Warga resah dengan temuan ikan sapu-sapu di kawasan Polder Tawang, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Bahkan, masyarakat yang memancing mengaku sampai menangkap belasan ekor.
Pantauan detikJateng di lokasi pada Senin (20/4/2026), air baik di polder, sungai, maupun parit, tampak keruh. Sulit melihat apakah di perairan tersebut terdapat ikan sapu-sapu atau tidak.
Meski demikian, tampak beberapa ikan sapu-sapu yang muncul ke permukaan air di sungai. Terlihat pula seekor ikan invasif tersebut mati mengambang di Polder Tawang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pemancing, Sugeng, menyebut terdapat banyak ikan sapu-sapu di perairan Polder Tawang. Dirinya pun sering mendapatkan ikan tersebut saat memancing.
"Banyak (ikan sapu-sapu di perairan Polder Tawang). Sering (mendapat ikan sapu-sapu saat memancing)," kata Sugeng ditemui detikJateng di Polder Tawang sore ini, Senin (10/4/2026).
Bahkan, Sugeng menyebut, dirinya sempat mendapatkan 13 ekor ikan sapu-sapu di lokasi tersebut beberapa hari lalu. Dia juga pernah mendapatkan seekor ikan sapu-sapu seukuran sandal pria dewasa.
Bangkai ikan sapu-sapu di perairan Polder Tawang, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Senin (20/4/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng |
"Kemarin saja mancing di sini dapat 13 (ikan sapu-sapu). Pernah dapat ikan sapu-sapu yang kayak sandal," sebutnya.
Sugeng pun resah dengan banyaknya ikan invasif tersebut.
"Setiap mancing mesti dapat ikan itu. Kalau mancing gini mesti ganggu. Resah karena merusak pancing," katanya.
Saat mendapat ikan tersebut, Sugeng mengaku dirinya langsung membuangnya ke daratan. Hal tersebut dilakukan agar ikan sapu-sapu tidak mengganggu ikan lainnya.
"Tak buang ke darat kalau dapat biar nggak ganggu yang lain," jelasnya.
Hal serupa juga disampaikan tukang bengkel di sekitar perairan Polder Tawang, Doni. Dia menyebut banyak ikan sapu-sapu di perairan tersebut.
"Banyak ikan sapu-sapu di sini, memang banyak banget," sebut Doni.
Dia sering melihat ikan tersebut. Dia mengatakan, ikan sapu-sapu sering melompat ke permukaan air.
"Sering lihat. Dia lompat-lompat," katanya.
Doni menyebut pemancing beruntung bisa mendapatkan ikan nila. Namun, banyak yang mendapat ikan sapu-sapu saat menjaring. Ikan tersebut sudah lama berada di perairan Polder Tawang.
"Kalau orang mancing syukur-syukur kalau dapat nila. Biasanya kalau jaring banyak dapat ikan sapu-sapu. Sudah lama ada di sini," terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Soenarto, mengatakan Polder Tawang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya ikan sapu-sapu.
"Dia berada di perairan tenang dan kotor. Terutama di Polder Tawang karena airnya hijau dan tenang, dia berpotensi berkembang biak," jelas Soenarto.
Pihaknya juga menemukan adanya ikan sapu-sapu di Banjir Kanal Timur dan Barat. Meski begitu, dia menilai populasinya tidak menjadi wabah.
"Kemarin kami ada beberapa titik di Banjir Kanal Timur dan Banjir Kanal Barat. Di Banjir Kanal Timur maupun Barat dari hasil pengamatan dan interview teman-teman pemancing biasanya ini juga ikan yang tidak menyenangkan bagi pemancing," jelasnya.
"Untuk tingkat populasi, untuk teman-teman pemancing mendapat ikan sapu-sapu ini belum menjadi wabah," lanjutnya.
Meski begitu, Dinas Perikanan bakal mempertimbangkan untuk bersiaga maupun menindaklanjuti terkait keberadaan ikan invasif tersebut.
"Namun demikian, ini menjadi pertimbangan kami untuk lebih teknis akan kita lihat karena di beberapa titik seperti di Polder Tawang keseringan ikan sapu-sapu muncul di permukaan ada preferensi yang cukup banyak. Ini menjadi upaya kami sebagai kesiagaan dan kita akan dalami lebih lanjut lagi kita lanjuti seperti di Jakarta," pungkasnya.

