Cap Go Meh 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal, Sejarah, dan Tradisinya

Cap Go Meh 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal, Sejarah, dan Tradisinya

Ulvia Nur Azizah - detikJateng
Senin, 23 Feb 2026 14:04 WIB
Ilustrasi Perayaan Cap Go Meh
Ilustrasi perayaan Cap Go Meh. (Foto: (Thinkstock))
Solo -

Perayaan Tahun Baru Imlek belum benar-benar usai sebelum malam kelima belas tiba. Momen yang dikenal sebagai Cap Go Meh ini menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian festival musim semi bagi masyarakat Tionghoa. Suasana meriah dengan pendar lampion dan aroma kuliner khas akan segera menghiasi berbagai sudut kota di tanah air.

Di Indonesia, tradisi ini telah melebur menjadi festival budaya yang dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari atraksi barongsai yang lincah hingga ritual spiritual yang memukau, setiap daerah memiliki cara unik untuk merayakannya. Cap Go Meh bukan sekadar pesta, melainkan simbol keharmonisan dan harapan baru setelah bergantinya tahun lunar.

Lantas, kapan Cap Go Meh 2026 akan tiba? Yuk, simak penjelasan di bawah ini untuk mendapatkan jawaban pastinya, detikers!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin utamanya:

  • Cap Go Meh 2026 jatuh pada Selasa, 3 Maret 2026, tepat 15 hari setelah Imlek.
  • Lontong Cap Go Meh menjadi menu ikonik di Indonesia yang melambangkan perpaduan budaya Tionghoa dan lokal.
  • Perayaan Cap Go Meh diwarnai tradisi ekstrem seperti Tatung di Singkawang hingga ritual buang sial Ci Suak di Semarang.

ADVERTISEMENT

Cap Go Meh 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwalnya

Dikutip dari artikel Nilai-nilai Tradisi Budaya Cap Go Meh pada Masyarakat Cina Benteng di Tangerang sebagai Sumber Pembelajaran di Sekolah oleh Ivan Sanjaya dkk, Istilah Cap Go Meh berasal dari bahasa Hokkien 'Chap Goh Meh' yang secara harfiah berarti malam kelima belas. Tradisi ini merupakan penutup dari seluruh rangkaian perayaan tahun baru dalam penanggalan Tionghoa.

Secara aturan, Cap Go Meh dirayakan tepat lima belas hari setelah Tahun Baru Imlek. Penentuan tanggalnya mengacu pada penanggalan Cap Go - Jia Gwee atau hari ke-15 pada bulan pertama. Di Tiongkok, momen ini lebih dikenal dengan sebutan Festival Lampion.

Sejarah perayaan ini dapat ditelusuri hingga era Dinasti Han sekitar tahun 206 SM. Awalnya para biksu menyalakan lentera untuk menghormati Sang Buddha. Ritual tersebut kemudian meluas dan diadopsi oleh masyarakat umum di seluruh Asia, termasuk Indonesia.

Untuk tahun 2026, Tahun Baru Imlek jatuh pada Selasa, 17 Februari. Berdasarkan perhitungan lima belas hari setelahnya, maka Cap Go Meh 2026 akan jatuh pada tanggal 3 Maret 2026.

Bagaimana Sejarah Perayaan Cap Go Meh?

Akar sejarah perayaan Cap Go Meh dapat ditarik hingga masa Dinasti Han Timur, sekitar 2.000 tahun yang lalu. Dikutip dari buku Perayaan Tionghoa di Indonesia karya Alex Cheung dkk, momentum ini bermula saat Kaisar Han Mingdi, seorang pendukung ajaran Buddha, melihat para biksu menyalakan lentera di kuil pada malam ke-15 bulan pertama kalender lunar.

Terpikat oleh maknanya, Kaisar memerintahkan seluruh istana dan rakyat untuk turut menyalakan lentera. Lambat laun, tradisi yang mulanya eksklusif di lingkungan istana ini menyebar luas ke seluruh lapisan masyarakat.

Selain catatan sejarah, Cap Go Meh juga diwarnai dengan berbagai legenda menarik yang tercatat dalam literatur klasik Tiongkok. Salah satu versi menyebutkan bahwa hari ini merupakan hari lahir Dewa Tian Guan, sang dewa pembawa keberuntungan yang sangat menyukai hiburan.

Ada pula kepercayaan yang meyakini bahwa perayaan ini merupakan bentuk penghormatan kepada Dewa Taiyi, sang penguasa tertinggi langit. Kisah-kisah kaisar yang menyamar demi melihat keindahan lentera rakyat, seperti Kaisar Yongle dari Dinasti Ming, semakin memperkaya nilai historis dan budaya dari malam kelima belas ini.

Apa Saja Tradisi Cap Go Meh di Indonesia?

Kembali dikutip dari buku tulisan Alex Cheung dkk, perayaan Cap Go Meh di Indonesia sangat beragam. Berikut ini merupakan beberapa di antaranya.

Kirab Budaya dan Arak-arakan Toapekong

Tradisi kirab budaya ini merupakan magnet utama bagi masyarakat di daerah seperti Singkawang dan Tangerang. Rombongan peserta akan mengenakan pakaian khas dan membawa patung dewa atau Toapekong keluar dari kelenteng untuk diarak keliling kota. Perjalanan arak-arakan ini biasanya berlangsung sangat meriah karena diiringi oleh atraksi barongsai dan naga yang bergerak lincah mengikuti tabuhan tambur yang menggelegar di sepanjang jalan.

Pesta Kuliner Akulturasi Cap Go Meh

Momen perayaan ini tidak lengkap tanpa kehadiran hidangan khas yang melambangkan kebersamaan dan harmoni. Lontong Cap Go Meh menjadi simbol nyata akulturasi budaya antara Tionghoa dan Jawa yang berisi perpaduan lontong serta opor ayam yang gurih. Selain itu masyarakat juga menyajikan tangyuan yaitu bola ketan manis berbentuk bulat yang dipercaya sebagai simbol keharmonisan serta persatuan seluruh anggota keluarga.

1. Ritual Spiritual Tatung di Singkawang

Kota Singkawang memiliki keunikan tersendiri dengan adanya atraksi Tatung yang menunjukkan kekuatan spiritual luar biasa. Para Tatung yang dipercaya sedang dirasuki oleh roh leluhur atau dewa akan mempertunjukkan aksi kekebalan tubuh di depan publik.

Mereka biasanya berjalan di atas bara api atau menusukkan benda tajam ke bagian tubuh mereka tanpa merasakan sakit sedikit pun sehingga ritual ini selalu menarik perhatian ribuan wisatawan setiap tahunnya.

2. Pertunjukan Barongsai dan Liong

Tarian Barongsai dan Liong selalu menjadi hiburan yang paling dinantikan oleh masyarakat dari berbagai kalangan usia. Bagi komunitas Tionghoa pertunjukan singa dan naga ini bukan sekadar tarian biasa melainkan memiliki makna sebagai pengusir energi negatif. Kehadiran Barongsai di pusat-pusat keramaian atau kelenteng dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan dan keceriaan dalam mengawali tahun yang baru.

3. Tradisi Ci Suak untuk Tolak Bala

Di Semarang terdapat tradisi penutup yang sangat sakral yaitu ritual Ci Suak yang biasanya dilaksanakan di Klenteng Sam Poo Kong. Ritual ini dilakukan dengan cara membakar perahu serta orang-orangan yang terbuat dari kertas sebagai simbol pembersihan diri.

Masyarakat meyakini bahwa melalui prosesi pembakaran ini segala bentuk energi buruk dan nasib sial akan terbuang sehingga mereka bisa menjalani hidup dengan lebih tenang dan penuh berkah.

Nah, itulah tadi penjelasan lengkap mengenai jadwal Cap Go Meh tahun ini. Semoga bermanfaat!

FAQ

Kapan perayaan Cap Go Meh 2026?

Berdasarkan kalender lunar, Cap Go Meh dirayakan pada hari ke-15 bulan pertama. Karena Tahun Baru Imlek jatuh pada 17 Februari 2026, maka perayaan Cap Go Meh 2026 jatuh pada hari Selasa, 3 Maret 2026.

Tahun berapa 2026 dalam kalender Cina?

Tahun 2026 dalam penanggalan Tionghoa merupakan tahun 2577 (Kongzili). Tahun ini dihitung berdasarkan penanggalan bulan dan matahari yang menjadi acuan utama pelaksanaan berbagai hari besar keagamaan dan tradisi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia.

Tahun 2026 Imlek shio apa?

Tahun Baru Imlek 2026 menandai dimulainya tahun Kuda Api. Dalam kepercayaan astrologi Tionghoa, shio Kuda dengan elemen Api melambangkan energi yang kuat, kecepatan, semangat yang membara, serta kemajuan yang pesat dalam berbagai aspek kehidupan.




(anm/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads