Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan klaim bahwa pihaknya menang perang melawan Iran. Hanya saja, Trump tidak memberi jawaban secara pasti soal kapan konflik ini berakhir.
Kepada awak media, presiden 79 tahun itu menyebut soal negosiasi yang tengah berlangsung dengan Teheran. Trump menegaskan pihaknya membuka kemungkinan serangan kontinyu kepada infrastruktur energi Iran jika negosiasinya kolaps.
"Saya pikir kita akan mengakhirinya. Saya tidak bisa memberi tahu Anda dengan pasti," ucap Trump saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, seperti dilansir CNN dan The Hill, Rabu (25/3/2026), dilansir detikNews.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda tahu, saya tidak suka mengatakan ini -- kita telah memenangkan ini, karena perang ini telah dimenangkan," tegas Trump merujuk pada perang melawan Iran, saat berpidato setelah pelantikan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS yang baru, Markwayne Mullin, pada Selasa (24/3) waktu setempat.
Ia kemudian menyebut jika ada yang tidak senang perangnya berakhir, itu adalah pemberitaan media soal situasi perang lawan Iran.
"Satu-satunya yang ingin terus memperpanjangnya adalah fake news," sebutnya, mengecam pemberitaan media soal situasi perang melawan Iran yang semakin memburuk.
Sudah berulang kali presiden dari Partai Republik tersebut memberikan pernyataan yang begitu kontras. Di satu sisi, Trump sempat menyatakan perundingan tengah berlangsung yang bisa mengarah ke berakhirnya perang.
Namun, pada momen lainnya, dia mengungkap rentetan serangan baru dapat dilancarkan kepada Iran.
Pada Selasa (24/3), suami Melania Trump ini membeberkan pencapaian militer AS dalam perang yang berlangsung sejak 28 Februari 2026 itu.
"Kita tidak memenangkan perang di mana mereka tidak memiliki angkatan laut dan angkatan udara, dan mereka tidak memiliki apa pun, dan kita benar-benar memiliki pesawat-pesawat yang terbang di atas Teheran dan bagian lain dari negara mereka," klaimnya.
"Mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Misalnya, jika saya ingin menghancurkan pembangkit listrik itu, pembangkit listrik yang sangat besar dan kuat itu, mereka tidak bisa berbuat apa-apa," ucap Trump dalam pernyataannya.
Tak hanya itu. Trump sempat berkata pembunuhan terhadap para pemimpin Iran dan pergantian kepemimpinan Negeri Para Mullah selama konflik sebagai "perubahan rezim".
"Ini benar-benar perubahan rezim karena para pemimpinnya sangat berbeda dari yang kita lihat di awal," ujarnya.
Baca juga: Trump Klaim Menang Perang Lawan Iran |
Terlepas dari pernyataan terbarunya itu, retorika Trump soal berakhirnya perang melawan Iran telah berulang kali berubah-ubah. Pada 9 Maret lalu, misalnya, Trump mengatakan bahwa perang yang saat itu telah berlangsung selama 10 hari "sangat tuntas, hampir sepenuhnya".
Namun beberapa jam kemudian, Trump memberikan isyarat bahwa masih ada yang harus dilakukan: "Kita telah menang dalam banyak hal, tetapi kita belum cukup memenangkannya."
(apu/afn)











































