Viral Video Anak Punk Tabrakkan Diri ke Mobil di Pekalongan

Viral Video Anak Punk Tabrakkan Diri ke Mobil di Pekalongan

Robby Bernardi - detikJateng
Sabtu, 25 Apr 2026 17:12 WIB
Foto tangkapan layar dashcam (Dashboard Camera) anak punk tabrakkan diri.
Foto tangkapan layar dashcam (Dashboard Camera) anak punk tabrakkan diri. Foto: Dok. tangkapan layar dashcam (Dashboard Camera).
Pekalongan -

Sebuah video berdurasi 19 detik yang memperlihatkan aksi nekat seorang anak menabrakkan diri ke mobil viral di media sosial. Video yang diunggah akun Instagram pekalonganinfo tersebut telah ditonton lebih dari 108 ribu kali dalam waktu enam jam sejak diunggah.

Selain video, juga dituliskan narasi terkait kejadian tersebut.

"Aktivitas anak punk di perempatan Alfamart Podo kembali menjadi sorotan setelah kejadian pada Jumat dini hari (24/04/26) sekitar pukul 01.44 WIB. Seorang pengendara mobil mengalami insiden saat melintas di lokasi tersebut. Pengendara mobil yang melaju dari arah selatan ke utara sempat dihadang oleh anak punk saat berada di lampu merah. Situasi semakin tegang ketika anak punk tersebut nekat naik ke kap mobil. Pengendara berhasil menghindar dan melanjutkan perjalanan, sehingga terhindar dari aksi yang lebih berbahaya. Menurut informasi dari pengendara, ia sempat melihat anak punk lain yang diduga memalak pengendara lainnya," tulisnya seperti dilihat detikJateng, Sabtu (25/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari penelusuran detikJateng, peristiwa itu terjadi di perempatan lampu lalu lintas (TL) Podo, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, pada Jumat (24/4) dini hari sekitar pukul 01.44 WIB. Dalam rekaman kamera dashboard kendaraan, terlihat seorang anak punk menghadang mobil yang tengah berhenti di lampu merah, bahkan sempat naik ke kap kendaraan.

ADVERTISEMENT

Pengendara yang mengalami kejadian tersebut memilih untuk tetap tenang dan segera melanjutkan perjalanan guna menghindari situasi yang lebih berbahaya. Aksi anak punk tersebut, diduga akan melakukan aksi pemalakan terhadap pengguna jalan.

Menindaklanjuti video viral tersebut, jajaran Polsek Kedungwuni melakukan pengecekan langsung ke lokasi pada Sabtu (25/4) sekitar pukul 14.30 WIB. Kapolsek Kedungwuni, Iptu Amin, menyampaikan bahwa petugas menemukan tiga orang anak punk yang sedang mengamen di sekitar TL Podo.

"Hasil pengecekan, tiga anak punk tersebut bukan warga Kedungwuni, melainkan berasal dari Desa Sijeruk, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan," ujarnya.

Setelah ditunjukkan video yang viral, ketiga anak punk tersebut mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

"Meski demikian, kami tetap memberikan pembinaan dan imbauan agar tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya," kata Amin.

Polisi juga mengingatkan agar aktivitas di jalan raya tidak mengganggu ketertiban umum serta keselamatan bersama.

"Kami akan terus melakukan pemantauan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Patroli malam akan kita tingkatkan terutama di jam-jam tertentu," ungkapnya.

Ia mengimbau untuk tetap waspada saat berkendara, terutama di jam-jam rawan, serta segera melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan aktivitas mencurigakan di jalan.

"Kami siap menerima laporan dan aduan baik datang langsung ke kantor polisi maupun melalui call center 110," katanya.

Amin menjelaskan pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum, apalagi yang berpotensi membahayakan keselamatan di jalan raya.




(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads