Banjir yang menggenangi kawasan Dusun Waringinrejo, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, pada Rabu (15/4) menyisakan cerita tidak menyenangkan. Pasalnya, air yang menggenang tercampur dengan oli bekas yang bersumber dari sebuah PO bus.
Kejadian itu sempat diabadikan warga, dan viral di akun Instagram @infocegatansukoharjo. Dalam video yang beredar, nampak warga mengabadikan air banjir yang telah tercampur dengan oli bekas.
"Banjir di Cemani airnya tampak berwarna hitam legam. Setelah ditelusuri warga, ternyata tercampur dengan limbah oli bekas," tulis dalam caption postingan akun Instagram @infocegatansukoharjo, seperti yang dilihat detikJateng, Rabu (15/4).
Tampungan Oli Kena Banjir
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Agus Suprapto, mengungkap pihaknya sudah mengecek peristiwa yang viral itu. Hasilnya, air hitam pekat itu rupanya oli bekas dari garasi PO bus yang ikut terbawa banjir.
"Iya, itu tampungan oli yang kena banjir," kata Agus.
Ia menuturkan sebenarnya ada drum yang digunakan untuk menampung oli bekas. Namun, sebagian oli lainnya ditampung di wadah tanpa penutup. Walhasil, oli yang ditaruh di wadah tak berpenutup itu lah yang meluber.
"Kalau berdasarkan informasi, tampungannya ada yang dibuat kayak kolam gitu. Karena tidak tertutup, dan kemasukan air, lalu (oli) ikut terbawa banjir," jelasnya.
DLH Sukoharjo sendiri telah melakukan langkah untuk menghentikan tumpahan oli bekas tersebut agar tidak mencemari pemukiman warga.
"Kalau mitigasi atau penghentian sumber pencemar sudah dilakukan," ucapnya.
Agus menjelaskan, pengelola PO bus akan berkoordinasi dengan warga terkait pembersihan, hingga kompensasi. Jika kesepakatan dengan warga sudah terjalin, pihaknya akan meminta pihak PO bus untuk melaporkan di DLH.
Dihubungi terpisah, salah seorang tokoh masyarakat Cemani, Hadi, membenarkan jika cairan hitam itu merupakan oli bekas dari garasi salah satu PO bus di sana.
"Efeknya (tumpahan oli bekas) masuk gang di Waringinrejo karena gangnya lebih rendah (dari jalan utama). Saat ini belum 100 persen (banjir surut), terutama daerah yang cekungan," kata Hadi saat itu.
Bikin Repot Warga
Begitu banjir surut pada Kamis (16/4), warga mulai membersihkan rumah yang sempat tergenang. Mereka pun mengeluh saat membersihkan sisa oleh bekas yang sempat menggenang.
Warga mencoba menyikat dengan sabun sisa-sisa oli yang terdapat di keramik rumah mereka pascabanjir. Sisa cairan oli juga masih tampak tembok rumah warga, dan di sejumlah tanaman.
Salah seorang warga, Andreas, mengatakan air banjir mulai naik menggenangi permukimannya pada Selasa (14/4) pukul 20.00 WIB. Saat air banjir datang, langsung membawa tumpahan oli bekas dari salah garasi PO bus. Alhasil, banjir tampak berwarna hitam pekat.
"Jam 20.00 WIB itu mulai naik, lalu jam 24.00 WIB, semakin tinggi lagi karena masih hujan deras. Di sini ketinggiannya sekitar 30 cm. Airnya datang bersamaan oli," kata Andreas, saat ditemui detikJateng, Kamis (16/4).
Rumahnya menjadi sangat kotor karena air banjir yang masuk rumahnya tercampur oli bekas. Selain itu, masih ada endapan tanah.
Banjir baru mulai surut pada Rabu (16/4) sore. Namun dampaknya, bekas oli tersebut mengotori rumahnya. Meski dari kemarin sudah dibersihkan, namun rumahnya masih belum bersih.
"Efeknya ya seperti ini, kotor, seperti bengkel gini. Bersihinnya pakai sabun cuci piring. Dari kemarin sudah dibersihin, tapi belum selesai. Paling semingguan baru bisa bersih," ucapnya.
Dia mengatakan, butuh beberapa proses untuk menghilangkan oli di rumahnya. Pihaknya juga menunggu sosialisasi pengurus RT/RW dengan pemilik garasi PO bus terkait tanggung jawab.
"Ini warga mengeluh semua, biar nanti ditampung sama RT (untuk komplain ke PO Bus)," ujarnya.
Warga yang lain, Sri Hartati mengatakan, oli terus dibersihkan saat air banjir mulai surut. Ketika air sudah tidak masuk ke rumahnya, langsung ia bersihkan dengan sabun colek.
"Kemarin disikat terus, kalau tidak disikat terus lengket. Kemarin pakai sabun colek biar bersih," kata Sri.
Meski lantai rumahnya sudah cukup bersih, namun pintu besi dan tembok pagarnya masih terdapat sisa oli.