Profil Syamsul Auliya Rachman Bupati Cilacap yang Kena OTT KPK

Profil Syamsul Auliya Rachman Bupati Cilacap yang Kena OTT KPK

Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy - detikJateng
Jumat, 13 Mar 2026 17:32 WIB
Bupati Cilacap
Syamsul Aulia Rachman Bupati Cilacap. (Foto: dok. Laman Pemkab Cilacap)
Solo -

Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menjadi perhatian publik. Operasi tersebut dilakukan terhadap sejumlah pihak yang diduga terkait dengan suatu perkara yang sedang ditangani oleh lembaga antirasuah tersebut.


Dalam operasi tersebut, salah satu pihak yang diamankan adalah Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman. Informasi ini dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dimintai konfirmasi mengenai kabar penangkapan kepala daerah tersebut.

"Benar," kata Fitroh, dikutip dari detikNews, Jumat (13/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, KPK belum menjelaskan secara rinci mengenai pihak lain yang turut terjaring dalam operasi tersebut maupun perkara yang menjadi latar belakang OTT di Cilacap. Pihak yang diamankan saat ini masih berstatus sebagai terperiksa, sementara KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka sesuai dengan prosedur penanganan perkara.

Peristiwa ini membuat nama Syamsul Auliya Rachman menjadi sorotan publik. Ia diketahui merupakan kepala daerah yang saat ini menjabat sebagai Bupati Cilacap dan sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Bupati di daerah yang sama. Berikut profil Syamsul Auliya Rachman Bupati Cilacap.

ADVERTISEMENT

Riwayat Pendidikan Syamsul Auliya Bupati Cilacap

Berdasarkan data yang tercantum pada laman Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU), Syamsul Auliya Rachman menempuh pendidikan formal yang berkaitan dengan bidang pemerintahan dan administrasi publik. Pendidikan menengahnya diselesaikan di SMA Negeri 1 Cilacap pada periode 2000 hingga 2003. Setelah lulus dari sekolah menengah, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), salah satu lembaga pendidikan kedinasan yang menyiapkan aparatur pemerintah daerah.

Di IPDN, Syamsul mengambil program Sarjana Sains Terapan Pemerintahan dan menempuh pendidikan pada periode 2004 hingga 2008. Pendidikan di institusi tersebut umumnya menekankan pada pembelajaran mengenai administrasi pemerintahan, tata kelola daerah, serta berbagai aspek yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan di tingkat daerah.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana terapan dan menjalani karier di lingkungan pemerintahan, Syamsul kemudian melanjutkan studi ke jenjang magister. Ia tercatat menempuh pendidikan Magister Sains di Universitas Jenderal Soedirman pada periode 2010 hingga 2013. Pada jenjang ini, pendidikan yang ditempuh berkaitan dengan pengembangan ilmu sosial dan kebijakan publik yang relevan dengan penyelenggaraan pemerintahan.

Beberapa tahun kemudian, ia kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral. Syamsul tercatat menempuh pendidikan Doktor di Institut Pemerintahan Dalam Negeri Jakarta pada periode 2018 hingga 2021. Pendidikan doktoral tersebut berfokus pada kajian pemerintahan dan kebijakan publik yang berkaitan dengan tata kelola pemerintahan daerah. Dengan latar belakang pendidikan tersebut, Syamsul memiliki pendidikan formal yang berjenjang di bidang pemerintahan hingga tingkat doktoral.

Riwayat Jabatan di Pemerintahan

Menurut informasi pada laman resmi Pemerintah Kabupaten Cilacap, Syamsul Auliya Rachman memulai kariernya di lingkungan birokrasi pemerintahan daerah sebelum kemudian menduduki jabatan sebagai kepala daerah di Kabupaten Cilacap. Pengalaman awalnya di pemerintahan dimulai dari jabatan struktural di tingkat kecamatan.

Pada tahun 2012, ia tercatat menjabat sebagai Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantibum) di Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap. Jabatan ini berkaitan dengan pengelolaan urusan ketentraman dan ketertiban masyarakat di wilayah kecamatan, termasuk koordinasi dengan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat dalam menjaga stabilitas dan ketertiban lingkungan.

Setelah itu, pada tahun 2013 Syamsul dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Subbagian Otonomi Daerah dan Kerja Sama pada Bagian Tata Pemerintahan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Posisi tersebut berkaitan dengan pengelolaan kebijakan otonomi daerah, penyusunan koordinasi kebijakan pemerintahan, serta kerja sama antara pemerintah daerah dengan lembaga lain, baik di tingkat regional maupun nasional.

Perjalanan kariernya kemudian berlanjut di bidang kepemimpinan politik daerah. Ia terpilih sebagai Wakil Bupati Cilacap untuk periode 2017 hingga 2022. Dalam posisi tersebut, ia mendampingi kepala daerah dalam menjalankan roda pemerintahan kabupaten, termasuk pelaksanaan program pembangunan daerah, koordinasi dengan perangkat daerah, serta pelayanan publik bagi masyarakat.

Setelah periode tersebut, Syamsul kemudian menjabat sebagai Bupati Cilacap, yang menempatkannya sebagai pimpinan tertinggi pemerintahan daerah di kabupaten tersebut. Sebagai bupati, ia bertanggung jawab atas penyelenggaraan pemerintahan daerah, pelaksanaan pembangunan, serta pengelolaan berbagai program pelayanan masyarakat di Kabupaten Cilacap.

Perjalanan jabatan tersebut menunjukkan proses karier yang berkembang dari aparatur pemerintahan tingkat kecamatan hingga menduduki jabatan kepala daerah. Pengalaman birokrasi yang dimilikinya menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum memimpin pemerintahan daerah di Kabupaten Cilacap.

Harta Kekayaan Syamsul Auliya Rachman

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi pada 19 Januari 2026 untuk periode pelaporan tahun 2025, total kekayaan Syamsul Auliya Rachman tercatat sebesar Rp12.039.790.782.

Rincian harta tersebut meliputi:

  • Tanah dan bangunan: Rp 8.150.000.000
  • Tanah dan bangunan seluas 3.234 m²/1.000 m² di Kabupaten Cilacap senilai Rp 8.000.000.000
  • Tanah seluas 140 m² di Kabupaten Cilacap senilai Rp 150.000.000
  • Alat transportasi dan mesin: Rp 1.400.000.000
  • Mobil Toyota minibus tahun 2021 (hibah tanpa akta) senilai Rp 900.000.000
  • Mobil Toyota SUV tahun 2024 (hasil sendiri) senilai Rp 500.000.000
  • Harta bergerak lainnya: Rp 360.000.000
  • Kas dan setara kas: Rp 1.295.400.782
  • Harta lainnya: Rp 1.050.000.000

Total seluruh aset mencapai Rp 12.255.400.782. Dalam laporan tersebut juga tercatat utang sebesar Rp 215.610.000, sehingga total kekayaan bersih yang dilaporkan sebesar Rp 12.039.790.782.

Aktivitas di Media Sosial

Syamsul Auliya Rachman juga memiliki akun media sosial yang digunakan untuk membagikan aktivitasnya kepada publik. Salah satunya adalah akun di Instagram dengan nama pengguna @syamsul_auliya_rachman. Melalui akun tersebut, ia kerap mengunggah berbagai kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas pemerintahan, kunjungan kerja, agenda bersama masyarakat, hingga dokumentasi kegiatan di Kabupaten Cilacap. Konten yang dibagikan umumnya berupa foto dan video kegiatan resmi, seperti menghadiri acara pemerintahan daerah, bertemu warga, maupun kegiatan sosial di berbagai wilayah.

Selain Instagram, terdapat pula kanal di YouTube @mrsyaira11. Namun, kanal tersebut sudah tidak aktif karena unggahan terakhir tercatat pada Juni 2020. Dengan demikian, media sosial yang masih aktif digunakan untuk membagikan aktivitasnya kepada publik saat ini terutama melalui akun Instagram.

Syamsul Auliya Rachman merupakan kepala daerah di Kabupaten Cilacap yang memiliki latar belakang pendidikan hingga jenjang doktoral serta pengalaman birokrasi di lingkungan pemerintah daerah sebelum menjabat sebagai Wakil Bupati dan kemudian Bupati. Riwayat pendidikan, perjalanan jabatan, serta laporan harta kekayaan yang disampaikan melalui LHKPN menjadi bagian dari profil penyelenggara negara yang dapat diakses publik.

Dalam perkembangan terbaru, namanya menjadi perhatian setelah terjerat operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, sementara proses hukum terkait perkara tersebut masih berjalan.

Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(sto/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads