Berapa Gaji Kerja di Jepang? Ini Kisaran Nominalnya dalam Rupiah

Berapa Gaji Kerja di Jepang? Ini Kisaran Nominalnya dalam Rupiah

Anindya Milagsita - detikJateng
Selasa, 03 Mar 2026 12:32 WIB
Berapa sebenarnya gaji yang didapatkan saat bekerja di Jepang? Cek estimasinya!
Ilustrasi yen. Foto: Getty Images/gaffera
Solo -

Jepang selama ini dikenal sebagai salah satu negara yang cukup terbuka bagi pekerja asing atau luar negeri sehingga membuat banyak masyarakat kita memilih bekerja di sana. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah berapa gaji kerja di Jepang, ya?

Untuk diketahui, gaji kerja di Jepang belum bisa diketahui secara akurat. Sebab, di lapangan gaji yang didapatkan setiap pekerjanya bisa berbeda-beda. Sebaliknya, kisaran gaji di Jepang bisa diketahui dari data yang diambil melalui riset atau survei oleh pihak-pihak tertentu.

Hal tersebut juga berlaku di Indonesia yang gaji setiap orang berbeda-beda. Entah itu mengikuti Upah Minimum Provinsi (UMP), kemampuan yang dimiliki, pengalaman kerja, maupun faktor-faktor lainnya yang cukup kompleks untuk dijadikan patokan dalam menentukan gaji.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, buat kamu yang tertarik bekerja di Jepang, ada gambaran gaji kerja yang bisa dijadikan referensi. Estimasi gaji di Jepang yang akan diuraikan nantinya turut dikonversikan ke dalam mata uang Rupiah dengan mengikuti kurs berlaku pada saat artikel ini dibuat. Untuk lebih jelasnya, berikut uraiannya.

Poin Utamanya:

ADVERTISEMENT
  • Rata-rata gaji di Jepang pada tahun 2023 adalah sekitar 4,6 juta Yen per tahun dan diperkirakan naik menjadi 6,2 juta Yen per tahun pada tahun 2026, tergantung lokasi, pengalaman, industri, dan pendidikan.
  • Terdapat perbedaan gaji berdasarkan gender dan wilayah. Kota seperti Tokyo menawarkan rata-rata gaji lebih tinggi dibandingkan daerah lain seperti Okinawa.
  • Gaji pekerja asing bisa berbeda dengan warga lokal. Di antara faktor pengaruhnya adalah usia, pengalaman, dan status kerja.

Berapa Gaji Kerja di Jepang?

Estimasi gaji kerja di Jepang didasarkan pada data yang tidak hanya merujuk tahun 2026 saja, melainkan juga tahun-tahun sebelumnya. Dilansir laman Arealty, pada 2023 lalu, National Tax Agency (NTA) Japan sempat menerbitkan hasil survei mereka seputar gaji tahunan rata-rata di Jepang per tahun 2023.

Secara umum, rata-rata gaji di Jepang pada tahun 2023 per tahunnya adalah sekitar 4,6 juta Yen. Apabila dikonversikan ke dalam Rupiah dengan kurs 1 Yen setara Rp 107,53, maka gaji tersebut berada berjumlah sekitar Rp 494 juta. Kemudian, jika dibagi ke dalam 12 bulan dalam setahun, maka tiap bulannya berkisar Rp 41 juta.

Meskipun begitu, terdapat perbedaan gaji antara pekerja pria dan wanita di Jepang. Masih merujuk data yang sama, karyawan pria di tahun 2023 mendapatkan sekitar 5,6 juta Yen setiap tahunnya. Saat dikonversikan ke Rupiah, kisarannya Rp 602 juta per tahun atau Rp 50 juta tiap bulan.

Lain halnya dengan wanita yang mendapatkan gaji lebih rendah, yakni kisaran 3,1 juta Yen atau Rp 333 juta per tahun. Saat dibagi ke dalam 12 bulan, per bulannya pekerja wanita memperoleh gaji sekitar Rp 27 juta.

Lantas, bagaimana dengan gaji di Jepang tahun 2026? Mengacu pada laman Tokyo Portofolio, terdapat riset yang dilakukan untuk mengetahui rata-rata gaji di Jepang tahun ini. Riset tersebut diambil dari data gaji, platform rekrutmen, dan juga situs lowongan kerja yang populer di Jepang.

Hasil riset menunjukkan rata-rata gaji pekerja di Jepang tahun 2026 mencapai angka 515.000 Yen setiap bulan. Dikonversi ke Rupiah, jumlah tersebut berada di kisaran Rp 55 juta.

Gaji satu tahun di Jepang pada 2026 diperkirakan sebesar 6,2 juta Yen atau sekitar Rp 667 juta. Namun demikian, gaji tersebut tidak bersifat mutlak. Sebab, gaji yang diberikan kepada pekerja bisa saja mengalami perbedaan.

Baik itu dilihat pada lokasinya, pengalaman kerja pekerja, sampai industri yang ditekuni. Ada berbagai faktor yang membuat gaji yang diterima setiap pekerja berbeda. Selain tiga faktor tadi, ada juga tingkat pendidikan yang menentukan. Biasanya semakin tinggi gelar yang dimiliki, semakin besar pula gaji yang diterima.

Begitu juga dengan tingkat pengalaman. Semakin lama bekerja, semakin berpotensi mendapat kenaikan gaji berkala. Untuk faktor industri, semakin tinggi keterampilan dan kualifikasi yang dibutuhkan, semakin tinggi pula gaji yang akan didapatkan.

Guna memberikan gambaran secara lebih jelas lagi, terdapat estimasi gaji pekerja di Jepang sesuai dengan wilayah. Perlu diingat lagi, gaji yang akan diuraikan nantinya masih berupa kisaran dan tidak bersifat mutlak. Berikut rata-rata gaji kerja di Jepang tiap bulannya sesuai wilayah:Tokyo: gaji sekitar 574.000 Yen atau Rp 61 juta/bulan

  • Yokohama: gaji sekitar 564.000 Yen atau Rp 60 juta/bulan
  • Osaka: gaji sekitar 555.000 Yen atau Rp 59 juta/bulan
  • Nagoya: gaji sekitar 545.000 Yen atau Rp Rp 58 juta/bulan
  • Fukuoka: 526.000 Yen atau Rp 56 juta/bulan
  • Kyoto: 505.000 Yen atau Rp 54 juta/bulan
  • Kawasaki: 495.000 Yen atau Rp 53 juta/bulan
  • Saitama: 486.000 Yen atau Rp 52 juta/bulan
  • Hiroshima: 476.000 Yen atau Rp 51 juta/bulan
  • Okinawa: 390.000 Yen atau Rp 41 juta/bulan

Apakah Gaji Orang Asing di Jepang Berbeda?

Sebelumnya sudah diuraikan gaji rata-rata pekerja Jepang secara umum. Hal ini lantas memantik rasa penasaran di benak tidak sedikit orang tentang gaji yang diterima Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di sana.

Masih mengacu sumber yang sama, disampaikan gaji orang asing yang bekerja di Jepang bisa saja memiliki perbedaan nominal dengan pekerja asli dari negara tersebut. Sama halnya dengan gaji setiap orang yang berbeda karena ada begitu banyak faktor, gaji orang asing juga mengalami perbedaan karena berbagai faktor.

Terlebih lagi, tidak sedikit pekerja asing dari luar negeri yang pindah ke Jepang dengan pengalaman yang minim maupun usia tergolong muda. Hal ini membuat para pekerja asing tadi memulai kariernya dengan gaji layaknya pekerja pemula.

Sementara itu, berdasarkan laman Doki Doki Japan, alasan warga asing mendapatkan gaji lebih rendah dibandingkan orang lokal Jepang adalah karena gaji akan meningkat secara proporsional sesuai pengalaman kerja dan usia yang bertambah. Padahal sebagian warga asing yang datang ke Jepang berusia 20-30 tahun yang tergolong masih muda.

Hal tersebut membuat gaji orang lokal di Jepang lebih tinggi karena mereka memulai kariernya sejak awal di negara tersebut. Ini membuat masa kerjanya cenderung lebih lama dibandingkan warga asing yang baru memulai.

Bukan hanya itu, beberapa warga asing yang bekerja di Jepang terkadang memilih pulang ke negara asalnya. Tak heran, masa kerja yang seharusnya bisa lebih lama, justru terhenti.

Berapa Gaji Orang Asing yang Bekerja di Jepang?

Gaji yang diterima oleh warna asing bisa bervariasi tergantung faktor-faktor yang melatarbelakangi. Sama halnya dengan warga lokal, gaji orang asing di Jepang dapat berbeda karena alasan tertentu. Terlebih lagi, terkadang semakin besar sebuah perusahaan Jepang, semakin besar pula gaji yang diberikan.

Untuk gaji warga asing yang sudah diangkat sebagai karyawan tetap, berdasarkan data tahun 2022 lalu, menunjukkan angka pada kisaran 336.300 Yen per bulan atau Rp 36 juta. Adapun karyawan kontrak atau sementara berada pada nominal sekitar 226.600 Yen per bulan atau Rp 24 juta.

Gaji tenaga kerja asing yang baru saja memulai karier di Jepang bisa saja lebih rendah ketimbang mereka yang sudah berstatus karyawan tetap atau kontrak. Masih mengacu sumber yang sama, gaji awal orang asing yang bekerja di Jepang berkisar antara 120.000-150.000 Yen. Apabila dikonversikan ke dalam Rupiah, maka jumlahnya mencapai Rp 12-16 juta per bulan.

Untuk diketahui, gaji yang diperoleh di Jepang akan dikenakan potongan tertentu, baik itu pajak penghasilan, pajak kependudukan, asuransi kesehatan, asuransi ketenagakerjaan, sampai asuransi pensiun. Bahkan, pajak penghasilan di Jepang bersifat progresif. Artinya, mengikuti nominal gaji setiap pekerja.

Itulah tadi rangkuman perkiraan gaji kerja di Jepang beserta gambaran gaji yang diterima orang asing yang bekerja di negara tersebut. Semoga menjawab rasa penasaran kamu, ya.

FAQ

Berapa rata-rata gaji kerja di Jepang tahun 2026?

Rata-rata gaji kerja di Jepang tahun 2026 mencapai sekitar 515.000 Yen per bulan atau kisaran Rp 55 juta per bulan. Dalam setahun, gaji pekerja di Jepang diperkirakan mencapai 6,2 juta Yen atau sekitar Rp 667 juta per tahun. Nominal ini bisa berbeda tergantung lokasi kerja, pengalaman, industri, dan tingkat pendidikan.

Apakah ada perbedaan gaji pria dan wanita di Jepang?

Terdapat perbedaan gaji berdasarkan gender. Pekerja pria menerima sekitar 5,6 juta Yen per tahun (Β± Rp 50 juta per bulan). Pekerja wanita menerima sekitar 3,1 juta Yen per tahun (Β± Rp 27 juta per bulan).

Kota mana dengan gaji tertinggi di Jepang?

Beberapa kota dengan estimasi gaji bulanan tertinggi di Jepang antara lain Tokyo (sekitar 574.000 Yen/Β± Rp 61 juta/bulan), Yokohama (sekitar 564.000 Yen/Β± Rp 60 juta/bulan), dan Osaka (sekitar 555.000 Yen/Β± Rp 59 juta/bulan). Sementara itu, wilayah seperti Okinawa memiliki rata-rata lebih rendah, yakni sekitar 390.000 Yen atau Β± Rp 41 juta per bulan.




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads