Salat Id di Masjid Al Aqsha Klaten, Jemaah Meluber Sampai Halaman

Salat Id di Masjid Al Aqsha Klaten, Jemaah Meluber Sampai Halaman

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Sabtu, 21 Mar 2026 08:44 WIB
Suasana Salat Id di Masjid Agung Al Aqsha Klaten, Sabtu (21/3/2026).
Suasana Salat Id di Masjid Agung Al Aqsha Klaten, Sabtu (21/3/2026). (Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng)
Klaten -

Ribuan umat Islam melaksanakan ibadah salat Idul Fitri 1447 H di Masjid Agung Al Aqsha, Klaten. Jemaah yang tidak tertampung di masjid melaksanakan salat sampai ke halaman.

Jemaah berdatangan sekitar pukul 06.00 WIB dari berbagai wilayah di Klaten. Parkir mobil di halaman depan penuh sejak awal.

Sebagian mobil jemaah ditampung di SPBU Jonggrangan, Jalan Jogja-Solo dan Jalan Mayor Kusmanto. Lantai satu dan dua dipenuhi jemaah pria.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jemaah yang datangnya belakang untuk pria meluber ke halaman utara sampai di sela tempat parkir sepeda motor. Jemaah wanita menggunakan hall depan masjid sampai dekat air mancur.

Meski meluber, Salat Id di Masjid Al Aqsha berlangsung khidmat dihadiri Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo dan Forkompimpda. Sebagai imam ustadz Miftakhul Khoir dan khatib KH Syamsuddin Asyrofi.

ADVERTISEMENT

Dalam khutbahnya yang cukup panjang Syamsuddin menjelaskan saat ini umat telah memasuki 1 Syawal untuk peningkatan diri setelah dilatih berbagai hal selama Ramadan. Untuk itu bulan Syawal harus diikuti dengan peningkatan kemuliaan.

"Marilah kita ikuti dengan peningkatan-peningkatan yang sangat mulia, meningkatkan kualitas keislaman dan keimanan kita. Manusia diciptakan oleh Allah, dituntun rasulnya dan dibimbing para pemimpinnya," kata Syamsuddin, Sabtu (21/3/2026) pagi.

Menurut Syamsuddin, bulan Syawal juga bulan untuk meningkatkan loyalitas umat kepada pemimpin atau ulil amri. Sebagaimana disebut dalam tafsir Ibnu Katsir.

"Di dalam tafsir Ibnu Katsir, Ulil Amri itu bermakna dua. Satu adalah al ulama dan yang kedua adalah Al Umara," jelasnya.

Untuk soal agama, ibadah Al-Quran, hadist sampai ijtihad, sebut Syamsuddin, berasal dari nabi, para sahabat, dan diteruskan para ulama sehingga para ulama memiliki otoritas. Maka wajib untuk mengikuti para ulama.

"Kita wajib mengikuti bagaimana para ulama kita dalam ibadah dan seterusnya. Kenapa para Ulil Amri pemerintah ? Karena pemimpin itu penting sekali, dari bawah sampai atas membutuhkan kepemimpinan," lanjut Syamsuddin.

Syamsuddin mengatakan, jika pemimpin itu baik, berkualitas, berkeadilan, akan merembes kepada masyarakat yang dipimpin. Jika pemimpin salah dan tidak berkeadilan juga akan merembes ke masyarakat.

"Tapi sebaliknya apabila pemimpin salah, khilaf, tidak adil dan tidak memiliki kearifan akan berefek pada masyarakat. Oleh karena itu para pemimpin yang dipilih oleh rakyat kita wajib mentaatinya, kapan kita tidak boleh mentaati? Apabila dia tidak adil, melakukan kesalahan dan melakukan tindakan tidak terpuji, maksiat dan kebijakan yang salah kita tidak wajib mentaati, " imbuh Syamsuddin.

Salat Id tidak hanya digelar di Masjid Agung, tapi juga di Alun-alun Klaten, lapangan Mapolres Klaten, dan lainnya. Di alun-alun kota, sebagai imam KH Ahmad Syamsuddin dan khatib ketua MUI, KH Hartoyo.



(aku/aku)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads