Empat orang dilaporkan melarikan diri terjun ke sungai saat ada razia sabung ayam di Kota Tegal. Satu di antaranya sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Keterangan yang dihimpun menyebut, kejadian bermula adanya penggerebekan sabung ayam pada Minggu (1/3) sore di Jalan Timor Timur RT 06 RW 10, Kelurahan Panggung. Lokasi sabung ayam berada di pinggir Sungai Ketiwon yang berbatasan dengan Kabupaten Tegal.
Saat petugas datang, empat orang ini diduga panik kemudian melarikan diri dengan cara terjun ke Sungai Ketiwon yang berada tidak jauh dari lokasi. Namun hingga malam hari, keempatnya tak kunjung kembali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Empat orang yang dilaporkan hilang yaitu Muhammad Akbar (32) dan Samsul (31) warga Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, kemudian Udin warga Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur, dan Kurnia Sandi warga Desa Dinuk, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.
Kasat Reskrim Polres Tegal Kota, AKP Husen Asnawi, mengatakan saat penggerebekan hanya mendapati beberapa orang. Diduga informasi razia ini bocor, sehingga lokasi sabung ayam tidak ramai seperti biasanya.
"Diduga sudah bocor, lokasi tidak ramai hanya beberapa orang," ungkap Kasat Reskrim Polres Tegal Kota.
Husen menjelaskan saat razia tidak ada aksi kejar-kejaran atau melepaskan tembakan peringatan. Dikatakan, saat polisi baru datang, mereka bahkan sudah terlebih dulu melarikan diri.
"Kita tidak sampai pengejaran apalagi sampai meletuskan tembakan peringatan. Tidak ada. Kita sampai lokasi diduga sudah pada melarikan diri. Baru pada malam hari kami mendapat informasi ada 4 warga yang belum ditemukan," tegas Kasat Reskrim.
Hingga Senin (2/3) siang, proses pencarian masih berlangsung. Sejumlah petugas dari SAR, BPBD, TNI, Polri dan PMI setempat dikerahkan menyusuri aliran sungai Ketiwon.
Satu dari empat pemuda itu berhasil ditemukan di kawasan pantai Larangan Kramat Tegal, yakni Akbar. Sedangkan tiga lainnya masih dalam pencarian.
"Muhammad Akbar, ditemukan tersangkut jaring nelayan di sekitaran Pantai Larangan Tegal dengan kondisi MD. Korban dibawa ke RS. Texin Dampyak," kata Kepala Markas PMI Kabupaten Tegal, Sunarto.
