Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, bertandang ke Solo. Boroujerdi menemui mulai Wali Kota Solo hingga Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Boroujerdi memulai rangkaian lawatannya ke Kota Liwet dengan menemui Wali Kota Respati Ardi di Balai Kota Solo. Boroujerdi tiba sekitar pukul 09.00 WIB.
Jajaki Kerja Sama Sister City
Dalam pertemuan dengan Respati, Boroujerdi mengungkap pihaknya berencana menjalin kerja sama dengan Solo di bidang perekonomian. Ia juga menyebut Respati menyampaikan solidaritas dari masyarakat Solo kepada Iran.
"Dalam kesempatan ini, pak Wali Kota telah menyampaikan solidaritas dari masyarakat daerah untuk negara kami dan juga mengutuk serangan yang telah terlaksana terhadap negara kami. Kami juga mendiskusikan kerja sama perekonomian, perdagangan, dan menjajaki kesepakatan sister city antara Surakarta dengan salah satu kota di Iran," katanya ditemui di Balai Kota Solo, Rabu (1/4).
Boroujerdi menyebut sister city bisa dilakukan pada bidang sejarah, wisata hingga budaya Indonesia. Pihaknya juga akan menempatkan tim kedutaan untuk mencari kota yang sama dengan Kota Solo.
"Kami telah menempatkan tim di kedutaan kami untuk mempelajari kota di Iran yang setara dengan Solo, baik dari segi populasi maupun kepentingan ekonomi, budaya, sejarah, dan pariwisata untuk kemudian diperkenalkan kepada bapak Wali Kota," terangnya.
Ditanya mengenai rencana realisasi sister city, ia menyebut akan dilakukan setelah invansi antara Israel dan Amerika kepada Iran selesai.
"Insyaallah setelah nanti," ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Solo, Respati Ardi mengatakan pihaknya menerima tamu siapa saja. Pihaknya juga menyampaikan perdamaian sesuai amanat UUD 1945.
"Ya, jadi, jadi permintaan ini kan permintaan dari Kedutaan Iran yang hadir. Kami menerima tamu siapa pun yang hadir. Dan kami menyampaikan, ini sesuai dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar kita, setiap upacara setiap apa pun disampaikan, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Kami prihatin, tentunya satu nyawa ini sangat-sangat berharga," kata Respati.
"Kami mendoakan bagi semuanya yang terdampak perang ini semoga bisa diampuni dosa-dosanya, dan kami sangat berdoa dan berharap ini segera selesai. Ini tentunya isu kemasyarakatan, isu kemanusiaan, dan bentuk solidaritas dan kemanusiaan, kebersamaan kami masyarakat Indonesia untuk bisa ikut membantu. Dan tentunya tadi disampaikan apabila nanti perang selesai, kami mengajak dari Kadin, dari PHRI, dari HIPMI, dari Gekraf, akan melaksanakan perjanjian ekonomi, perdagangan," sambungnya.
Respati mengatakan bila nantinya penerbangan internasional dibuka, maka akan dibuka penerbangan ke Indonesia.
"Beliau menyampaikan, apabila penerbangan internasional dibuka, penerbangan pertama adalah ke Indonesia. Beliau berkomitmen, berterima kasih betul atas bentuk dukungan dari seluruh warga masyarakat Indonesia. Dan segera berharap juga segera selesai konflik ini, dan kita akan lanjut kepada fokus terhadap ekonomi dan pariwisata di Kota Solo," terangnya.
Mengenai kerja sama sister city, Respati menyebut akan dilakukan setelah perang selesai. Menurutnya, Dubes Iran berkomitmen untuk menjalankan misi pariwisata.
"Saya rasa tadi beliau menyampaikan apabila nanti perang ini sudah selesai, menurut data dari mereka ada setiap bulannya 50.000 wisatawan dari Iran yang masuk ke Indonesia. Dan beliau berkomitmen nanti ke depan setelah selesai akan menjalankan misi pariwisata dan ekonomi di Indonesia, khususnya di Kota Surakarta," pungkasnya.
Temui Jokowi
Setelah dari Respati, Boroujerdi tiba di kediaman Jokowi di Sumber, Banjasari, sekitar pukul 11.40 WIB. Ia langsung disambut tuan rumah.
"Assalamulaikum, selamat hari raya idulfitri," sapa Boroujerdi disambut Jokowi.
"Waalaikumsalam," jawab Jokowi.
Setelah saling sapa, Jokowi kemudian mempersilahkan masuk Boroujerdi.
"Terima kasih, selamat datang di Solo, dan di rumah saya," sapa Jokowi.
Boroujerdi Dijamu Lontong Sayur-Nasi Goreng
Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup, Boroujerdi juga mendapat jamuan makan siang. Jokowi menyuguhkan menu dari ayam goreng kremes, mie Aceh, telur mata sapi, lontong sayur, gulai kambing, dan nasi goreng serta sambal.
"Saya ingin mengundang Yang Mulia (Jokowi) juga untuk mencoba untuk mencicipi makanan dari Iran di kediaman saya di Jakarta. Tentu saja saya sangat berharap Yang Mulia bisa menerima undangan tersebut. Merupakan sebuah kehormatan," kata Boroujerdi kepada Jokowi.
Boroujerdi juga mengucapkan terima kasih atas ucapan belasungkawa salah satunya dari PSI (Partai Solidaritas Indonesia). Ia menyebut bahwa ucapan tersebut juga dari Keluarga Jokowi.
"Banyak partai politik yang mengucapkan belasungkawa, salah satunya PSI, itu menunjukkan dukungan dari Pak Jokowi," pungkasnya.
Kenang Pertemuan Jokowi dan Ayatollah Ali Khamenei
Selama bertemu dengan Jokowi, Boroujerdi menuturkan dia menyampaikan perkembangan terkini terkait kondisi Iran pascaserangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
"Dalam kesempatan ini juga saya menyampaikan laporan berkaitan dengan kondisi terakhir ketika negara kami diserang oleh Zionis Israel dan Amerika Serikat," tutur Boroujerdi.
Dubes Iran untuk Indonesia sejak 2023 tersebut lantas mengenang pertemuan Jokowi dengan mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ia juga menyinggung kunjungan balasan Teheran lewat Presiden saat itu, Ebrahim Raisi, pada 2023.
"Beliau pada tahun-tahun sebelumnya berkunjung ke Iran dan dalam kesempatan tersebut beliau bertemu dengan Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan kemudian mantan Presiden Iran, Presiden Raisi pada tahun 2023 berkunjung ke Indonesia dan bertemu lagi dengan Bapak Joko Widodo. Beliau adalah tokoh yang selalu memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia dan terus mendorong kepentingan bersama dengan negara-negara sahabat," bebernya.
Di sela kunjungannya itu, Boroujerdi turut melontarkan pujian atas kepemimpinan Jokowi selama menjabat sebagai Presiden RI. Ia menilai Jokowi sukses membawa kemajuan besar bagi Indonesia dan berhasil mempererat hubungan bilateral, khususnya antara Iran dan Indonesia.
"Beliau adalah tokoh yang selalu memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia dan terus mendorong kepentingan bersama dengan negara-negara sahabat," ungkap Boroujerdi.
Simak Video "Video Dubes Iran untuk RI: Kemenangan Selalu Ada pada Kebenaran"
(apu/apu)