Banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kota Solo hingga siang ini. Di antaranya di wilayah Kelurahan Tipes dan Joyontakan di Kecamatan Serengan. Begini penampakan terkini di lokasi.
Banjir di Tipes
Salah satu lokasi yang terendam banjir sejak Selasa (14/5) malam yakni RT 03 RW 15, Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan.
Pantauan di lokasi, Rabu (15/4) siang, banjir masih menggenang di halaman rumah warga. Meski demikian warga yang sempat mengungsi di rumah tetangga mulai kembali ke rumah masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga setempat, Damisri (45), mengatakan air mulai masuk ke rumahnya pada Selasa (14/4) sekitar pukul 21.00 WIB. Ketinggian air tadi malam mencapai dada atau sekitar 140 sentimeter. Air baru mulai surut pada Rabu (15/4) sekira pukul 08.00 WIB.
Kondisi banjir di Kelurahan Joyontakan, Kecamatan Serangan, Kota Solo, Rabu (15/4/2026) siang. Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng |
"Air masuk rumah sekitar pukul 9 malam. Tapi kalau di halaman jam 8 mungkin, karena air naiknya cepat, langsung gitu," kata dia, Rabu (15/4/2026).
Damisri mengungkapkan bahwa banjir sampai masuk ke dalam rumah terakhir terjadi sekitar 4 tahun lalu. Menurut dia, luapan air dari Kali Jenes biasanya hanya merendam jalan.
"Nggak bisa tidur, orang tua dan anak-anak diungsikan," ujar dia.
Warga mulai membersihkan bekas banjir di RT 03, RW 15, Tipes, Serengan, Solo, Rabu (15/4/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng |
Warga Joyontakan Ngungsi di Masjid
Siang ini banjir juga masih merendam wilayah Kelurahan Joyontakan RW 02, Kecamatan Serangan, Kota Solo. Ketinggian air bervariasi, ada yang mencapai pinggang orang dewasa.
Banjir bahkan masih menggenangi rumah warga hingga ketinggian sekira 30 centimeter. Sejumlah rumah yang tinggikan lantainya masih terdampak dengan ketinggian air semata kaki.
Kondisi banjir ini dimanfaatkan anak-anak untuk bermain air. Sejumlah warga lainnya mencari tempat yang lebih tinggi. Sebagian lansia mengungsi di Masjid An-Nikmah karena rumah mereka masih terendam banjir.
Penampakan rumah di Tipes, Serengan, Kota Solo, yang masih tergenang imbas luapan dari Kali Jenes, Rabu (15/4/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng |
Salah satu warga, Tumini (70) baru mengungsi sekira pukul 12.00 WIB tadi. Dia dievakuasi pakai perahu.
"Banjir di tempat saya seperut. Tadi malam jam 22.00 sudah mulai naik airnya, tapi belum masuk rumah, lalu pagi tadi baru masuk rumah. Tadi saya dinaikkan perahu," kata Tumini.
Dia mengungsi bersama anaknya. Sejumlah berang berharga juga telah dibawa.
Korban banjir di Joyontakan Solo dievakuasi pakai perahu, Rabu (15/4/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng |
Warga lain, Ririn, mengatakan pada Selasa (14/4) pukul 23.30 WIB, banjir terbilang tinggi, namun sempat surut. Namun pagi tadi sekitar jam 07.00 WIB, air kembali naik.
"Semalam sempat tinggi, selutut, tapi sempat surut. Jam 07.00 pagi tadi naik. Air masuk rumah saya, cuma semata kaki," kata Ririn.
Dia mengatakan, banjir terakhir kali terjadi pada tahun 2023 lalu. Menurut dia, banjir disebabkan karena luapan anak sungai Bengawan Solo.
Kondisi banjir di Joyontakan telah ditinjau Wali Kota Solo Respati Ardi, yang didampingi Forkompinda Kota Solo. Saat ini Forkompinda Solo tengah menggelar rapat kebencanaan di Masjid An-Nikmah.
Walkot Solo Respati Ardi dan Kapolres Solo Kombes Catur tinjau lokasi banjir di Joyontakan, Rabu (15/4/2026) Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng |
Baca juga: Solo Baru Macet Parah Imbas Banjir |
Pemkot Sebut Belum Ada Tanggul
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengungkapkan penyebab banjir menggenang di sembilan kelurahan. Salah satunya karena tidak ada talud di sepanjang aliran Sungai Jenes.
Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Murtono, mengatakan bahwa rumah yang berada di aliran Sungai Jenes terdampak banjir karena belum ada talud. Salah satu yang terdampak yakni wilayah RT 03 RW 15, Tipes, Serengan.
"Ya masih ada yang di aliran Sungai Jenes ini yang belum bertanggul, belum ada taludnya ini rata-rata semua terkena dampak banjir," katanya saat ditemui detikJateng di Tipes, Serengan, Rabu (15/4/2026).
Dari data BPBD Kota Solo, ada 9 kelurahan yang terdampak, yakni Pajang, Kratonan, Joyosuran, Tipes, Bumi, Joyontakan, Panularan, Sondakan, dan Laweyan. Budi Murtono mengatakan, untuk saat ini banjir di Kota Solo sudah mulai surut.
"Ya lumayan tinggi ya, semalam ada yang selutut, ada yang sedada. Sudah (surut) hampir rata-rata sudah. Ini tadinya kan karena intensitas air yang tadi malam yang tinggi saja. Ketika ini sudah mulai turun ya ini sudah surut, cuma kan kita antisipasi yang hari-hari berikutnya," ujar dia.
Budi Murtono menyatakan akan menjalin komunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk kelanjutan penanganan banjir dari anak sungai Bengawan Solo itu.
Untuk mengantisipasi adanya luapan lagi, pihaknya meminta BPBD standby dan membuka posko di daerah rawan. DPUPR juga diminta mengecek pompa-pompa pembuang air.





