Acara buka bersama (bukber) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gondangsari Pakis Magelang menuai sorotan tajam di media sosial. Dapur MBG yang melayani 2.107 penerima manfaat itu mengaku didanai mitra.
Sorotan itu muncul usai video bukber tim SPPG Gondangsari Pakis viral di berbagai media sosial baik X, TikTok maupun Instagram. Publik saat ini tengah menyoroti menu kering yang dibagikan saat puasa Ramadan dan juga kualitas MBG yang dibagikan kepada penerima manfaat.
"Sementara ribuan jempol warga di media sosial masih sibuk mengetik komplain terkait kualitas paket Makan Bergizi Gratis (MBG)-mulai dari porsi yang "minimalis" hingga menu yang dianggap kurang memenuhi ekspektasi-pemandangan berbeda justru tersaji.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jarakan, Gondangsari, Pakis, Magelang baru saja menggelar acara Buka Puasa Bersama yang jauh dari kesan "prihatin". Video yg beredar memperlihatkan jajaran menu prasmanan, dekorasi estetik dan senyum sumringah para pegawai di balik meja-meja penuh gizi tinggi.
Tampaknya, SPPG ingin membuktikan secara nyata bahwa mereka sangat ahli dalam urusan pemenuhan gizi. Setidaknya, pemenuhan gizi untuk internal mereka sendiri terlebih dahulu sebelum merambah ke ompreng-ompreng siswa di sekolah.
Di tengah riuhnya keluhan masyarakat soal nasi keras atau lauk yang sekadarnya dalam program MBG, acara bukber ini seolah menjadi pengingat bagi publik: bahwa dalam urusan distribusi gizi, prinsip "self care" tetap nomor satu.
Publik kini hanya bisa berharap, semoga energi positif yang didapat dari santapan tersebut bisa menular menjadi solusi nyata bagi kualitas kotak makan siang siswa, bukan sekadar menjadi koleksi foto di galeri ponsel," tulis keterangan unggahan di Instagram @fakta.berita seperti dilihatdetikJateng, Minggu (1/3/2026).
Terkait video itu, pihak SPPG Gondangsari Pakis Magelang menjelaskan acara buka bersama itu digelar pada Sabtu (21/2) lalu. Acara buka bersama itu digelar sebelum menu kering khusus Ramadan dimulai pada Senin (23/2).
"Sejatinya itu yang pertama tadi saya sampaikan waktu itu di tanggal 21. Jadi jauh sebelum menu itu (menu kering puasa) disorot oleh masyarakat. Karena di tanggal 23 Februari itu yang pertama perlu kita ketahui bersama (menu kering dimulai saat puasa Ramadan)," kata Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Gondangsari, Ahmad Rifky Prayudhi, saat dimintai konfirmasi, Minggu (1/3).
Rifky menjelaskan pihaknya merekrut para pekerja yang merupakan warga sekitar SPPG Kondangsari Pakis Magelang. Buka bersama di hotel itu disebut untuk memberikan pengalaman bagi para pegawainya yang notabene warga kaki gunung Merbabu.
"Kedua (anjuran BGN), untuk juga memperhatikan masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 sampai 3 (sebagai pekerja). Karena para pejuang kita atau kalau di luar mungkin namanya relawan, tapi kalau kami menyebutnya pejuang. Pejuang itu warga sekitar di mana notabene di dataran tinggi atau di gunung, secara kategori ada di antara yang 1 sampai 3, maka banyak di antara mereka yang belum pernah merasakan yang namanya makanan hotel," ujar Rifky.
"Itu (bukber di hotel) juga salah satu cara untuk kita itu mengupdate dan meng-upgrade pejuang kita. Jadi, biar mereka itu tahu snack hotel itu gini lho. Makanan hotel itu ternyata bukan hanya dari rasa, tapi tampilan lho. Yang kita harapkan itu bisa diaplikasikan dalam membuat menu kering di waktu kita running," ujar Rifky.
Di sisi lain, Rifky mengungkap sumber dana buka bersama di hotel bintang tiga itu berasal dari mitra. Hal itu disebut sebagai bentuk apresiasi mitra kepada para pegawai dapur MBG.
"Jadi itu (bukber di hotel) wujud apresiasi dari mitra, karena kan bukber ini full dana dari mitra. Wujud apresiasi agar sebelum mereka melaksanakan menu kering (dimulai). Artinya kan menu kering itu kan susah-susah gampang dalam pengerjaannya, packing, kemudian mengatur menu dan lain sebagainya," lanjut Rifky.
Simak Video "Berenang dan Menyusuri Panjangnya Kali Udal Gumuk di Magelang yang Menakjubkan "
(ams/ams)