Profil Mohammad Boroujerdi Duta Besar Iran yang Kunjungi Solo dan Temui Jokowi

Profil Mohammad Boroujerdi Duta Besar Iran yang Kunjungi Solo dan Temui Jokowi

Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy - detikJateng
Rabu, 01 Apr 2026 17:06 WIB
Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi bertemu Walkot Solo di Balai Kota Solo, Rabu (1/4/2026)
Mohammad Boroujerdi (Foto: Tara Wahyu/detikJateng)
Solo -

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, melakukan kunjungan ke Kota Solo pada Rabu, 1 April 2026. Boroujerdi mengawali agendanya di Balai Kota Solo bersama Wali Kota Respati Ardi, sebelum akhirnya bertolak ke kediaman pribadi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Sumber, Banjarsari.

Boroujerdi disambut hangat di kediaman Jokowi sekitar pukul 11.40 WIB. Duta besar Iran untuk Indonesia itu mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri sekaligus berterima kasih atas ucapan bela sungkawa atas gugurnya Ayatollah Ali Khamenei.

"Terima kasih, selamat datang di Solo, dan di rumah saya," sapa Jokowi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keduanya kemudian melangsungkan pertemuan tertutup. Berdasar pengakuan Jokowi, Presiden RI ke-7 itu dan Boroujerdi membahas pelbagai hal. Namun, persoalan negosiasi untuk membuka Selat Hormuz tidak dibahas.

"Ya tadi saya menyampaikan banyak hal, tetapi itu urusan pemerintah ya," jelas Jokowi ketika ditanya.

ADVERTISEMENT

Kedatangan duta besar Iran dalam kondisi geopolitik Timur Tengah yang masih mendidih menuai sorotan publik. Jadi, siapa itu Mohammad Boroujerdi? Ini profil ringkasnya.

Lulusan Magister Hubungan Politik

Berdasarkan data resmi Biografi dari Kedutaan Besar Republik Islam Iran Jakarta, Mohammad Boroujerdi adalah seorang diplomat karier senior dengan spesialisasi mendalam di kawasan Asia-Pasifik. Lahir di Hamedan, Iran, pada 19 Juli 1966, beliau telah mendedikasikan hidupnya pada korps diplomatik dengan latar belakang akademik yang kuat.

Ia diketahui meraih gelar sarjana satu di bidang Hubungan Internasional pada 1994 silam. Namanya juga tercatat menyelesaikan pendidikan magister di bidang Hubungan Politik pada 1994 dari Universitas Kementerian Luar Negeri Iran.

Dari Tenaga Ahli hingga Duta Besar

Sebelum dilantik menjadi Duta Besar untuk Indonesia pada September 2023, Boroujerdi telah menempati berbagai posisi strategis di berbagai belahan dunia.

  • 1995-1997: Tenaga ahli di Kantor Kajian Politik dan Internasional Kementerian Luar Negeri Iran
  • 1997-2001: Ahli Direktorat Jenderal Asia dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Iran
  • 2001-2004: Sekretaris Kedua Kedutaan Besar Iran di Jakarta
  • 2008-2011: Konselor Politik Kedutaan Besar Iran di China
  • 2011-2014: Deputi Direktorat Kedua Asia dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Iran
  • 2014-2018: Wakil Duta Besar Iran untuk Afrika Selatan
  • 2018-2020: Penanggung Jawab Kedutaan Besar Non Residen Iran di Singapura
  • 2020-2021: Penanggung Jawab Direktorat Satu Asia dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Iran di China dan Mongolia
  • 2021-2023: Asisten Dirjen Asia dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Iran
  • 2023: Penanggung Jawab Direktorat Jenderal Asia dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Iran
  • 2023-sekarang: Duta Besar Iran untuk Indonesia

Menginisiasi Sister City dengan Kota Solo

Dalam pertemuannya dengan Wali Kota Solo, Respati Ardi, Boroujerdi secara eksplisit mengutarakan niatnya untuk menjalin kerja sama kota kembar atau sister city. Menurut laporan detikJateng, beliau menilai Solo memiliki karakteristik budaya dan sejarah yang setara dengan kota-kota di Iran.

"Kami telah menempatkan tim di kedutaan kami untuk mempelajari kota di Iran yang setara dengan Solo, baik dari segi populasi maupun kepentingan ekonomi, budaya, sejarah, dan pariwisata untuk kemudian diperkenalkan kepada bapak Wali Kota," terangnya.

Wali Kota Respati Ardi merespons positif inisiasi tersebut. Ia mengatakan pihaknya menerima siapa saja. Wali Kota Solo itu juga menyampaikan harapannya agar konflik panas di Timur Tengah segera berakhir.

"Kami mendoakan bagi semuanya yang terdampak perang ini semoga bisa diampuni dosa-dosanya, dan kami sangat berdoa dan berharap ini segera selesai. Ini tentunya isu kemasyarakatan, isu kemanusiaan, dan bentuk solidaritas dan kemanusiaan, kebersamaan kami masyarakat Indonesia untuk bisa ikut membantu. Dan tentunya tadi disampaikan apabila nanti perang selesai, kami mengajak dari Kadin, dari PHRI, dari HIPMI, dari Gekraf, akan melaksanakan perjanjian ekonomi, perdagangan," ujar Respati.

Adapun mengenai sister city, Respati menyebut bakal dimulai setelah perang selesai.

"Saya rasa tadi beliau menyampaikan apabila nanti perang ini sudah selesai, menurut data dari mereka ada setiap bulannya 50.000 wisatawan dari Iran yang masuk ke Indonesia. Dan beliau berkomitmen nanti ke depan setelah selesai akan menjalankan misi pariwisata dan ekonomi di Indonesia, khususnya di Kota Surakarta," pungkasnya.

Temu Kangen Jokowi Ditemani Lontong Sayur-Gulai Kambing

Agenda di kediaman Sumber berlangsung sangat cair, di mana Jokowi menjamu sang tamu dengan kuliner khas Nusantara yang kaya rempah. Meja makan Jokowi dipenuhi hidangan mulai dari ayam goreng kremes, mie Aceh, telur mata sapi, hingga sajian utama lontong sayur dan gulai kambing.

Boroujerdi tampak sangat terkesan dan menyampaikan apresiasi atas dukungan keluarga Jokowi melalui ucapan duka dari berbagai elemen masyarakat. Ia bahkan memberikan undangan resmi kepada Jokowi untuk berkunjung balik.

"Saya ingin mengundang Yang Mulia juga untuk mencoba untuk mencicipi makanan dari Iran di kediaman saya di Jakarta. Tentu saja saya sangat berharap Yang Mulia bisa menerima undangan tersebut. Merupakan sebuah kehormatan," ucapnya.

Jokowi menutup pertemuan dengan pesan perdamaian bagi dunia, menekankan bahwa stabilitas ekonomi sangat bergantung pada ketenangan geopolitik.

"Dunia ini butuh sebuah dunia yang damai... krisis energi dan minyak yang sekarang dirasakan banyak negara, itu tidak terjadi kalau perang tidak ada. Sehingga kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi semuanya bisa berjalan dengan normal tanpa hambatan," ujar Presiden RI ke-7 itu.

Demikian profil ringkas Mohammad Boroujerdi, Duta Besar Iran untuk Indonesia, yang hari ini melawat ke Solo.

Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom



(num/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads