Benarkah Lailatul Qadar Malam 27 Ramadan? Cek Dalil, Jadwal, dan Tandanya!

Benarkah Lailatul Qadar Malam 27 Ramadan? Cek Dalil, Jadwal, dan Tandanya!

Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy - detikJateng
Senin, 16 Mar 2026 14:25 WIB
Langit malam berwarna biru tua yang tenang. Di bagian bawah, siluet hitam pepohonan menghiasi.
Ilustrasi Lailatul Qadar (Foto: Free Nature Stock/Pexels)
Solo -

Malam Lailatul Qadar merupakan malam paling istimewa dalam bulan Ramadan yang selalu dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Malam ini dikenal sebagai malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan, bahkan nilainya disebut lebih baik dari seribu bulan. Karena itu, banyak umat Islam berusaha memperbanyak ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan dengan harapan dapat meraih keutamaannya.

Menurut keterangan di laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), Lailatul Qadar diyakini sebagai malam ketika Allah SWT menurunkan wahyu-Nya kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, malam tersebut juga dipercaya sebagai waktu yang penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan, di mana doa-doa yang dipanjatkan umat Islam memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.

Karena keistimewaannya, banyak orang mencoba mencari tahu kapan tepatnya malam Lailatul Qadar terjadi. Salah satu pendapat yang cukup populer di kalangan umat Islam adalah bahwa malam tersebut jatuh pada tanggal 27 Ramadan. Namun, apakah benar demikian? Para ulama memiliki berbagai pendapat mengenai hal ini. Simak pembahasan kompletnya di bawah ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keutamaan Malam Lailatul Qadar dalam Al-Quran

Dalam Islam, kemuliaanLailatul Qadar dijelaskan secara langsung dalam Al-Quran, khususnya dalam surah Al-Qadr. Dalam ayat tersebut disebutkan:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ، لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

ADVERTISEMENT

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS Al-Qadr: 1-5)

Disadur dari NU Online, malam Lailatul Qadar merupakan bentuk kasih sayang Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW. Pada malam tersebut malaikat turun ke bumi membawa rahmat serta keselamatan bagi orang-orang yang beriman.

Dalam salah satu riwayat yang dikutip dari penjelasan Ibnu 'Arabi dalam kitab Ahkamul Quran, disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah diperlihatkan usia umat-umat terdahulu yang sangat panjang. Nabi kemudian merasa khawatir umatnya tidak dapat menandingi amal ibadah mereka. Oleh karena itu Allah SWT memberikan Lailatul Qadar sebagai malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Dengan adanya malam tersebut, umat Islam memiliki kesempatan memperoleh pahala yang sangat besar dalam waktu yang relatif singkat.

Benarkah Lailatul Qadar Malam 27 Ramadan?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah Lailatul Qadar selalu jatuh pada malam 27 Ramadan. Memang terdapat pendapat yang mengarah pada tanggal tersebut.

Dalam buku Misteri Kedua Belah Tangan dalam Shalat, Zikir, dan Doa karya Badruddin Hasyim Subky dijelaskan bahwa sejumlah sahabat Nabi dan ulama berpendapat Lailatul Qadar umumnya terjadi pada malam ke-27 Ramadan. Pendapat ini dipegang oleh tokoh-tokoh seperti Ubay bin Ka'ab, Ibnu Abbas, Ibnu Mas'ud, serta Imam Syafi'i yang merujuk pada pendapat Hasan al-Bashri.

Bahkan, disebutkan dalam buku Fikih I'tikaf dan Lailatul Qodr tulisan Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Ubay bin Ka'ab pernah bersumpah bahwasanya Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-27 Ramadan.

Selain itu, terdapat pula penafsiran yang mengaitkan angka 27 dengan struktur surah Al-Qadr. Disebutkan bahwa jumlah huruf tertentu dalam surat tersebut serta pengulangan kata tertentu menghasilkan angka yang dikaitkan dengan malam ke-27 Ramadan.

Namun demikian, tidak semua ulama sepakat bahwa Lailatul Qadar selalu jatuh pada tanggal tersebut. Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari menjelaskan adanya sekitar 45 pendapat mengenai waktu terjadinya Lailatul Qadar.

Dari berbagai pendapat tersebut, pandangan yang paling kuat menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada salah satu malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Malam-malam yang dimaksud adalah malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan. Pendapat ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW berikut:

وعن عائشة رضي الله عنها، قالت: كَانَ رسولُ الله - صلى الله عليه وسلم - يُجَاوِرُ في العَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ، ويقول: «تَحَرَّوا لَيْلَةَ القَدْرِ في العَشْرِ الأوَاخِرِ مِنْ رَمَضانَ». متفقٌ عَلَيْهِ.

Artinya: "Carilah lailatul qadar itu dalam malam sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan." (Muttafaq 'alaih)

Hadis lain juga menegaskan agar mencarinya pada malam ganjil:

«تَحَرَّوْا لَيْلَةَ القَدْرِ في الوَتْرِ مِنَ العَشْرِ الأوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ».

Artinya: "Carilah Lailatul Qadar itu dalam malam ganjil dari sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan." (HR Bukhari)

Selain itu terdapat riwayat lain yang menyebutkan kemungkinan malam tersebut berpindah-pindah setiap tahunnya. Dalam hadits riwayat Imam Ahmad disebutkan bahwa Lailatul Qadar dapat terjadi pada malam ke-21, 23, 25, 27, 29, atau bahkan malam terakhir Ramadan. Karena waktunya menjadi rahasia di sisi Allah SWT, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan pada 10 malam terakhir Ramadan sehingga bila Lailatul Qadar tiba, keutamaannya dapat diraih.

Jadwal Malam 27 Ramadan 2026

Meskipun tidak ada kepastian mengenai tanggal pasti Lailatul Qadar, umat Islam tetap dapat memperkirakan malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, termasuk malam ke-27. Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah tahun 1447 H, ada 2 kemungkinan tanggal malam ke-27 Ramadan 2026.

Jika mengikuti penetapan Muhammadiyah, maka malam ke-27 Ramadan tersebut jatuh pada Minggu malam, 15 Maret 2026. Sementara itu, berdasarkan penetapan pemerintah Indonesia, malam 27 Ramadan bertepatan dengan Senin malam, 16 Maret 2026.

Perbedaan ini terjadi karena metode yang digunakan dalam menentukan awal Ramadan berlainan. Meski begitu, kedua tanggal di atas tetap berada dalam koridor sepuluh malam terakhir Ramadan yang diyakini sebagai waktu paling potensial terjadinya Lailatul Qadar.

Tanda-tanda Datangnya Malam Lailatul Qadar

Dikutip dari laman MUI, terdapat beberapa tanda yang dapat menjadi petunjuk datangnya Lailatul Qadar. Di antaranya adalah Lailatul Qadar tidaklah hujan, tidak pula panas. Umat Islam yang beruntung bersua dengan malam penuh kemuliaan itu merasakan ketenangan untuk beribadah.

Selain itu terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Ubay bin Ka'ab mengenai tanda pada pagi hari setelah malam Lailatul Qadar:

هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.

Artinya: "Malam itu adalah malam kedua puluh tujuh dari Ramadan. Tanda-tandanya ialah matahari terbit pada pagi harinya berwarna putih tanpa memancarkan sinar yang menyilaukan." (HR Muslim)

Hadits lain juga menggambarkan suasana malam tersebut:

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

Artinya: "Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan, tidak panas dan tidak dingin. Pada pagi harinya matahari terbit dalam keadaan lemah dan kemerah-merahan." (HR Ath Thayalisi dan Al Baihaqi)

Dalam buku Rahasia Kedahsyatan 12 Waktu Mustajab untuk Berdoa karya Nurhasanah Namin, dijelaskan pula pendapat Syaikh Ibnu 'Utsaimin mengenai tanda-tanda lain dari malam tersebut. Beberapa tanda yang disebutkan antara lain munculnya ketenangan hati bagi orang yang beribadah, suasana malam yang terasa sejuk dengan angin yang bertiup lembut, serta kenikmatan yang lebih dalam ketika menjalankan ibadah seperti sholat malam atau membaca Al-Quran.

Meski banyak ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar kemungkinan besar terjadi pada malam 27 Ramadan, tidak ada kepastian mutlak mengenai waktunya. Karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan dengan berbagai ibadah seperti sholat malam, membaca Al-Quran, dzikir, serta memperbanyak doa. Dengan cara tersebut, peluang untuk meraih keberkahan malam yang lebih baik dari seribu bulan menjadi semakin besar.

Semoga pembahasannya menjawab pertanyaan detikers, ya!

Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(num/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads