Rencana pria asal Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, merayakan malam takbiran dengan petasan berubah petaka. Petasan yang sedang diraciknya keburu meledak dan membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit.
Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto mengatakan korban bernama Muhammad Nur Attamimi (19). Peristiwa ini terjadi pada Jumat (20/3/2026) pukul 16.30 WIB dan baru dilaporkan ke polisi pukul 23.00 WIB.
Menurut Arif, kejadian bermula ketika korban melubangi cetakan petasan dengan paku berukuran lima senti meter. Cetakan itu kemudian diisi bahan petasan yang sudah diracik korban.
"Selanjutnya korban menutup ujung petasan dengan cara memukul petasan tersebut akhirnya terjadi ledakan," kata Arif melalui pesan WhatsApp pada detikJateng, Sabtu (21/3/2026) pagi.
Arif menjelaskan suara ledakan itu terdengar oleh tetangga sebelah timur rumah korban yang sedang memasak. Tetangga itu kemudian memeriksa sumber suara ledakan itu.
"Saksi mengecek kondisi di dalam rumah dan ternyata terdapat bekas ledakan dari kamar rumah depan sebelah barat," ujar Arif.
Selain melihat bekas ledakan, Arif menjelaskan saksi itu juga melihat korban sudah terkapar dengan sejumlah luka. Saksi lalu menghubungi bapak korban yang sedang mengirim kambing di desa lain.
"Korban tergeletak mengalami luka di bagian mata, lebam, dan pada tangan kanan terdapat luka bakar yang diduga akibat membuat petasan," terang Arif.
"Kemudian saksi menghubungi bapak korban, Muanam yang sedang mengirim kambing di Desa Latak. Selain itu saksi berteriak meminta tolong dan didengar oleh warga sekitar," tambahnya.
Setelah warga sekitar datang karena terpancing teriakan saksi, menurut Arif, korban kemudian dibawa ke sebuah klinik.
"Warga sekitar datang dan membawa korban ke Klinik Medika Farma Desa Jeketro," ungkap Arif.
Kejadian ini baru dilaporkan ke Polsek Gubug pukul 23.00 WIB. Korban kemudian dirujuk ke RSUD Purwodadi.
"Korban masuk di IGD RSUD Purwodadi sekitar pukul 00.30 WIB. Korban mengalami luka bakar di area wajah dan leher, luas luka bakar sekitar 4,5 persen. Kemudian luka di lengan bawah kiri fraktur atau patah," beber Arif.
Arif menyebut korban juga mengalami luka lecet di bagian wajah, leher, lengan dan kaki, serta luka lebam di kedua mata.
"Korban mengeluh sakit di kedua mata karena lebam, tidak bisa dibuka dan mengeluarkan cairan terus menerus diduga akibat ledakan," kata Arif.
Berdasarkan hasil olah TKP, ditemukan sejumlah bekas serbuk diduga bahan petasan seperti potasium, kalium klorida, hingga serbuk kembang api berwarna hitam yang digunakan untuk membuat sumbu.
Selain itu, rumah yang digunakan korban sebagai tempat meracik petasan mengalami kerusakan di dinding yang jebol selebar 15 sentimeter, bagian atap berantakan, dan lantai kayu rusak bekas terbakar.
Simak Video "Video Api Abadi Mrapen Padam, Kenapa?"
(aku/aku)