Dalam rangkaian Pekan Suci menjelang Paskah, Jumat Agung menjadi salah satu momen perayaan yang penuh khidmat bagi umat Kristiani. Hari ini diperingati sebagai waktu untuk mengenang sengsara dan wafat Yesus Kristus di kayu salib.
Suasana ibadah dalam Jumat Agung biasanya berlangsung dalam keheningan dengan penuh penghayatan. Salah satu bagian penting dalam ibadah Jumat Agung adalah pembacaan Passio. Bagi umat yang mengikuti liturgi gereja, tradisi ini mungkin tidak asing terdengar lagi.
Pembacaan Passio kerap menjadi saat yang sangat emosional karena berisi kisah perjalanan Yesus yang penuh sengsara. Melalui hal tersebut, umat tak hanya sekadar mendengarkan kisah, tetapi juga ikut merenungkan peristiwanya. Lantas, apa sebenarnya Passio dalam Jumat Agung dan bagaimana tradisi ini dijalankan? Simak penjelasan berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Passio?
Dalam ibadah Jumat Agung, terdapat pembacaan Injil yang disampaikan secara khusus dan menjadi bagian dari Liturgi Sabda. Dikutio dari artikel jurnal 'Gending-gending Laras Slendro dalam Ibadah Jumat Agung di Gereja Pugeran' oleh Veronica Vera Febrianti, pembacaan Injil yang dibawakan secara khusus tersebut dikenal sebagai Passio. Dalam Passio, disampaikan Kisah Sengsara Yesus Kristus melalui lantunan nyanyian sesuai ketentuan liturgi.
Disadur dari penelitian berjudul Membangun pastoral persaudaraan kongregasi Suster Fransiskan Santa Lusia seturut Fratelli Tutti oleh Eramartina Saragih, Passio berasal dari bahasa Latin yang memiliki makna ganda, yakni 'cinta' dan 'penderitaan'. Passio merujuk pada Kisah Sengsara Yesus yang meliputi peristiwa penangkapan, pengadilan, hingga penyaliban. Kendati demikian, di balik penderitaan yang dialami, kisah tersebut menyimpan ajaran tentang cinta dan kasih Yesus terhadap umat manusia.
Biasanya, Passio dibacakan secara khusus dalam ibadah Jumat Agung yakni dengan nyanyian yang dapat menghadirkan suasana hening dan reflektif. Hal ini bertujuan agar umat dalam lebih menghayati penderitaan dan memaknai lebih dalam pengorbanan yang dilakukan oleh Yesus Kristus.
Tradisi Passio dalam Jumat Agung
Passio Jumat Agung biasanya dibacakan dengan pembagian peran. Terdapat beberapa peran seperti narrator, tokoh Yesus, serta tokoh-tokoh lain dalam kisah tersebut. Di beberapa gereja, pembacaan ini dilantunkan untuk menambah kekhidmatan.
Tradisi pembacaan Passio telah dilangsungkan sejak lama dan menjadi bagian penting dalam Liturgi Sabda Jumat Agung. Setiap tahunnya, umat Kristiani mengikuti pembacaan Passio sebagai bentuk penghormatan terhadap Kisah Sengsara Yesus. Selain pembacaan Passio, ibadah Jumat Agung umumnya berjalan dalam suasana hening tanpa musik yang meriah. Hal ini bertujuan untuk memberi kesempatan bagi umat agar dapat lebih fokus memaknai ibadah.
Demikian penjelasan tentang Passio dalam Jumat Agung, meliputi makna dan tradisinya. Semoga bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(num/apl)











































