Ada rambu unik di Tanjakan Sigar Bencah di Jalan Imam Soeparto, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Semarang. Rambu itu berupa imbauan kepada pengendara untuk membaca selawat. Rambu unik itu sudah lama dipasang di lokasi itu.
Saat hendak naik atau turun melewati tanjakan Sigar Bencah, terdapat beberapa papan penanda untuk membaca selawat dan kalimat thayyibah, yaitu Subhanallah saat hendak turun serta Allahu Akbar saat akan naik.
Camat Tembalang, Abdul Haris Nur Hidayat mengatakan rambu-rambu itu dipasang sudah sejak sekitar 3-4 tahun lalu. Menurutnya, rambu-rambu itu dipasang untuk menciptakan ketenangan para pengendara di jalur yang dikenal rawan kecelakaan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah ada sekitar 3-4 tahun lalu, dulu sepertinya rambu bacaan selawat itu dipasang pada era camat sebelumnya," kata Haris saat ditemui detikJateng di kantornya, Senin (9/3/2026).
Dia menyebut secara umum tanjakan tersebut memang cukup panjang sehingga rawan kecelakaan. Kondisi itu masih ditambah dengan berbagai cerita horor yang berkembang dari mulut ke mulut tentang tanjakan tersebut.
"Jalan ini kok agak rawan, kalau kita umat Islam, itu baca selawat kan lebih bagus. Kalau orang Jawa, tempat-tempat yang seperti itu kan kadang-kadang sok dianggap wingit (angker), akhirnya kan butuh ketenangan, suruh baca ini (selawat dan kalimat thayyibah), untuk mengingatkan saja," imbuh dia.
Selain merupakan jalur rawan kecelakaan, tanjakan Sigar Bencah dikenal cukup wingit. Haris menceritakan beberapa bulan lalu sempat ada tumpahan solar misterius yang 'menghantui' tanjakan tersebut.
"2-3 bulan lalu itu yang aneh. Tiap hari itu ada solar tumpah. Tumpah di jam yang sama dan di tempat yang sama, kan aneh," tutur Haris.
"Waktu orang-orang pulang kerja, sekitar jam 15.00 WIB, selama dua minggu hampir berturut-turut. Mobil sampai keblusuk, motor banyak yang jatuh," lanjutnya.
Tanjakan Sigar Bencah Semarang yang dilengkapi rambu Selawat. Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng |
Haris mengungkapkan kejadian itu kemudian mendapat perhatian dari sejumlah pihak untuk dilakukan pengintaian. Namun setelah pengintaian selama beberapa kali, kejadian itu tak pernah terulang kembali.
"Setelah diintai tidak ada lagi. Jadi kita tidak tahu pasti apakah itu ada unsur kesengajaan atau seperti apa," tukas Haris.
Sejarah Sigar Bencah
Sementara itu, Bendahara Kantor Kecamatan Tembalang, Imam Karonto Wachid menjelaskan tentang sejarah adanya tanjakan ini. Semula, tanjakan Sigar Bencah merupakan jalan setapak yang menghubungkan Kelurahan Meteseh dengan Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang.
"Nama Sigar Bencah sudah ada sejak zaman dulu kala, artinya terbelah karena jalan itu berada di lokasi perbukitan yang terbelah," kata Imam saat ditemui di Kantor Kecamatan Tembalang, Senin (9/3/2026).
"Dulu Sigar Bencah berupa jalan setapak yang tidak bisa dilalui kendaraan. Jadi kalau orang daerah Meteseh kalau naik ke daerah Bulusan itu jalan kaki," sambungnya.
Imam menjelaskan pembangunan jalan tanjakan Sigar Bencah dilakukan pada awal tahun 90-an. Pembangunan tersebut seiring dengan pemekaran wilayah di Kota Semarang dari 9 menjadi 16 kecamatan, termasuk Tembalang.
"Adanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 tahun 1992 itu dasarnya kan penataan wilayah, di sini ada yang namanya Kecamatan Tembalang, Kantornya di Bulusan. Sehingga dibangun juga Jalan Sigar Bencah agar yang dari Meteseh tidak perlu memutar kalau mau ke kantor kecamatan," jelas Imam.
"Kecamatan Tembalang ini mulai aktif sebagai Kantor Kecamatan Tembalang itu bulan April tahun 1993. Setelah jalan ini (Sigar Bencah) jadi, pembangunan kecamatan juga sudah jadi," tambahnya.
Imam juga menceritakan tanjakan Sigar Bencah sudah dikenal wingit sejak masih berupa jalan setapak. Menurut Imam, orang-orang juga mengenal daerah itu sebagai kerajaan setan (demit).
"Cerita dari orang-orang tua dulu memang daerah situ istilahnya wong ngarani kayak kerajaan demit (orang menyebut seperti kerajaan setan) itu kalau nggak salah. Istilahnya wingit nek wong Jawa ngarani (angker kalau orang Jawa bilang)," ujar Imam.
Kendati tidak mengalami langsung, Imam yang juga warga setempat mengaku kerap mendengar cerita-cerita horor terkait tanjakan tersebut.
"Kalau rasa merinding (saat melintas) ada, tapi saya ndak pernah melihat langsung. Tapi katanya ada yang tiba-tiba melihat ular besar lewat itu juga ada," ujar Imam.
Merupakan Jalur Alternatif
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto mengatakan tanjakan Sigar Bencah merupakan salah satu jalur alternatif untuk masuk ke Kota Semarang, termasuk untuk arus mudik. Menurutnya, kecelakaan kerap terjadi di tanjakan Sigar Bencah dikarenakan kondisi jalan yang gelap dan curam.
"Jalur tersebut merupakan jalur alternatif yang disarankan oleh pihak kepolisian manakala untuk masuk wilayah Kota Semarang ini cukup padat. melalui jalur Tembalang, masuk Kota Semarang, Sigar Bencah salah satu jalur yang direkomendasikan," kata Artanto saat ditemui detikJateng di ruang kerjanya, Selasa (17/3/2026).
"Sigar Bencah itu ciri khasnya kemiringannya cukup curam kemudian belokannya cukup tajam, kemudian di situ kan jalurnya gelap," sambungnya.
Terkait dengan kondisi jalan tersebut, Artanto menyebut sejumlah pihak telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk menekan angka kecelakaan.
"Sigar Bencah itu sudah dilakukan betonisasi sehingga jalurnya cukup lebar dan juga cukup nyaman untuk dilewati dan kita kepolisian sudah mempersiapkan rambu-rambu untuk mengantisipasi supaya tidak terlalu berbahaya bagi pengemudi yang lewat di sana," ujar Artanto.
"Kemudian jalur penyelamatan itu digunakan hanya untuk keadaan emergency. Manfaatkan jalur tersebut apabila memang emergency di di tempat tersebut," imbuhnya.
Selain itu, Artanto juga mengimbau kepada para pengguna jalan yang melintas di Tanjakan Sigar Bencah agar mengutamakan keselamatan saat berkendara, serta memeriksa kondisi kendaraan yang digunakan.
"Rekan-rekan pemotor maupun pemobil hati-hati melewati jalur tersebut, tidak perlu ngebut dan pastikan kelayakan kendaraannya khususnya pengereman dan sebagainya," imbau Artanto.
"Supaya kita safety, jangan cepat-cepat (ngebut), kemudian pakai gigi rendah dan juga waspada itu kunci utama melalui jalur Sigar Bencah tersebut," pungkasnya.
(alg/apl)

