Jembatan Serayu di Kabupaten Banyumas akan ditutup total selama 45 hari, mulai 15 Juni hingga 30 Juli 2026. Penutupan ini dilakukan untuk mendukung pekerjaan rehabilitasi besar-besaran pada struktur jembatan yang dinilai sudah mengalami kerusakan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 Provinsi Jawa Tengah, Nandang Sungkono, mengungkapkan bahwa kondisi lantai jembatan saat ini sudah tidak layak.
"Mulai ditutup total 15 Juni-30 Juli 2026. Kondisi plat lantai jembatan sudah keropos. Ini kita ganti setelah 34 tahun, sebelumnya hanya dilakukan pemeliharaan berkala," ujar dia kepada wartawan, Rabu (22/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan, jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan akan semakin parah. "Memang perlu kita tangani dengan pergantian lantai plat. Kalau tidak, kerusakan akan lebih serius," tambahnya.
Dalam proyek ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,6 miliar. Fokus utama pekerjaan adalah penggantian lantai jembatan sepanjang 69,30 meter.
Selain itu, sejumlah pekerjaan lain juga akan dilakukan, seperti penggantian expansion joint, patching beton, pengecatan tiang pancang, penggantian baja ikatan angin, sand blasting dan pengecatan baja, pergantian elastomer, perbaikan karet penahan gempa, penggantian angkur, hingga perbaikan dinding penahan tanah.
Selama proses pengerjaan, tidak akan dibangun jembatan darurat. Nandang menyebut hal itu terkendala kondisi geografis.
"Kami tidak akan membangun jembatan darurat karena sungainya terlalu lebar dan tidak ada lahan yang memungkinkan," jelasnya.
Untuk mempercepat penyelesaian proyek, pekerjaan akan dilakukan secara intensif.
"Teknis pengerjaan akan dilakukan dua sif, bahkan dilembur hingga 24 jam. Kami dorong agar bisa selesai lebih cepat dari target," katanya.
Sebelum penutupan diberlakukan, pihak terkait akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terdampak. Nandang juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
"Kami mohon maaf kepada masyarakat, tapi ini demi kebaikan yang lebih besar," ujarnya.
Selama penutupan, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan, terutama bagi kendaraan berat dan bus. Dari arah Kebumen, Yogyakarta, dan Banjarnegara, kendaraan akan dialihkan melalui Buntu, Menganti, Rawalo hingga Purwokerto. Sementara dari arah sebaliknya, kendaraan berat akan diarahkan melalui Rawalo dan Sampang Buntu untuk tonase di atas 8 ton.
Adapun kendaraan ringan masih bisa menggunakan sejumlah jalur alternatif, seperti Banyumas-Mandirancan-Pegalongan-Purwokerto.
"Sementara dari Banjarnegara, pengendara dapat melintas melalui Purbalingga, Panican, Linggamas, Sokaraja hingga Purwokerto," terang dia.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo, menambahkan penutupan jalan akibat proyek ini merupakan konsekuensi dari pembangunan. Namun ia berharap durasi pengerjaan bisa dipersingkat.
"Sudah menjadi konsekuensi jika ada pembangunan menimbulkan dampak seperti penutupan jalan. Tapi jika 45 hari bisa dipercepat, itu akan lebih baik," kata Kresnawan.
(apu/alg)
