Selepas menjalani ibadah puasa Ramadhan satu bulan lamanya, umat Islam menyambut kemenangan pada Hari Raya Idul Fitri. Namun, datangnya bulan Syawal tak lantas membuat kebiasaan ibadah berhenti. Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan setelah Ramadan adalah puasa Syawal selama 6 hari.
Puasa Syawal dapat dijadikan sarana untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT. Meski sifatnya sunnah, puasa ini sangat dianjurkan lantaran pahala yang dijanjikan sangat besar. Harapannya, ibadah ini dapat menebus kekurangan ibadah selama bulan Ramadan.
Selain itu, puasa Syawal juga dapat menjaga konsistensi dalam menjalankan puasa setelah berakhirnya bulan Ramadan. Dalam pelaksanaannya, puasa Syawal memiliki aturan serta tata cara tersendiri. Seperti apa tata cara pelaksanaannya dan keutamaan puasa Syawal? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tata Cara dan Niat Puasa Syawal
Puasa Syawal dapat dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal. Mengutip Alfin Nur Rohmatin dalam Hukum Puasa Syawal Antara I'maluddalil dengan Asy Syakku Fi Tsubut Ad Dalil, puasa Syawal lebih utama dilakukan mulai tanggal dua hingga tujuh Syawal secara berturut-turut. Kendati demikian, umat Islam tetap diperbolehkan menjalankannya secara terpisah dan tidak berurutan selama bulan Syawal.
Waktu pelaksanaan puasa Syawal tidak berbeda dengan ketentuan puasa pada umumnya, yakni sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Niat puasa Syawal dapat dilafalkan setiap harinya saat sahur atau sebelum memulai puasa. Adapun bacaan niat puasa Syawal adalah sebagai berikut:
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΨΊΩΨ―Ω ΨΉΩΩΩ Ψ£ΩΨ―ΩΨ§Ψ‘Ω Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω Ψ§ΩΨ΄ΩΩΩΩΩΨ§ΩΩ ΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i sunnatis Syawwali lillahi ta'aalaa
Artinya: Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah.
Dikutip dari laman Nahdlatul Ulama, hukum pelaksanaan puasa Syawal adalah sunnah muakkad. Artinya, amalan ini sangat dianjurkan meski tidak ada kewajiban untuk melakukannya. Berbeda dengan puasa Ramadan, apabila seseorang memiliki udzur dan tidak bisa melaksanakannya, maka tak ada kewajiban untuk mengqadha atau membayar fidyah.
Keutamaan Puasa Syawal
Puasa Syawal memiliki keutamaan yang sangat besar. Berdasarkan sumber yang disebutkan sebelumnya, keutamaan puasa Syawal adalah sebagai berikut:
- Menjalankan enam hari puasa Syawal setara dengan berpuasa setahun penuh.
- Menyempurnakan puasa Ramadhan.
- Menjadi tanda diterimanya puasa Ramadhan.
- Menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT.
- Melatih kedisiplinan serta konsistensi dalam beribadah.
Keutamaan tersebut menunjukkan bahwa puasa Syawal dapat menjadi sarana untuk bertaqwa kepada Allah SWT sekaligus memperkuat kualitas ibadah. Demikian penjelasan tentang tata cara serta keutamaan puasa Syawal. Semoga bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(sto/apl)











































