Video aksi pembacokan seorang Pak Ogah atau klebet di depan Lapas Kedungpane, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, viral di media sosial. Polisi menyebut pelaku kabur setelah membacok korban.
Video tersebut diunggah salah satunya oleh akun Instagram @beritasemaranghariini. Disebutkan bahwa ada satu orang menggunakan senjata tajam berduel dengan satu orang dengan tangan kosong.
"Sore tadi, di pertigaan LP Kedungpani, Ngaliyan Kota Semarang terjadi keributan yang menyebabkan 1 orang luka di kepala. Pria berjaket merah ini tangan kosong saling adu kekuatan dengan pria berjaket hitam yang menggunakan saj4m," tulis takarir unggahan tersebut dilihat detikJateng, Kamis (9/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlihat dalam video tersebut orang dengan jaket merah membawa senjata tajam panjang terlibat keributan dengan orang berjaket hitam. Mereka tampak berkelahi tepat di tengah jalan.
Tampak seseorang mencoba melerai perkelahian itu. Namun, usahanya tampak tidak berhasil dan dua orang itu masih terlibat perkelahian.
Saat dimintai konfirmasi, Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, mengatakan peristiwa tersebut terjadi hari ini sekitar pukul 15.00 WIB. Korban bernama Abu diketahui sedang bekerja sebagai Pak Ogah di lokasi kejadian bersama seorang saksi.
"Korban dan saksi sedang melaksanakan kegiatan seperti biasa sebagai Pak Ogah atau klebet di pertigaan Jalan Moch Ikhsan samping LP Kedungpane, Kelurahan Wates, Ngaliyan," kata Aliet, Kamis (9/4/2026).
Tak lama kemudian, menurut Aliet, korban didatangi pelaku bernama Aris yang membawa senjata tajam. Pembacokan pun tidak terhindarkan.
"Sekitar pukul 15.15 WIB korban yang sedang menyeberangkan kendaraan tiba-tiba didatangi pelaku dengan membawa sajam jenis parang," jelas Aliet.
"Kemudian pelaku langsung mengayunkan parangnya beberapa kali ke badan korban hingga korban terjatuh," tambahnya.
Aliet menyebut saksi sempat mencoba melerai pembacokan itu, namun ia justru terluka.
"Melihat kejadian tersebut, saksi berusaha melerai. Namun pelaku masih berusaha membacok korban hingga saksi mengalami luka pada lengan tangan kanan," terang Aliet.
Setelah peristiwa ini terjadi, Aliet mengungkapkan korban dilarikan ke rumah sakit untuk diobati. Pelaku juga melarikan diri.
"Setelah itu korban dibawa ke Rumah Sakit Tugu untuk mendapat pengobatan, sedangkan pelaku melarikan diri," ujar Aliet.
Aliet menjelaskan motif pembacokan ini karena terdapat masalah antara pelaku dengan korban. Namun, ia belum mengetahui secara pasti masalah di antara keduanya.
"Menurut keterangan saksi sebelum kejadian ada masalah antara korban dan pelaku. (Apakah sudah diketahui permasalahan apa antara pelaku dengan korban?) Belum," pungkasnya.
