Heboh Mayat Bayi Ditemukan Terbawa Arus Sungai Senjoyo Semarang

Heboh Mayat Bayi Ditemukan Terbawa Arus Sungai Senjoyo Semarang

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Selasa, 17 Mar 2026 15:04 WIB
Mayat bayi di aliran Sungai Senjoyo Semarang.
Ilustrasi penemuan mayat bayi di Kabupaten Semarang. Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Semarang -

Sesosok mayat bayi perempuan menghebohkan warga Dusun Gunung, Desa Boto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, hari ini. Jasad itu ditemukan di tumpukan kayu aliran Sungai Senjoyo.

Kapolsek Bringin, AKP Sudaryono, mengatakan jenazah bayi itu mulanya diketahui oleh warga setempat, Liman (61), sekitar pukul 06.30 WIB. Liman saat itu sedang mencari ikan serta mengumpulkan kelapa yang hanyut di Sungai Senjoyo.

"Saat berada di pinggiran sungai, saksi melihat sesosok bayi berada di tengah tumpukan kayu yang terbawa arus," kata Sudaryono dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Selasa (17/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudaryono melanjutkan, begitu menemukan jenazah bayi tersebut, Liman segera kembali ke rumah untuk melaporkan kepada perangkat dusun. Bersama tetangganya, Dwiki Supriyanto (26), Liman kemudian kembali ke sungai untuk memastikan temuan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Setelah dipastikan bahwa bayi tersebut telah dalam kondisi meninggal dunia, kejadian itu langsung dilaporkan kepada Polsek Bringin," ujar Sudaryono.

Sekitar pukul 08.00 WIB, Sudaryono beserta jajarannya tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Ia juga berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Semarang dan tenaga medis dari Puskesmas Bancak.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh tim medis dan Inafis, Sudaryono mengungkapkan jasad bayi itu berusia sekitar sembilan bulan. Bayi malang tersebut diperkirakan sudah meninggal dunia 1-3 hari lalu.

"Pemeriksaan awal, bayi diperkirakan berusia sembilan bulan dalam kandungan atau diperkirakan baru lahir, dengan panjang sekitar 48 sentimeter dan berat kurang lebih 1,5 kilogram. Bayi diduga meninggal dunia sekitar 1 hingga 3 hari sebelum ditemukan," jelas Sudaryono.

Sudaryono juga membeberkan bayi itu ditemukan dalam kondisi tali pusar terputus tanpa adanya tindakan medis, tidak ditemukan plasenta, serta terdapat luka pada bagian dada sebelah kanan. Kini jenazah itu telah dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk diautopsi.

"Korban telah kami evakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian secara pasti," terang Sudaryono.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Sudaryono juga mengimbau kepada masyarakat apabila mengetahui informasi terkait peristiwa ini agar segera melaporkannya.




(apu/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads