Hotel Grand Arkenso Semarang Terbakar, Api Diduga dari Mesin Boiler

Hotel Grand Arkenso Semarang Terbakar, Api Diduga dari Mesin Boiler

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Senin, 02 Mar 2026 09:18 WIB
Kebakaran terjadi di Grand Arkenso Park View Hotel, kawasan Simpang Lima, Semarang. Kebakaran diduga berasal dari ruang boiler atau pemanas air.
Pengananan kebakaran di Grand Arkenso Park View Hotel kawasan Simpanglima, Kelurahan Karangkidul, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Minggu (1/3/2026). Foto: Dok Damkar Semarang
Semarang -

Kebakaran terjadi di Grand Arkenso Park View Hotel, kawasan Simpang Lima, Kelurahan Karangkidul, Kecamatan Semarang Selatan. Kebakaran diduga berasal dari ruang boiler atau pemanas air.

Kasi Ops Damkar Kota Semarang, Agus Sulistiyono, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 23.30 WIB Minggu (1/3) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nggih benar. Terjadi kebakaran mesin boiler pukul 23.30 WIB di Jalan Ahmad Yani No. 1, Kelurahan Karangkidul," kata Lis saat dihubungi detikJateng.

Ia mengatakan, usai mendapat laporan, sekitar 10 menit setelahnya ada sebanyak 31 petugas dengan lima unit Damkar diterjunkan untuk melakukan pemadaman.

ADVERTISEMENT

"Kronologinya ada saksi yang melihat mesin boiler overheat dan mengeluarkan api, kemudian menghubungi Damkar," terangnya.

Api pun baru selesai dipadamkan sekitar pukul 01.20 WIB. Lis menyebut, luas area yang terbakar kurang lebih 5x5 meter.

"Untungnya tidak ada kendala, kalau kerugian materi dalam kejadian tersebut ada satu unit mesin boiler kira-kira kerugian kurang lebih Rp 1 miliar, tidak ada korban selain itu," ungkapnya.

Terpisah, General Manager Setya Teguh Yuwana menjelaskan, kebakaran malam tadi bermula saat seorang pegawai yang tinggal di mess lantai 12 mendengar suara mencurigakan.

"Beliau (pegawai) lagi istirahat sambil lihat ponsel, dengar suara 'kletek-kletek', dikiranya hujan awalnya. Begitu keluar, ruang boiler itu menyala apinya," kata Setya.

Pegawai yang melihat api sudah berkobar itu pun langsung mengambil APAR di lantai 11 dan 12 dan berupaya memadamkan api. Beberapa pegawai lainnya juga ikut membantu menggunakan hydrant.

"Api padam pakai hydrant. Terus damkar datang untuk melakukan pendinginan, karena mereka yang paham titik-titik mana yang masih berpotensi kembali memunculkan bara api," jelas dia.

Setya menjelaskan, selama proses pemadaman awal menggunakan hydrant, satu pegawai juga sempat mengalami luka di tangannya. Namun, ia memastikan tak ada korban dari tamu hotel.

"Tidak ada korban atau chaos," tegasnya.

Saat mengetahui adanya kebakaran, Setya mengaku langsung memerintahkan evakuasi pengunjung sesuai prosedur tetap (protap). Para pengunjung diminta keluar melalui tangga darurat.

"Masing-masing pegawai membawa daftar room list, mereka mengarahkan tamu keluar melalui tangga darurat. Ditangani sendiri oleh petugas. Yang menangani tadi dua security, FO, engineering, kebetulan ada yang ganti shift akhirnya kami tarik untuk diperbantukan," paparnya.

Sementara itu, saksi mata bernama Imron (50) mengaku melihat api berkobar lumayan besar di pojok rooftop. Namun api sudah mulai mengecil saat petugas Damkar sudah tiba.

"Saya lihat dari kejauhan menyala besar di pojok. Mobil pemadamnya ada lebih dari dua yang saya lihat," ujarnya.




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads