Benarkah Menabrak Kucing Membawa Sial? Ini Penjelasan Lengkapnya

Benarkah Menabrak Kucing Membawa Sial? Ini Penjelasan Lengkapnya

Sri Wahyuni Oktafia - detikJateng
Kamis, 16 Apr 2026 12:30 WIB
Ilustrasi Menabrak Kucing. Benarkah menabrak kucing bawa sial?
Ilustrasi Menabrak Kucing (Foto: Alexander Kovalev/Unsplash)
Solo -

Ungkapan "Nabrak kucing bakal ciloko" dalam mitos Jawa merupakan kepercayaan yang cukup dikenal di tengah masyarakat Indonesia. Kalimat ini sering diucapkan sebagai nasihat agar seseorang berhati-hati di jalan ditambah narasi menabrak kucing membawa sial bagi pelakunya.

Dikutip dari buku Falsafah Hidup Jawa (2018) oleh Suwardi Endraswara, mitos yang mewarnai kehidupan orang Jawa memang cukup banyak. Hal ini disebabkan karena orang Jawa masih mengikuti paham kejawen, mitos yang berkembang di Jawa juga sangat berkaitan dengan keyakinan atau kepercayaan.

Mitos adalah cerita sakral yang disampaikan melalui simbol-simbol, memadukan unsur kejadian nyata dan khayalan untuk menerangkan asal-usul serta dinamika alam semesta, dunia, para dewa, kekuatan gaib, manusia, tokoh kepahlawanan, hingga kehidupan sosial masyarakat. Salah satu mitos yang hingga kini masih hidup dan dipercaya oleh sebagian orang ialah keyakinan bahwa menabrak kucing dapat mendatangkan kesialan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi, benarkah menabrak kucing bawa sial? Berikut informasinya yang dirangkum dari buku Panduan Lengkap Kucing oleh Muhammad A.Suwed dan Rodame M. Napitupulu dan artikel berjudul 'Mitos Larangan Sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Jawa di Banyuwangi (Kajian Etnolinguistik)' (2024) oleh Moh. Syamsul Ma'arif dan Heru Kurniawan.

ADVERTISEMENT

Asal-usul Mitos Menabrak Kucing Membawa Sial

Dalam berbagai budaya, kucing sering dianggap sebagai hewan istimewa. Sebagian masyarakat meyakini kucing memiliki hubungan dengan dunia gaib atau berada di bawah perlindungan spiritual tertentu. Oleh karena itu, menyakiti kucing dipandang sebagai tindakan yang dapat mengundang kesialan.

Kepercayaan semacam ini diwariskan secara turun-temurun melalui cerita lisan, petuah orang tua, hingga ungkapan tradisional seperti "nabrak kucing bakal ciloko". Seiring waktu, ungkapan tersebut menjadi bagian dari kebiasaan dan nilai sosial masyarakat.

Penjelasan Logis Mitos Menabrak Kucing Membawa Sial

Secara harfiah, ungkapan "Nabrak kucing bakal ciloko" terdiri dari dua unsur utama, yaitu 'nabrak kucing' (tindakan menabrak kucing, baik disengaja maupun tidak) dan 'bakal ciloko' (akan mengalami celaka, malapetaka, atau nasib buruk). Kalimat tersebut menyiratkan keyakinan bahwa perbuatan menabrak kucing diyakini dapat membawa konsekuensi buruk bagi pelakunya.

Maksud di balik beredarnya mitos ini adalah mengajarkan untuk bertanggung jawab dan menguburkan kucing jika tidak sengaja menabraknya. Selain mengajarkan untuk berbuat baik pada hewan, perbuatan tersebut juga sebagai upaya untuk mencegah timbulnya penyakit akibat bangkai kucing yang sudah mati.

Mitos ini muncul sebagai pengingat agar seseorang selalu berhati-hati serta bertujuan untuk melindungi hewan, contohnya kucing. Menabrak kucing tidak secara langsung menyebabkan kesialan. Namun, kejadian tersebut dapat berdampak secara nyata, seperti menimbulkan rasa bersalah dan trauma, mengganggu konsentrasi saat berkendara, atau menjadi tanda kurangnya kewaspadaan di jalan. Dalam hal ini, "celaka" dapat dipahami sebagai akibat dari kurang hati-hati, bukan karena faktor mistis.

Tindakan yang Harus Dilakukan Jika Menabrak Kucing

Untuk menghindarkan diri dari pikiran negatif setelah menabrak kucing, berikut beberapa tindakan yang bisa dilakukan sebagai langkah awal:

1. Periksa Kondisi Kucing

Turunlah dari kendaraan dan periksa kondisi kucing. Untuk menghindari serangan atau cakaran, sebaiknya gunakan kain atau sarung tangan yang bisa melindungi diri. Saat memeriksa kondisi kucing, perhatikan apakah kucing masih hidup atau tidak, dan perhatikan apakah kucing masih bisa diselamatkan atau tidak.

2. Berikan Pertolongan Pertama

Jika kucing masih hidup dan bisa diselamatkan, berikan pertolongan pertama dengan memindahkan kucing ke lokasi yang lebih aman. Setelah membawa kucing ke tempat yang aman, cobalah untuk mencari klinik dokter hewan terdekat dan bawa kucing tersebut ke sana. Cara ini menjadi upaya untuk menolong kucing agar bisa selamat.

3. Kuburkan Kucing Jika Meninggal

Jika setelah diperiksa ternyata kucing sudah tidak bisa diselamatkan, maka bawa jasadnya ke tempat yang aman dan kuburkanlah. Hindari meninggalkan bangkai kucing di jalan karena bisa membahayakan pengguna jalan lain dan bisa menjadi penyebab timbulnya penyakit.

Itulah penjelasan dari mitos menabrak kucing akan membawa sial. Kepercayaan bahwa menabrak kucing mendatangkan kesialan merupakan bagian dari tradisi dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. detikers hendaklah mengambil pelajaran dari setiap pesan yang disampaikan oleh leluhur. Semoga artikel ini bermanfaat ya!

Artikel ini ditulis oleh Sri Wahyuni Oktafia peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(num/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads