Tragis! Janin Ditemukan Dalam Kaleng Bekas Roti di Semarang

Tragis! Janin Ditemukan Dalam Kaleng Bekas Roti di Semarang

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Senin, 16 Mar 2026 15:38 WIB
Lokasi penemuan janin dalam kaleng roti di Dusun Jetis, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Senin (16/3/2026).
Lokasi penemuan janin dalam kaleng roti di Dusun Jetis, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Senin (16/3/2026). Foto: Dok. Polres Semarang
Semarang -

Warga Dusun Jetis, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, dihebohkan dengan penemuan janin berjenis kelamin perempuan di bawah jembatan. Janin itu dalam kondisi terbungkus kain pel di dalam kaleng bekas roti.

Kapolsek Ungaran Barat, Kompol Sugiyarta, mengatakan peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 10.13 WIB tadi. Janin itu mulanya ditemukan oleh anak-anak di dusun setempat.

"Saat itu sejumlah anak kampung setempat yang sedang bermain di sekitar aliran sungai melihat sebuah bungkusan mencurigakan. Bungkusan tersebut kemudian dibuka dan ditemukan sebuah kaleng bekas roti yang di dalamnya terdapat orok," kata Sugiyarta dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anak-anak itu kemudian memberitahukan temuan tersebut ke warga sekitar, Restu Handayani (34). Restu lalu memberitahu tetangga lain, Moh Roni (61) yang kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan temuan tersebut.

"Setelah diperiksa, diketahui bahwa bungkusan tersebut berisi orok bayi perempuan yang sudah dalam keadaan meninggal dunia," ujar Sugiyarta.

ADVERTISEMENT

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada polisi. Anggota Polsek Ungaran Barat kemudian mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP.

"Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami bersama tim langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP serta berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Semarang dan tenaga medis guna memastikan kondisi korban," tutur Sugiyarta.

Menurut dia, korban merupakan bayi berjenis kelamin perempuan dengan usia kandungan diperkirakan sekitar 7-8 bulan. Berat janin itu sekitar 2 kilogram.

"Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia akibat lahir dalam kondisi prematur. Diperkirakan bayi tersebut telah meninggal sekitar empat jam sebelum ditemukan warga," ungkap Sugiyarta.

Petugas kemudian mengevakuasi jenazah bayi tersebut dan membawanya ke RS Bhayangkara. Saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang diduga membuang janin tersebut.

"Kami masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi serta petunjuk di sekitar lokasi kejadian untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa ini," pungkas Sugiyarta.




(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads