Pegawai RSCM Korban Laka Kereta Bekasi Dimakamkan di Boyolali

Pegawai RSCM Korban Laka Kereta Bekasi Dimakamkan di Boyolali

Jarmaji - detikJateng
Rabu, 29 Apr 2026 12:48 WIB
Pemakaman salah seorang korban kecelakaan kereta di Desa Kopen, Teras, Boyolali, Rabu (29/6/2026).
Pemakaman salah seorang korban kecelakaan kereta di Desa Kopen, Teras, Boyolali, Rabu (29/6/2026). Foto: Jarmaji/detikJateng
Boyolali -

Salah satu korban kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur dimakamkan di kampung halamannya di Boyolali. Korban bernama Faridah Utami (50), staf IGD Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Pantauan detikJateng, ratusan warga melayat di rumah duka di Dukuh Beji RT 01 RW 01, Desa Kopen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Dari surat lelayu, almarhumah diketahui meninggalkan seorang suami, tiga anak, dan dua cucu.

Sejumlah karangan bunga belasungkawa berjejer di depan rumah duka di tepi jalan Randusari-Jatinom. Karangan bunga itu di antaranya dari Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kemenkes RI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tangis histeris pecah saat peti jenazah dimasukkan ke mobil ambulans dan diberangkatkan ke tempat permakaman di Astonoloyo Dukuh Kopen, Desa Kopen, pukul 11.00 WIB. Tempat permakaman itu berjarak beberapa ratus meter dari rumah duka. Keluarga, tetangga, dan sejumlah rekan kerja turut mengantar jenazah ke makam.

"Farida Hutami itu meninggal karena memang kecelakaan yang terjadi pada tanggal 27 April (2026) ya. Kecelakaan (KA) Argo (Bromo Anggrek) dengan KRL," kata Farid Rojab, kakak kandung korban saat ditemui di sela pemakaman, Rabu (29/4/2026).

ADVERTISEMENT
Pemakaman salah seorang korban kecelakaan kereta di Desa Kopen, Teras, Boyolali, Rabu (29/6/2026).Pemakaman salah seorang korban kecelakaan kereta di Desa Kopen, Teras, Boyolali, Rabu (29/6/2026). Foto: Jarmaji/detikJateng

Faridah merupakan anak ke-4 dari 6 bersaudara. Jenazah Faridah dimakamkan di samping makam ayahnya, Abdul Chajj, dan makam adiknya.

Farid mengatakan, saat kecelakaan itu terjadi, adiknya sedang dalam perjalanan kembali setelah mudik menengok ibunya di Kopen, Teras, Boyolali.

Saat kecelakaan kereta terjadi, Farid juga sedang berada di KRL tetapi beda kereta. Saat itu dia dalam perjalanan pulang kerja. Ketika sampai di daerah Tambun, Farid mendapat pengumuman bahwa KRL Cikarang berikutnya ada di daerah Jatinegara.

"Tapi saat itu nggak punya firasat apa-apa," ujar dia. Sekitar pukul 21.00 WIB, Farid mendengar kabar adanya kecelakaan KRL.

"Saya agak firasat karena Ida (Faridah) itu sebetulnya pulangnya itu selalu sebelum magrib itu sampai rumah. Dia kan kerja di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di Jakarta. Karena dari kampung, dia pulang agak malam," terangnya.

Farid lalu mengecek berita-berita di media online. Namun malam itu ia tidak menemukan nama adiknya dalam daftar korban. Paginya sekitar pukul 03.30 WIB, Farid bangun tidur dan menelepon adiknya berulang kali. Panggilan pertama masih berdering, tetapi tidak diangkat.

Farid lalu berinisiatif ke RSCM untuk mengecek keberadaan Faridah. Tetapi dia tidak menemukan adiknya. Kemudian Farid menghubungi anak Faridah untuk mengecek ke Rumah Sakit Polri.

Hingga akhirnya sejumlah media massa menayangkan nama-nama korban KRL dan salah satunya adalah nama Faridah Utami. Jenazah Faridah kemudian dibawa ke RSCM lalu dibawa ke Boyolali untuk dimakamkan.



(dil/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads