Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan angkatan lautnya untuk memblokir Selat Hormuz. Perintah itu disampaikan buntut perundingan dengan Iran di Pakistan mengalami kegagalan.
Trump mengungkap bahwa negosiasi maraton di Pakistan sejatinya berjalan baik, dengan sebagian besar poin telah disepakati. Namun, Trump mengklaim Iran menolak untuk mengalah terkait masalah program nuklirnya.
"Berlaku segera, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses pemblokadean terhadap setiap dan seluruh kapal yang mencoba masuk, atau keluar, dari Selat Hormuz," kata Trump di platform Truth Social miliknya dilansir kantor berita AFP via detikNews, Minggu (12/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap orang Iran yang menembak ke arah kami, atau ke arah kapal-kapal damai, akan diledakkan sampai hancur (blown to hell)!," imbuhnya.
Trump melanjutkan, dia mengisyaratkan "negara-negara lain" bakal terlibat dalam upaya blokade itu. Namun, dia tidak merincinya lebih lanjut.
Sementara Wakil Presiden AS JD Vance meninggalkan Pakistan tanpa kesepakatan setelah pembicaraan akhir pekan dengan ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Teheran juga mengirim Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi sebagai delegasinya.
Diketahui, negosiasi tersebut dimaksudkan untuk memperkuat gencatan senjata selama dua minggu, dengan kesepakatan akhir guna mengakhiri konflik yang sudah melanda Timur Tengah sejak 28 Februari lalu, menewaskan ribuan orang, dan mengacaukan pasar global. Sayangnya, tidak ada kesepakatan yang terjadi.
Trump mengatakan ia telah menerima laporan lengkap dari tim negosiasi AS yang terdiri dari Vance, utusan khusus Steve Witkoff, dan Jared Kushner, menantu sang presiden.
Presiden 79 tahun tersebut mengecam Iran karena tidak segera membuka Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia. Trump menuding Teheran sengaja gagal memenuhinya.
"Mereka bilang mereka memasang ranjau di air, meskipun seluruh Angkatan Laut mereka, dan sebagian besar 'penebar ranjau' mereka, telah hancur total. Mereka mungkin saja melakukannya, tetapi pemilik kapal mana yang mau mengambil risiko?" kata Trump.
"Sesuai janji mereka, mereka sebaiknya segera memulai proses pembukaan jalur air internasional ini dengan cepat!" lanjutnya.
Selama berminggu-minggu sejak diserang AS dan Israel, Iran sudah memblokade Hormuz. Pada Sabtu (11/4), Washington mengumumkan dua kapal perangnya telah melintasi Selat Hormuz untuk memulai operasi pembersihan ranjau.
Trump memperingatkan bahwa pada akhirnya, pasukan AS akan "menghabisi sisa-sisa kecil dari Iran" jika diperlukan.
"Kami sudah sepenuhnya 'locked and loaded' (siap tempur)," tulisnya.
Perundingan 21 Jam Kandas
Dalam konferensi pers, Wapres Vance menyatakan pihaknya bernegosiasi dengan Iran sejak Sabtu. Perundingan disebut berlangsung selama 21 jam.
"Kami telah melakukannya selama 21 jam, dan kami telah melakukan sejumlah diskusi substantif dengan pihak Iran. Itu kabar baiknya," kata Vance dalam konferensi pers di Islamabad.
Meski telah berdiskusi selama 21 jam, kata Vance, kedua negara tak mencapai kesepakatan. Dia menyebut hal itu sebagai kabar buruk buat Iran.
"Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat. Jadi kita kembali ke Amerika Serikat tanpa mencapai kesepakatan," ujarnya.
