- Pengertian Puasa Ramadan
- Rukun Puasa Ramadan 1. Berniat di Dalam Hati 2. Menahan Diri dari Segala Hal yang Membatalkan Puasa
- Syarat Wajib Puasa Ramadan 1. Beragama Islam 2. Berakal Sehat 3. Baligh atau Dewasa 4. Mampu untuk Berpuasa 5. Tidak Sedang dalam Perjalanan
- Syarat Sah Puasa Ramadan 1. Beragama Islam 2. Niat 3. Mumayyiz 4. Suci dari Haid dan Nifas 5. Tidak Menjalankan Puasa pada Hari-hari yang Diharamkan
Ibadah puasa Ramadan adalah ibadah yang wajib dilakukan oleh setiap muslim, tanpa memandang latar belakang apapun itu. Puasa ini hukumnya wajib dan termasuk ke dalam lima rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim.
Untuk menjalankan ibadah puasa dengan maksimal, kita tidak hanya harus menahan lapar dan haus saja. Kita juga wajib mengetahui tentang ketentuan-ketentuan berpuasa sesuai dengan ajaran agama Islam. Oleh sebab itu, wajib bagi kita mengetahui rukun dan syarat-syarat untuk berpuasa.
Berikut adalah pemaparan mengenai rukun puasa Ramadan beserta syarat wajibnya yang dirangkum dari buku Ringkasan Fikih Puasa oleh Yulian Purnama, buku Fikih oleh Udin Wahyudin, dkk., dan artikel jurnal berjudul 'Puasa dalam Tinjauan Fiqih dan Tasawuf' (2023) oleh M. Alan Al Farisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengertian Puasa Ramadan
Puasa dalam bahasa Arab disebut dengan ash shiyaam atau ash shaum. Secara bahasa, ash shiyam artinya adalah al imsaak, yakni menahan diri. Sementara itu, secara istilah, as shiyaam artinya adalah beribadah kepada Allah dengan menahan diri dari makan, minum dan pembatal puasa lainnya, dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
Puasa Ramadan diwajibkan oleh Allah dengan tujuan untuk menjadikan seorang muslim bertakwa. Sebagaimana Firman Allah SWT:
ΩΩ°ΩΨ§ΩΩΩΩΩΩΨ§ Ψ§ΩΩΩΨ°ΩΩΩΩΩ Ψ§Ω°Ω ΩΩΩΩΩΨ§ ΩΩΨͺΩΨ¨Ω ΨΉΩΩΩΩΩΩΩΩ Ω Ψ§ΩΨ΅ΩΩΩΩΨ§Ω Ω ΩΩΩ ΩΨ§ ΩΩΨͺΩΨ¨Ω ΨΉΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΨ°ΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΩ ΩΩΨ¨ΩΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΨΉΩΩΩΩΩΩΩ Ω ΨͺΩΨͺΩΩΩΩΩΩΩΩΫ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" (QS. Al-Baqarah ayat 183).
Rukun Puasa Ramadan
Rukun puasa merupakan hal yang terpenting dan harus diperhatikan bagi seseorang yang hendak menjalankan ibadah puasa. Apabila salah satu dari rukun puasa tidak dilaksanakan, maka puasanya menjadi batal dan tidak sah. Rukun puasa terdiri dari dua hal, yaitu:
1. Berniat di Dalam Hati
Berniat adalah menyengaja segala sesuatu perbuatan untuk menaati perintah Allah dengan tujuan mengharap ridha-Nya. Niat puasa Ramadan hendaknya dilakukan sebelum fajar, yaitu setiap malam hari pada bulan Ramadan. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya "barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak sah puasanya" (HR. al-Khamsah).
Berikut bacaan niat berpuasa:
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΨΊΩΨ―Ω ΨΉΩΩΩ Ψ£ΩΨ―ΩΨ§Ψ‘Ω ΩΩΨ±ΩΨΆΩ Ψ΄ΩΩΩΨ±Ω Ψ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩ ΩΩΨ°ΩΩΩ Ψ§ΩΨ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Artinya: "Aku niat puasa esok hari untuk memenuhi kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta'ala."
2. Menahan Diri dari Segala Hal yang Membatalkan Puasa
Rukun kedua puasa adalah menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa. Kewajiban ini berlaku sejak terbit fajar atau waktu sholat subuh hingga terbenam matahari atau waktu sholat maghrib. Selama waktu tersebut, seseorang yang berpuasa harus menjaga diri dengan sungguh-sungguh. Salah satu perbuatan yang dapat membatalkan puasa adalah makan dan minum di siang hari.
Syarat Wajib Puasa Ramadan
Syarat wajib puasa adalah syarat-syarat di mana seseorang yang telah memenuhinya diwajibkan untuk berpuasa. Syarat-syarat tersebut antara lain:
1. Beragama Islam
Beragama Islam merupakan syarat yang paling utama, karena memang ibadah puasa di dalam Al-Quran diperintahkan untuk dijalani oleh orang Islam atau orang yang beriman. Tujuan dari dijalankannya ibadah puasa oleh orang Islam adalah sebagai penambah keimanan dan membentuk kepribadian yang bertakwa kepada Allah SWT.
2. Berakal Sehat
Berakal sehat atau tidak dalam kondisi gila dan mabuk merupakan salah satu syarat wajib untuk seseorang menjalankan puasa. Karena dengan akal yang sehat dan kesadaran yang penuh, seseorang dapat mengatur dan mengontrol hawa nafsunya. Selain itu, seseorang yang berakal akan mampu untuk menjaga pola makannya ketika berpuasa. Oleh sebab itu, puasa hanya diwajibkan bagi siapa saja yang memiliki akal sehat.
3. Baligh atau Dewasa
Puasa hanya diwajibkan kepada seseorang yang sudah baligh atau dewasa. Dengan demikian, anak-anak yang belum mencapai usia dewasa atau belum baligh tidak diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa. Tanda seseorang sudah baligh untuk laki-laki ialah sudah mengalami mimpi basah sedangkan bagi perempuan ialah telah mengalami haid atau datang bulan.
4. Mampu untuk Berpuasa
Seseorang diwajibkan untuk berpuasa apabila ia mempunyai kemampuan untuk menjalankan ibadah puasa tersebut. Syarat ini tidak kalah penting dengan syarat-syarat sebelumnya. Jika seseorang tidak mampu untuk menjalankan ibadah puasa, maka ia tidak memiliki kewajiban untuk melaksanakannya.
Jika alasannya adalah karena sakit, maka ia diwajibkan untuk mengganti puasa di hari lain. Namun jika alasannya adalah karena sudah berada dalam usia lanjut, maka ia diwajibkan untuk membayar fidyah sebagai ganti puasa.
5. Tidak Sedang dalam Perjalanan
Orang yang diwajibkan untuk berpuasa adalah orang yang bermukim atau tidak dalam keadaan safar. Hal ini disebabkan karena seseorang yang sedang dalam perjalanan jauh memiliki kemudahan untuk tidak berpuasa, tetapi wajib menggantinya di hari lain. Seseorang yang sedang berada di perjalanan jauh dikhawatirkan tidak memiliki fisik yang kuat, oleh sebab itu diperbolehkan untuk tidak berpuasa.
Syarat Sah Puasa Ramadan
Selain syarat-syarat wajib puasa, ada juga syarat sah puasa. Syarat sah puasa artinya syarat-syarat yang apabila tidak dipenuhi seluruhnya menjadikan puasa tidak sah atau batal. Berikut syarat-syarat sah puasa:
1. Beragama Islam
Selain menjadi syarat wajib puasa, beragama Islam juga menjadi syarat sah puasa. Hal ini kembali lagi pada hakikat puasa itu sendiri yang ditujukan bagi seseorang yang memeluk agama Islam, bukan agama lainnya.
2. Niat
Niat adalah maksud, tujuan, dan kehendak hati dalam melakukan sesuatu. Menjalankan puasa tanpa adanya niat menjadikan puasa tersebut tidak sah. Niat menjadi awal mula penting bagi seorang muslim sebelum melakukan sesuatu.
3. Mumayyiz
Mumayyiz artinya seseorang telah mampu untuk membedakan baik dan buruk. Selain baik dan buruk, mumayyiz juga berarti bahwa seseorang sudah mampu untuk membedakan mana yang salah dan mana yang benar.
Hal ini penting, karena dalam ibadah puasa banyak hal-hal yang diperbolehkan dan tidak dibolehkan. Jika seseorang belum mencapai tahap mumayyiz, maka ada kemungkinan ia melakukan hal-hal yang dilarang ketika berpuasa dan menjadi penyebab batalnya puasa.
4. Suci dari Haid dan Nifas
Seorang perempuan yang sedang mengalami fase haid dan nifas dibebaskan dari menjalankan ibadah wajib seperti sholat dan puasa. Hal ini disebabkan karena pada saat itu, seorang perempuan sedang berada di fase tidak suci. Oleh sebab itu, seorang perempuan dianggap sah puasanya jika berpuasa dalam keadaan suci dari haid dan nifas.
5. Tidak Menjalankan Puasa pada Hari-hari yang Diharamkan
Di dalam Islam, terdapat beberapa hari yang diharamkan untuk berpuasa. Adapun hari-hari yang dilarang untuk berpuasa adalah dua hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha, serta tiga hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Demikianlah penjelasan mengenai rukun dan syarat wajib puasa Ramadan. Ramadan adalah bulan penuh berkah yang harus dijalani dengan semaksimal mungkin. Semoga dengan membaca artikel ini ibadah puasa yang kamu jalani menjadi lebih maksimal ya detikers. Selamat menjalani ibadah puasa!
Artikel ini ditulis oleh Sri Wahyuni Oktafia peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(sto/alg)
