Salatiga Kota Paling Toleran 2025 Versi Setara

Nasional

Salatiga Kota Paling Toleran 2025 Versi Setara

Isal Mawardi - detikJateng
Rabu, 22 Apr 2026 16:02 WIB
Salatiga dinobatkan sebagai kota paling toleran 2025 versi Setara Institute
Salatiga Christmas Parade. Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Solo -

Salatiga dinobatkan jadi kota paling toleran 2025 versi Setara Institute. Selain Salatiga, ada tiga kota lain di Jawa Tengah (Jateng) yang masuk 10 besar kota toleran, dari 94 kota di Indonesia.

Dilansir detikNews, Setara Institue meluncurkan Indeks Kota Toleran tahun 2025 di Mangkuluhur ARTOTEL Suites Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Studi ini menggunakan 4 variabel dan 8 indikator sebagai alat ukur untuk menilai 94 kota di Indonesia. Empat variabel tersebut adalah variabel regulasi pemerintah kota, variabel regulasi sosial, variabel tindakan pemerintah, dan variabel demograsi agama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kota Salatiga meraih skor 6,492 yang menjadi skor tertinggi dari kota-kota lainnya. Di bawah Salatiga, ada Kota Singkawang dengan skor 6,301 dan Kota Semarang dengan skor 6,160.

ADVERTISEMENT

Berikut ini peringkat 10 terbesar kota toleran berdasarkan indeks kota toleran Setara Institute:

1.Kota Salatiga (skor 6,492)
2.Kota Singkawang (skor 6,391)
3.Kota Semarang (skor 6,160)
4.Kota Pematangsiantar (skor 6,084)
5.Kota Bekasi (skor 6,037)
6.Kota Sukabumi (skor 5,973)
7.Kota Magelang (skor 5,805)
8.Kota Kediri (skor 5,792)
9.Kota Tegal (skor 5,733)
10.Kota Ambon (skor 5,657)


Ketua Badan Pengurus Setara Institute Ismail Hasani mengatakan indeks kota toleran 2025 dibuat untuk memastikan pengukuran yang berkelanjutan. Indeks ini juga mencatat dan merekam progresi dan regresi kerja bersama pemerintah daerah serta masyarakat.

"Jadi (indeks kota toleran) bukan semata-semata prestasi Walikota atau Kesbangpol atau FKUB tapi adalah prestasi bersama," kata Ismail.

Menurutnya, ada tiga rumus untuk memajukan toleransi. Pertama, memastikan kepemimpinan politik promotif terhadap toleransi. Kedua, kepemimpinan birokrasi. "Ketiga, kepemimpinan sosial," jelas Ismail.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian diwakili Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Ditjen Polpum Kemendagri, Bisri, mengapresiasi kota-kota yang berhasil memperoleh skor tinggi dalam indeks kota toleran.

"Ini bukan tujuan akhir melainkan motivasi untuk selalu menjaga dan meningkatkan capaian yang telah diraih," jelas Bisri.




(afn/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads