Mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sudah tujuh minggu belum dimakamkan. Pakar menjabarkan analisis alasan Khamenei belum dikebumikan.
Ayatollah Khamenei diketahui meninggal dalam serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari 2026 lalu. Otoritas Iran, dikutip dari NDTV dan Hindustan Times via detikNews, Senin (20/4/2026), belum mengambil keputusan soal lokasi pemakaman Ali Khamenei
Seorang pakar keamanan menilai para pejabat Iran "terlalu takut" untuk menggelar seremoni besar-besaran dan mewah di tengah konflik yang sedang berlangsung. Pemerintahan yang kini dipimpin Mojtaba Khamenei, putra Ali Khamenei, sibuk menangkal ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh AS-Israel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 1989 silam, Iran pernah menggelar seremoni pemakaman skala besar untuk Ayatollah Ruhollah Kohmeini, pendahulu Khamenei sekaligus tokoh dalam Revolusi Islam 1979, selama beberapa hari. Jutaan warga membanjiri jalanan Teheran saat itu untuk menghadiri upacara.
Namun, Behnam Taleblu dari Yayasan untuk Pembelaan Demokrasi saat diwawancara New York Post menuturkan, dia tidak yakin pemandangan serupa akan terjadi saat ini.
Ia menduga, rezim Mojtaba lumpuh karena ketakutan, dan Iran tidak dalam posisi menggelar upacara peringatan yang mengah saat perang diwarnai gencatan senjata yang rapuh.
"Sederhananya, rezim terlalu takut dan terlalu lemah untuk mengambil risiko," kata Taleblu dalam analisisnya.
Taleblu menganalisis, ketidakmampuan Iran menggelar pemakaman Khamenei hingga tujuh minggu "mengungkapkan banyak hal".
"Republik Islam suka berbicara besar soal menguasai jalanan, tetapi pemadaman internet selama 50 hari memberi tahu Anda semua yang perlu Anda ketahui. Rezim takut akan konsekuensi jika kebenaran terungkap," sebutnya.
Menurut Taleblu, Teheran masih diliputi potensi serangan udara AS-Israel maupun aksi protes kalangan nasionalis. Selain itu, alasan lainnya adalah teka-teki Mojtaba, Pemimpin Tertinggi Iran terkini, yang masih absen.
Sejak ayahnya meninggal dan dia dilantik sebagai pemimpin tertinggi ketiga, Mojtaba belum juga muncul di depan publik. Rezim Teheran juga harus menjelaskan ketidakhadiran Mojtaba jika mereka harus memutuskan memakamkan Khamenei senior dalam waktu dekat.
Pada awal Maret lalu, kantor berita Iran, Fars News, melaporkan Khamenei akan dimakamkan di kota Mashhad, kota di sebelah timur laut Iran, yang merupakan kota kelahiran almarhum. Kota Mashhad terletak di perbatasan Iran dengan Turkmenistan, jauh dari Israel.
Pada saat itu, Teheran mengatakan bahwa seremoni penghormatan terakhir akan berlangsung selama tiga hari, dan prosesi pemakaman akan diumumkan kemudian. Namun hingga kini tidak ada seremoni yang digelar.
(apu/afn)
