Program Corporate Social Responsibility (CSR) Trans7 Mengajar kembali digelar dengan menyasar mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip). Kali ini Trans7 Mengajar jilid ke-IX membahas tentang kreativitas dan leadership.
Mengusung tema 'Creativity & Leadership', Trans7 Mengajar digelar di Undip Conference Hall, Kecamatan Tembalang, dengan peserta mahasiswa dari berbagai jurusan. Program itu menghadirkan praktisi industri dari Trans7 dan GarudaFood.
VP of HRGS Trans7, Antonius Refijanto mengatakan kreativitas dan leadership menjadi kunci penting bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Tema itu dipilih melihat perkembangan era digital yang sarat dengan perubahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Temanya leadership dan creativity, dan itu sangat relevan dengan kondisi sekarang. Tidak hanya di televisi, tapi semua industri butuh kreativitas dan kepemimpinan," kata Refi di Undip, Kamis (16/4/2026).
Ia menekankan mahasiswa perlu mulai mengembangkan kemampuan tersebut sejak dini. Menurutnya, leadership bukan hanya soal memimpin orang lain, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengelola dirinya sendiri.
"Leadership itu dimulai dari diri sendiri. Kalau bisa mendisiplinkan diri, baru nanti bisa memimpin orang lain," jelasnya.
Selain itu, Refi juga menyoroti pentingnya pengalaman di luar bangku kuliah, seperti magang. Hal ini dinilai menjadi nilai tambah bagi mahasiswa saat memasuki dunia kerja.
"Mahasiswa sekarang punya kesempatan magang. Itu jadi penilaian penting bagi perusahaan karena mereka sudah punya pengalaman kerja," tambahnya.
Hal Senada disampaikan Managing Director PT Sinarniaga Sejahtera (SNS) Distribution Company of GarudaFood, Ruli Tobing. Ia menilai, mahasiswa perlu memiliki pembeda di tengah persaigan yang semakin ketat saat ini.
"Mereka tidak hanya belajar sesuai bidang studi, tapi juga harus belajar hal lain untuk memberikan nilai tambah," ujarnya.
Ia pun mengapresiasi antusiasme mahasiswa Undip selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, para mahasiswa yang menjadi peserta siang ini terlihat aktif dan haus akan pengetahuan dari praktisi industri.
"Kalau waktunya lebih panjang, mungkin pertanyaannya akan lebih banyak. Artinya mereka memang butuh forum seperti ini," katanya.
Rektor Undip, Suharnomo, juga menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai kehadiran praktisi industri memberikan perspektif yang tidak selalu didapat di ruang kelas.
"Banyak hal yang tidak bisa diajarkan secara teori di kampus. Ketemu langsung dengan praktisi membuat mahasiswa lebih relate dengan dunia industri," ujarnya.
Ia juga berpesan kepada mahasiswanya untuk terus aktif mengikuti kegiatan di luar kelas agar dapat memperkaya pengalaman dan wawasan.
"Sering-sering ikut kegiatan seperti ini, karena interaksi langsung dengan praktisi sangat penting," tambahnya.
Sementara mahasiswa lainnya yang berasal dari jurusan Informatika Fakultas Sains dan Matematika Undip, Muhammad Yazid Lubis (21), mengaku tertarik mengikuti kegiatan ini karena ingin mendapat wawasan baru, khususnya di bidang entertainment.
"Pengin dapat insight tentang leadership dan bagaimana bisa lebih berkontribusi ke sekitar," ujarnya.
Ia mengaku antusias mengikuti Trans7 Mengajar karena tertarik mendalami bidang entertainment. Terlebih, sejak kecil dirinya kerap menonton tayangan di Trans7.
"Karena kan dulu suka nonton TV, terus ternyata ada yang share di grup angkatan acara Trans7 Mengajar, jadi tertarik buat ikut. Soalnya kapan lagi ada stasiun TV yang awalnya dulu saya sering tonton, datang ke kampus," ungkapnya.
Salah satu mahasiswa asal Fakultas Hukum Undip yang menjadi peserta, Rahayu Stianing (19), menilai kegiatan ini menjadi kesempatan langka untuk belajar langsung dari pelaku industri.
"Ini kesempatan yang nggak datang dua kali. Bisa dapat insight dari dunia entertainment dan pengembangan karier aku ke depan," katanya.
"Juga menurut aku ini penting banget untuk kita ke depannya mengetahui dunia digital. Kita juga di sini dapat ilmu-ilmu yang sangat menarik terkait dengan dunia digital yang semakin berkembang," lanjutnya.
