Terkadang hujan juga disertai dengan munculnya petir. Fenomena alam ini dapat dilihat dalam bentuk kilatan cahaya yang biasanya disusul dengan suara menggelegar bernama guruh.
Dirujuk dari buku Bencana Cuaca oleh Cici Januardi, petir dapat muncul akibat adanya perbedaan potensial antara awan dan Bumi atau awan dengan awan lainnya. Perbedaan tersebut memicu terjadinya pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke Bumi atau sebaliknya agar tercapai keseimbangan.
Elektron yang dibuang dapat menembus ambang batas isolasi udara hingga menimbulkan ledakan suara. Kadar air di udara yang tinggi saat hujan terjadi dapat membuat daya isolasinya turun dan arus petir lebih mudah mengalir. Arus petir ini kemudian dapat menyambar benda-benda yang ada di Bumi, termasuk manusia.
Lantas, mengapa seseorang bisa tersambar petir? Simak pembahasan tentang penyebab orang tersambar petir beserta 10 cara menghindarinya di bawah ini!
Penyebab Orang Tersambar Petir
Dirangkum dari laman National Weather Service Amerika Serikat, seseorang bisa tersambar petir secara langsung maupun melalui rambatan arus dari benda lain. Berikut adalah 4 macam penyebab seseorang tersambar petir.
1. Tersambar Secara Langsung
Sambaran petir secara langsung ke tubuh seseorang biasanya terjadi saat orang tersebut berada di area terbuka. Arus listrik dari sambaran petir dapat bergerak di sepanjang permukaan kulit hingga ke dalam tubuh, seperti bergerak melalui sistem kardiovaskular dan saraf. Sambaran ini dapat menyebabkan luka bakar hingga kematian.
2. Kilatan atau Percikan Samping
Ketika petir menyambar benda tinggi seperti pohon atau tiang, arus petir dapat melompat dari benda tersebut ke orang yang berada di dekatnya. Hal ini biasanya terjadi saat seseorang berada dalam jarak 1-2 kaki dari benda yang disambar petir.
3. Arus yang Merambat Melalui Tanah
Saat petir menyambar pohon atau benda tinggi lainnya, sebagian energi akan merambat ke luar benda dan bergerak ke tanah. Hal ini dapat membuat seseorang yang berada di area dekat sambaran petir berpotensi terkena arus ini. Selain tanah, arus dari petir juga dapat merambat di lantai dengan bahan penghantar listrik.
4. Konduksi dari Penghantar Listrik
Arus listrik dari petir dapat menempuh jarak jauh melalui benda-benda penghantar listrik seperti kabel, pipa, atau logam lainnya. Hal ini dapat membuat seseorang yang menyentuh benda penghantar listrik dapat terkena arus dari petir yang merambat.
10 Cara Menghindari Sambaran Petir
Dirangkum dari laman BPBD DIY dan laman National Weather Service Amerika Serikat, berikut adalah 10 hal yang perlu dilakukan saat terjadi hujan atau badai petir agar terhindar dari sambaran petir.
1. Tunda Aktivitas di Luar Ruangan
Saat terjadi hujan atau badai yang disertai petir, sebaiknya tunda aktivitas di luar ruangan hingga kondisi cuaca membaik.
2. Pantau Kondisi Cuaca Saat Beraktivitas
Jika sedang beraktivitas di luar ruangan saat hujan, perhatikan tanda-tanda badai petir, seperti awan yang menjulang tinggi, langit yang gelap, hingga muncul kilatan petir. Segera cari tempat berlindung ketika muncul tanda-tanda tersebut.
3. Hindari Berdiri di Area Terbuka
Petir cenderung mencari tempat yang luas untuk melepaskan energinya. Oleh karena itu, jauhi tempat terbuka seperti tanah lapang, sawah, taman, perkebunan, jalan raya, dan sebagainya saat hujan, terutama ketika terjadi hujan yang disertai petir.
4. Jangan Berlindung di Bawah Pohon
Pohon, terutama pohon yang tinggi, kerap menjadi sasaran petir. Jika seseorang berlindung di bawah pohon saat hujan petir, maka orang tersebut berisiko tersambar petir.
5. Hindari Berdiri Dekat Tiang Listrik atau Tiang Tinggi Lainnya
Selain pohon, tiang listrik atau tiang tinggi lainnya juga berpotensi tersambar petir, sehingga berdiri di dekat tiang tersebut saat hujan petir sangat berbahaya.
6. Ikuti Aturan 30-30
Saat muncul kilat dan suara guntur kurang dari 30 detik kemudian, segera cari tempat untuk berlindung. Tempat berlindung yang baik adalah bangunan yang tertutup rapat dengan instalasi listrik dan pipa air yang kondisinya baik atau kendaraan beratap keras dengan jendela yang tertutup. Setelah suara guntur terakhir, tunggu minimal 30 menit sebelum keluar dari tempat berlindung.
7. Hindari Aktivitas yang Melibatkan Air
Air adalah penghantar listrik yang baik, sehingga aktivitas yang melibatkan air seperti mandi, mencuci, hingga berenang saat hujan petir dapat meningkatkan risiko terkena aliran listrik dari petir yang merambat melalui air.
8. Hindari Sentuhan dengan Konduktor Logam
Logam dapat menjadi penghantar listrik, sehingga aliran listrik dari petir bisa merambat melalui logam. Oleh karena itu, jauhi logam seperti kabel, pagar, atau pipa besi saat hujan atau badai petir untuk mengurangi risiko tersambar petir.
9. Hindari Penggunaan Telepon Kabel
Telepon kabel dapat meningkatkan risiko tersambar petir. Jika terjadi hujan petir, hanya gunakan telepon tanpa kabel atau ponsel.
10. Hindari Penggunaan Perangkat Elektronik
Selain telepon kabel, perangkat elektronik lainnya yang terhubung ke jaringan listrik seperti komputer dan televisi juga sebaiknya dimatikan saat terjadi hujan atau badai petir.
Demikian penjelasan tentang penyebab orang tersambar petir dan 10 cara menghindarinya. Sekarang sudah paham, kan, dengan mekanisme sambaran petir? Selalu jaga diri agar terhindar dari sambaran petir ya, Lur!
Artikel ini ditulis oleh Arum Sekar Pertiwi peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
Simak Video "Siap-siap "War" Tiket Indonesia Vs Argentina Segera Dimulai"
(num/aku)