SPPG Mojosongo Solo Minta Maaf Usai Menu MBG Disentil Pandji Pragiwaksono

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Sabtu, 14 Mar 2026 20:06 WIB
Menu MBG yang disentil Pandji Pragiwaksono di Threads. Foto: Tangkapan Layar akun Thread Pandji Pragiwaksono
Solo -

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojosongo, Solo, meminta maaf buntut menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disorot komika Pandji Pragiwaksono karena dianggap tidak layak konsumsi. SPPG itu pada Jumat (13/3) kemarin sempat disidak Wali Kota Solo Respati Ardi.

Permintaan maaf tersebut disampaikan SPPG Mojosongo melalui akun Instagram @sppg.mojosongo_ska.

"KLARIFIKASI DAN PERMOHONAN MAAF
Menanggapi berbagai masukan dan kritik yang kami terima, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan kekaduhan yang terjadi.

Kami ingin mengklarifikasi bahwa menu yang beredar dalam foto tersebut memang merupakan menu yang kami sediakan. Namun, foto tersebut menampilkan porsi kecil dengan harga Rp8.000, sedangkan kami juga menyediakan porsi besar dengan harga Rp10.000.

Dari sisi harga, menu tersebut telah disesuaikan dengan porsi yang diberikan, yaitu Rp8.000 untuk porsi kecil. Tampilan pada foto terlihat lebih sedikit karena faktor
penataan serta proses pengemasan vakum yang membuat tampilan makanan menjadi kurang menarik.

Apabila terdapat ketidaksesuaian pada produk yang diterima, kami siap memberikan kompensasi. Pendataan dapat dilakukan melalui PIC sekolah agar kami dapat mengetahui kekurangan yang terjadi dan segera memberikan penggantian.

Sekali lagi kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami agar ke depan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.

Terima kasih atas perhatian dan masukannya," demikian pernyataan SPPG Mojosongo seperti dilihat detikJateng, Sabtu (14/3/2026).

Respati Ngaku Prihatin

Dalam siaran persnya, Respati mengaku prihatin dengan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada penerima manfaat terutama di bulan Ramadan. Sebab, banyak laporan atau aduan yang masuk dari masyarakat terkait nilai gizi dan kualitas makanan tak layak konsumsi.

"Saya prihatin dengan benyaknya laporan dan komplain, tapi kami di Pemkot akan segera mengkonsolidasikan dengan Dinas Perdagangan. Kami sudah mengetahui kenapa menu menjadi seperti ini. Salah satunya suplai yang mungkin ada beberapa oknum. Nanti akan kita sampaikan lebih lanjut," kata Respati, dalam siaran pers yang diterima detikJateng, Sabtu (14/3).

Menu-menu MBG yang dibagikan akhir-akhir ini akan menjadi bahan evaluasi. Pemkot Solo akan melakukan koordinasi dengan Dinas terkait untuk mencari tahu permasalahan tersebut. Termasuk menelusuri suplai bahan makanan yang kemungkinan mengalami masalah.

Dirinya juga meminta kepada pelaksana program MBG untuk menjaga integritas dan menjalankan tugas dengan tanggung jawab. Menurutnya, program MBG harus berlangsung optimal karena menyangkut pemenuhan gizi masyarakat.

"Insyaallah keluhan warga akan kita teruskan terutama terkait SPPG-SPPG yang menunya tidak sesuai. Kita akan perjuangkan keluhan warga," ucapnya.

Terkait penghentian operasional SPPG, Respati mengatakan jika kewenangan tersebut berada di BGN. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memastikan akan terus memberikan masukan-masukan pelaksanaan program MBG di Solo.




(apu/apu)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork