Ribuan buruh di Jawa Tengah (Jateng) bakal turun ke jalan memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day besok. Mereka akan menggelar aksi di sejumlah titik sambil membawa berbagai tuntutan.
Hal itu disampaikan Ketua Federasi Serikat Pekerja Indonesia Perjuangan (FSPIP) Jateng, Karmanto. Ia mengatakan, aksi akan dipusatkan di tiga lokasi, yakni Kantor Gubernur Jateng, Kabupaten Kendal, dan Jakarta.
"Aksi May Day nanti ada di tiga tempat, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, di Kabupaten Kendal, dan Jakarta. Ada sekitar 1.250 massa dari Aliansi Buruh Jawa Tengah," kata Karmanto saat dihubungi, Kamis (30/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, salah satu tuntutan utama buruh adalah penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing yang dinilai tidak memberikan kepastian kerja bagi pekerja.
"Sejumlah tuntutan utamanya penghapusan sistem kerja kontrak, menghapus sistem kerja outsourcing yang dinilai tidak memberikan kepastian kerja," tuntutnya.
"Tuntutan lain adalah menghentikan pemberangusan serikat pekerja. Masih ada buruh yang mendirikan serikat justru terkena PHK sepihak. Kami minta pemerintah memberikan perlindungan," ujarnya.
Buruh juga mendesak pemerintah bersama DPR segera mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru yang dinilai lebih berpihak kepada buruh.
Selain itu, lanjutnya, isu upah juga menjadi sorotan dalam aksi tersebut. Buruh menilai upah di Jateng masih tergolong rendah dibandingkan provinsi lain.
"Upah di Jawa Tengah masih yang terendah. Di Banjarnegara sekitar Rp 2,2 juta. Dibandingkan dengan DKI, Jawa Barat, dan Jawa Timur, disparitasnya tinggi. Kami menuntut ada kesetaraan," tegasnya.
Selain itu, buruh juga mengusulkan kenaikan batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menjadi Rp 75 juta per tahun dari saat ini sekitar Rp 45 juta, agar beban pajak pekerja berkurang.
Aliansi Buruh Jawa Tengah sendiri terdiri dari tujuh federasi, termasuk FSPIP dan FSPMI, yang bersatu dalam memperjuangkan isu ketenagakerjaan.
"Kami berharap pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan buruh. Kami juga penyumbang pajak negara, jadi hak-hak buruh harus dilindungi," pungkasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto mengatakan, Polda Jateng menyiapkan sekitar 2.000 personel untuk mengamankan rangkaian peringatan May Day di berbagai wilayah. Pengamanan melibatkan seluruh jajaran, baik dari tingkat Polda maupun Polres.
"Seluruh kekuatan kami kerahkan untuk memberikan pelayanan pengamanan kepada masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi," ujarnya.
Ia menyebut jumlah personel bersifat fleksibel menyesuaikan kondisi di lapangan, dengan fokus pengamanan di sejumlah titik, termasuk Kota Semarang yang diprediksi menjadi pusat kegiatan. Ia juga mengingatkan adanya potensi gangguan keamanan dari pihak yang mencoba menyusup dalam aksi.
"Kami imbau peserta aksi tetap tertib, damai, dan tidak mudah terprovokasi. Anggota di lapangan juga mengedepankan pendekatan humanis, namun tetap tegas jika situasi meningkat," katanya.
(afn/apu)
