Warga Grogol Sukoharjo Sambat Susah Bersihkan Oli yang Terbawa Banjir

Warga Grogol Sukoharjo Sambat Susah Bersihkan Oli yang Terbawa Banjir

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Kamis, 16 Apr 2026 13:49 WIB
Kondisi rumah warga Dusun Waringinrejo, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, yang terdampak banjir tercampur oli, Kamis (16/4/2026).
Kondisi rumah warga Dusun Waringinrejo, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, yang terdampak banjir tercampur oli, Kamis (16/4/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Sukoharjo -

Warga Dusun Waringinrejo, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo di gang Merpati, dan Jalak masih berusaha membersihkan sisa-sisa oli bekas yang sempat menggenangi rumah mereka.

Warga mencoba menyikat dengan sabun sisa-sisa oli yang terdapat di keramik rumah mereka pascabanjir. Sisa cairan oli juga masih nampak tembok rumah warga, dan di sejumlah tanaman.

Salah seorang warga, Andreas, mengatakan air banjir mulai naik menggenangi permukimannya pada Selasa (14/4) pukul 20.00 WIB. Saat air banjir datang, langsung membawa tumpahan oli bekas dari salah garasi PO bus. Alhasil, banjir tampak berwarna hitam pekat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jam 20.00 WIB itu mulai naik, lalu jam 24.00 WIB, semakin tinggi lagi karena masih hujan deras. Di sini ketinggiannya sekitar 30 cm. Airnya datang bersamaan oli," kata Andreas, saat ditemui detikJateng, Kamis (16/4/2026).

Rumahnya menjadi sangat kotor karena air banjir yang masuk rumahnya tercampur oli bekas. Selain itu, masih ada endapan tanah.

ADVERTISEMENT

Banjir baru mulai surut pada Rabu (16/4) sore. Namun dampaknya, bekas oli tersebut mengotori rumahnya. Meski dari kemarin sudah dibersihkan, namun rumahnya masih belum bersih.

"Efeknya ya seperti ini, kotor, seperti bengkel gini. Bersihinnya pakai sabun cuci piring. Dari kemarin sudah dibersihin, tapi belum selesai. Paling semingguan baru bisa bersih," ucapnya.

Dia mengatakan, butuh beberapa proses untuk menghilangkan oli di rumahnya. Pihaknya juga menunggu sosialisasi pengurus RT/RW dengan pemilik garasi PO bus terkait tanggung jawab.

"Ini warga mengeluh semua, biar nanti ditampung sama RT (untuk komplain ke PO Bus)," ujarnya.

Kondisi rumah warga Dusun Waringinrejo, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, yang terdampak banjir tercampur oli, Kamis (16/4/2026).Kondisi rumah warga Dusun Waringinrejo, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, yang terdampak banjir tercampur oli, Kamis (16/4/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng

Warga yang lain, Sri Hartati mengatakan, oli terus dibersihkan saat air banjir mulai surut. Ketika air sudah tidak masuk ke rumahnya, langsung ia bersihkan dengan sabun colek.

"Kemarin disikat terus, kalau tidak disikat terus lengket. Kemarin pakai sabun colek biar bersih," kata Sri.

Meski lantai rumahnya sudah cukup bersih, namun pintu besi dan tembok pagarnya masih terdapat sisa oli.

Dia mengatakan, terakhir terjadi banjir tahun 2007. Namun banjir tahun ini, lebih parah daripada banjir 2007 lalu.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo, Agus Suprapto mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan tim untuk melakukan pengecekan peristiwa tersebut. Didapati air hitam pekat itu merupakan oli bekas dari garasi PO Bus yang luber terbawa air banjir.

"Iya, itu tampungan oli yang kena banjir," kata Agus saat dihubungi detikJateng, Rabu (15/4/2026).

Sebenarnya, ada drum yang digunakan untuk menampung bekas oli bus. Namun ada sebagian oli yang juga ditampung di tempat tanpa penutup, sehingga oli bekas tersebut luber terbawa arus banjir.

"Kalau berdasarkan informasi, tampungannya ada yang dibuat kayak kolam gitu. Karena tidak tertutup, dan kemasukan air, lalu (oli) ikut terbawa banjir," jelasnya.

DLH Sukoharjo sendiri telah melakukan langkah untuk menghentikan tumpahan oli bekas tersebut agar tidak mencemari permukiman warga.

"Kalau mitigasi atau penghentian sumber pencemar sudah dilakukan," ucapnya.

Agus menjelaskan, pengelola PO bus akan berkoordinasi dengan warga terkait pembersihan, hingga kompensasi. Jika kesepakatan dengan warga sudah terjalin, pihaknya akan meminta pihak PO bus untuk melaporkan di DLH.

Saat ini, upaya pembersihan belum bisa dilakukan mengingat masih terdapat banjir meski sudah mulai surut.

"PO SAN sudah koordinasi dengan warga terkait tindak lanjut dan kompensasi yang akan dilakukan. Kondisi penampungan oli sudah ditutup. Diduga tampungan oli lupa tidak ditutup. Kami minta untuk segera melaporkan kondisi ini, dan rencana tindak lanjut ke DLH," jelasnya.



(afn/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads