Arus lalu lintas di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Semarang terpantau ramai lancar dan arus balik pemudik menuju Jakarta mulai meningkat. Puncak arus balik diperkirakan terjadi Selasa besok.
Pantauan detikJateng di Gerbang Tol Kalikangkung, Kecamatan Ngaliyan, kendaraan cukup ramai dari arah Jakarta dan sebaliknya.
Kapospam Kalikangkung, AKP Dimas Arief Wicaksono mengatakan, peningkatan arus kendaraan sudah terlihat sejak siang hari tadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk arus di Gerbang Tol Kalikangkung terpantau cukup ramai lancar. Dominasi kendaraan dari arah Semarang menuju Jakarta," kata Dimas kepada detikJateng di GT Kalikangkung, Senin (23/3/2026).
Ia menyebut volume kendaraan arus balik menuju Jakarta berkisar antara 1.500-3.000 kendaraan per jam. Pada pukul 14.00-15.00 WIB, tercatat sekitar 2.700 kendaraan melintas.
Sementara itu arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Semarang juga masih terpantau ramai.
"Jumlah total kendaraan masuk GT Kalikangkung pukul 17.00 WIB mencapai 29.127. Jumlah total kendaraan keluar GT Kalikangkung mencapai 17.812," ujarnya.
"Untuk arah Jakarta ke Semarang masih di kisaran 1.000 sampai 2.000 kendaraan per jam. Masih ramai, tapi memang lebih banyak yang ke arah Jakarta," lanjutnya.
Pada periode yang sama di hari Minggu (22/3) kemarin, jumlah total kendaraan dari arah Semarang menuju Jakarta mencapai 17.045 unit, dan jumlah kendaraan dari arah Jakarta menuju Semarang mencapai 26.371 unit.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, petugas telah mengoperasikan sejumlah gardu tol. Sebanyak 11 gardu dibuka untuk arus menuju Jakarta, terdiri dari 7 gardu utama dan 4 gardu satelit.
"Untuk jalur mudik Jakarta menuju Semarang, 5 gardu utama ditambah 9 gardu satelit, berarti 14," ujarnya.
Meski arus balik mulai meningkat, Dimas menyebut kondisi saat ini masih terkendali.
"Masih bisa dikendalikan, masih kondusif. Kemungkinan puncak arus balik besok, tanggal 24 Maret," ucapnya.
Ia menambahkan, masih tingginya arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Semarang diduga merupakan mobilitas lokal masyarakat di wilayah aglomerasi, seperti Kendal dan sekitarnya, yang melakukan silaturahmi atau wisata selama libur Lebaran.
"Kalau one way kami masih menunggu petunjuk dari pimpinan, menunggu instruksi. Apabila situasi memungkinkan, kami tentu siap melaksanakan," tegasnya.
(dil/dil)
