Militer Iran menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengancam bakal memblokade Selat Hormuz. Komandan Angkatan Laut (AL) Iran menyatakan ancaman itu "sangat konyol dan menggelikan".
"Para prajurit pemberani Angkatan Laut Republik Islam Iran melacak dan memantau semua pergerakan militer AS yang agresif di wilayah tersebut," kata Laksamana Muda Shahram Irani dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh media Iran.
"Ancaman presiden AS setelah kekalahan memalukan tentaranya dalam perang ketiga yang dipaksakan, yaitu blokade laut terhadap Iran, sangat konyol dan menggelikan," cetus komandan AL Iran tersebut, dilansir Press TV via detikNews, Senin (13/4/2026).
Pada hari Minggu (12/4), Trump sempat mengumumkan bahwa ia memerintahkan AL AS melakukan blokade Selat Hormuz, perairan strategis bagi perdagangan minyak dunia.
Trump mengeluarkan perintah tersebut setelah negosiasi maraton antara AS dan Iran di Pakistan gagal.
Selain itu, Trump juga mewanti-wanti bahwa setiap kapal yang sudah membayar bea masuk kepada Iran bakal dicegat di perairan internasional.
Iran sudah memberlakukan pembatasan lalu lintas di Hormuz sejak serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya telah mengumumkan bahwa selat tersebut "tidak akan pernah kembali ke keadaan semula, terutama bagi AS dan Israel."
Teheran telah mengizinkan kapal-kapal milik negara-negara sahabat untuk melintasinya, sementara melarang kapal-kapal yang berafiliasi dengan negara-negara agresor dan pendukungnya.
Parlemen Iran telah mengajukan rancangan undang-undang untuk memberlakukan biaya transit di selat tersebut dalam mata uang nasional dan secara eksplisit melarang kapal-kapal AS dan Israel.
Simak Video "Video: Trump Akan Lakukan Cara Apapun untuk Capai Kesepakatan dengan Iran"
(apu/dil)