Seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Isaac Hansen Averino (24) tewas dibunuh di tempat tinggalnya di Kirchen (Sieg), negara bagian Rheinland-Pfalz, Jerman. Tetangga korban ditangkap usai diduga menjadi pelakunya.
Dilansir Deutsche Welle (DW) Indonesia via detikNews, Senin (20/4/2026), berdasarkan keterangan pihak keluarga dan kerabat, Isaac diketahui terakhir berkomunikasi pada Rabu (18/3) malam waktu setempat sebelum kejadian. Saat itu dia berpamitan kepada pacarnya hendak memasak di dapur yang digunakan bersama di tempat tinggalnya.
Namun, itulah komunikasi terakhir korban. Keluarga mulai khawatir karena setelah itu hingga pagi hari berikutnya, korban tidak merespons pesan, kebiasaan yang selama ini rutin dilakukan. Hingga pihak keluarga menerima informasi korban sudah meninggal dunia.
Pria 27 Tahun Ditahan
Media lokal Jerman, Tagesschau, melaporkan polisi setempat menahan seorang pria berusia 27 tahun. Kasus ini disebut ditangani kejaksaan di Kota Koblenz sebagai dugaan pembunuhan tanpa perencanaan.
Berdasarkan laporan Tagesschau, terduga pelaku dan korban tinggal di gedung apartemen yang sama, dan menggunakan dapur yang sama. Di dapur itulah, diduga terjadi pertengkaran antara keduanya yang berujung korban tewas. Meski begitu, motif dan kronologi kejadian masih belum jelas.
Kerabat korban, Kevin Gunawan, juga mengonfirmasi bahwa polisi sudah menetapkan satu tersangka, yakni tetangga apartemen korban yang tinggal di lantai bawah.
"Untuk motif saat ini belum diketahui, tetapi polisi sudah menetapkan tersangka, yaitu tetangga kos dari korban yang tinggal di lantai satu," ujar Kevin kepada DW Indonesia.
Pihak keluarga mengungkap, terduga pelaku jadi orang pertama yang menghubungi pemilik hunian soal insiden tersebut. Terduga pelaku juga mengakui ada pertengkaran sebelum penusukan terjadi. Namun, keluarga Isaac meragukan keterangan itu.
"Bagi kami itu bukan pertengkaran. Anak saya orangnya tidak suka berdebat. Kemungkinan besar dia hanya membela diri," ujar ayah korban, Herryanto, saat diwawancara DW Indonesia.
Keluarga juga meragukan tingkat kekerasan dalam kasus ini tidak sejalan dengan klaim pertengkaran. Pasalnya, korban tewas dengan sejumlah luka serius di beberapa bagian tubuh.
"Lukanya sangat parah dan banyak. Ada 14 luka tusukan, dan luka terbuka di tempurung kepala. Menurut kami itu bukan pembunuhan biasa," kata pihak keluarga.
(apu/dil)