Geram Warga Sukorejo Semarang Pisang-Ketelanya Diembat Kawanan Monyet

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Senin, 27 Apr 2026 19:34 WIB
anaman warga yang menjadi sasaran kawanan monyet di RT 3/RW 7 Kampung Kalialang Baru, Sukorejo, Gunungpati, Kota Semarang, Senin (27/4/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Warga RT 3/RW 7 Kampung Kalialang Baru, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, dibuat resah resah dengan kedatangan kawanan monyet ekor panjang. Primata itu memakan buah maupun tanaman sebelum sempat dipanen.

Seorang warga yang tanamannya dirusak kawanan monyet, Agito, mengatakan setiap harinya gerombolan hewan liar tersebut mencuri pisang yang ditanamnya. Tidak hanya itu, tunas pohon pisang bahkan dipatahkan untuk dimakan.

"Setiap hari itu nyuri kalau nggak ada pisang, tanduran-tanduran dipotek, disesepi (dihisap)," kata Agito saat ditemui di rumahnya, Senin (27/4/2026).

Meski belum menjadi buah, jantung pisang milik Agito juga tak luput dari keserakahan para monyet. Jantung pisang yang masih berada di pohon pun dimakan monyet.

"Pisang aja masih jantung dimakan, kok, apalagi sudah keluar pisangnya. Itu merusak segalanya," tuturnya.

Tak hanya pisang, ketela yang ditanam Agito pun menjadi sasaran monyet. Agito menyebut, ketelanya dicabut dan dimakan oleh kawanan hewan primata itu. Akibatnya, Agito tidak dapat memanen ketelanya.

"Ketela itu sering dicabuti, nggak bisa panen, masih kecil-kecil dicabuti," sebutnya.

Akibat monyet merusak tanaman pisangnya, Agito pun merugi. Dia menyebut kerugian yang dialaminya berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.

"(Kerugian berapa?) Tergantung, kalau pisangnya yang dirusak itu ada Rp 300 ribu-Rp 500 ribu. Kalau nggak ada pisang, anak-anak gedang dipotek," ungkapnya lesu.

Agito pun harus menjaga tamannya saban hari dari ratusan monyet. Tak jarang dia berkejaran dengan kawanan monyet.

"Sering ini jaga di sini, jaga pisang ini. Setiap hari kedatangan (kawanan monyet) dari sana (samping rumahnya) ke sini (depan rumahnya). Kalau saya grusa-grusa (mengusir) larinya (gerombolan monyet) ke sana (perkampungan). Kalau 150 ada, banyak sekali" sebutnya.

Kondisi tersebut juga diamini oleh Ketua RT 3/RW 7 Kampung Kalialang Baru, Kunjaeri. Dia menyebut, petani yang memiliki lahan di sekitar kampungnya dibuat gusar oleh kawanan monyet.

"Bahkan petani-petani lokal yang sampingan itu sering dibuat istilahnya gusar," kata Kunjaeri.

Para pemilik lahan bahkan tidak dapat menikmati hasil tanamannya. Sebab, kawanan monyet lebih dulu mengambil pisang hingga singkong. Kunjaeri menyebut lahan yang menjadi tegalan di wilayahnya sekitar 3.600 meter persegi.

"Kalau mengganggu untuk khususnya sebagian warga yang menanam di tegalan sampingan itu, ya, mengganggu. Terutama pisang, singkong, itu sebelum waktunya untuk panen sudah hilang dahulu. Kalah duluan daripada monyetnya," sebutnya.




(apu/dil)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork