Pemerintah Kota (Pemkot) Solo meliburkan kegiatan Car Free Day (CFD) Slamet Riyadi dan Jalan Juanda, serta zona olahraga Manahan selama arus mudik Lebaran. Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung arus mudik Lebaran.
Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Andri Wahyudi, mengatakan kegiatan CFD Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Juanda, serta zona olahraga Manahan dilakukan pada tanggal 15 dan 22 Maret 2026.
Ketiga kegiatan itu biasanya dilakukan setiap Minggu pagi, dengan mensterilkan ruas jalan untuk kegiatan olahraga dan kegiatan ekonomi. Penutupan sementara ini berlaku untuk seluruh aktivitas masyarakat, mulai dari olahraga, kuliner, hingga kegiatan komunitas yang biasanya memadati pusat kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Demi kelancaran arus mudik dan masa angkutan Lebaran 2026 ini, maka jalan protokol termasuk Slamet Riyadi dan Juanda akan difokuskan untuk lalu lintas kendaraan. Apalagi mengingat arus mudik tahun ini diprediksi akan meningkat menjadi sekitar 8 juta kendaraan akan melintasi Solo," kata Andri saat dihubungi awak media, Kamis (12/3/2026).
Dengan dibukanya ruas Jalan Slamet Riyadi, Juanda, dan Adi Sucipto pada Minggu pagi, diharapkan dapat melancarkan arus kendaraan bagi para pemudik.
"CFD dan zona olahraga akan dibuka lagi pada 29 Maret, dan untuk yang berolahraga tetap dipersilakan dengan memaksimalkan bagian dalam kawasan stadion. Kami berharap dengan ini arus mudik tetap lancar dan yang ingin berolahraga tetap bisa dilakukan," jelasnya.
Andir mengatakan selama arus mudik Lebaran akan ada pembatasan kendaraan berat, seperti pembatasan angkutan barang sumbu 3 atau lebih. Adapun angkutan barang yang diperbolehkan melintas hanya yang membawa bahan bakar, bahan kebutuhan pokok, pupuk, hewan ternak, dan bantuan korban bencana alam.
Sementara yang dikecualikan yang membawa tambang, material bangunan, dan hasil galian.
"Jadi jalanan protokol di Solo nantinya akan difokuskan untuk kendaraan pribadi yang digunakan para pemudik," pungkasnya.
(afn/ams)
