkan demam serta mengatasi cacingan.
  5. Daun muda yang diremukkan digunakan sebagai obat luar dengan cara dioleskan pada dahi untuk meredakan sakit kepala.

Demikianlah informasi terkait pohon rejasa mulai dari karakteristik, kandungan yang ada di dalamnya, hingga manfaatnya bagi industri, lingkungan, dan pengobatan. Semoga bermanfaat, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(sto/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads