Usilnya Netizen Pasang Nama Tembok Ratapan Solo di Rumah Jokowi

Terpopuler Sepekan

Usilnya Netizen Pasang Nama Tembok Ratapan Solo di Rumah Jokowi

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 21 Feb 2026 10:10 WIB
Penampakan Google Maps menunjukkan kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di Sumber, Solo, ditandai sebagai Tembok Ratapan Solo. Foto diunggah Senin (16/2/2026).
Penampakan Google Maps menunjukkan kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di Sumber, Solo, ditandai sebagai 'Tembok Ratapan Solo'. Foto diunggah Senin (16/2/2026). (Foto: dok. Google Maps)
Solo -

Kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Jalan Kutai Utara mendadak viral setelah ditandai dengan tag 'Tembok Ratapan Solo' di Google Maps. Tanda tersebut muncul tepat di atas lokasi rumah Jokowi yang berada di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari.

Selain di Google Maps, fenomena ini diperkuat dengan beredarnya video seorang pemuda yang beraksi seolah sedang meratap di depan gerbang rumah tersebut. Video itu salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @indopium.

"Tembok Ratapan di Solo kini jadi salah satu spot paling hype buat anak muda Gen Z," tulis akun tersebut seperti dilihat detikJateng, Senin (16/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, mengaku sudah mengetahui adanya penamaan unik tersebut di platform digital. Namun, ia tidak bisa memastikan apakah presiden periode 2014 sampai 2024 itu sendiri sudah mengetahui hal tersebut atau belum.

"Ya, saya sudah tahu. Enggak tahu Bapak sudah tahu apa belum ya," katanya saat dihubungi, Senin (16/2/2026).

ADVERTISEMENT

Ketika ditanya mengenai kemungkinan untuk meminta perubahan nama di Google Maps, Syarif enggan berkomentar banyak. Ia pribadi mengaku tidak merasa tersinggung dengan label tersebut.

"Kalau saya biasa saja," ucapnya singkat.

Lebih lanjut, Syarif menegaskan tidak akan ada pembatasan khusus bagi pengunjung atau masyarakat yang lewat di depan rumah Jokowi, meski video aksi "meratap" tersebut kini tengah menjadi tren.

"Ya tetap biasa saja (tidak ada pembatasan pengunjung)," pungkasnya.

Namun, dia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi 'meratap' di pintu gerbang kediaman pribadi Jokowi. Syarif menyebut masih ada beberapa pengunjung yang mencoba melakukan aksi serupa hingga hari ini.

"Ya ada saja (yang meratap), kita imbau supaya tidak melakukan hal serupa," ujarnya.

Syarif menegaskan bahwa lokasi tersebut merupakan hunian pribadi, bukan tempat wisata religi atau monumen seperti yang dituliskan di platform digital.

"Karena di sini merupakan kediaman Bapak Joko Widodo dan Ibu Iriana, bukan Tembok Ratapan Solo," tegas Syarif.




(aku/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads