Niat Sholat Tarawih 11 Rakaat Lengkap Tata Cara dan Bacaan Doa Setelahnya

Niat Sholat Tarawih 11 Rakaat Lengkap Tata Cara dan Bacaan Doa Setelahnya

Anindya Milagsita - detikJateng
Selasa, 17 Feb 2026 12:20 WIB
Apakah Ada Sholat Kafarat Jumat Terakhir Ramadhan? Ini Penjelasannya
Sholat tarawih. (Foto: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan)
Solo -

Sholat Tarawih adalah salah satu amalan yang bisa dikerjakan oleh setiap muslim sepanjang bulan Ramadan. Ada sebagian kalangan muslim yang mengerjakan dalam 11 rakaat dengan rincian 8 rakaat sholat Tarawih dan 3 rakaat sholat Witir. Lantas, bagaimana bacaan niat sholat Tarawih 11 rakaat?

Sholat Tarawih merupakan sholat sunnah yang dulunya diamalkan oleh Rasulullah SAW bersama para sahabat dan umatnya. Disampaikan dalam buku 'Fikih Madrasah Ibtidaiyah' oleh H Muhaemin Nur Idris, MAg, dkk., pada masa Umar bin Khattab r.a., Khalifah Umar mengumpulkan orang-orang untuk mengerjakan sholat Tarawih dengan berjemaah.

Sholat Tarawih juga memberikan keutamaan tersendiri bagi muslim yang mengerjakannya. Diriwayatkan dalam sebuah hadits, Abu Hurairah r.a. menuturkan sabda Rasulullah SAW:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

"Barangsiapa melakukan qiyam Ramadan (yakni salat malam pada bulan Ramadan) karena iman dan mengharap pahala dan ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

ADVERTISEMENT

Mengingat sholat Tarawih mampu memberikan pahala untuk mereka yang menunaikannya, maka hendaknya seorang muslim mengisi bulan Ramadan dengan amalan tersebut. Sebagai acuan, berikut panduan pengerjaan sholat Tarawih 11 rakaat lengkap.

Poin Utamanya:

  • Sholat Tarawih 11 rakaat dikerjakan bisa dengan pola 2 rakaat 1 salam atau 4 rakaat 1 salam, lalu ditutup 3 rakaat Witir.
  • Niat Sholat Tarawih berbeda-beda, baik sebagai imam maupun makmum, namun tetap dilakukan di dalam hati saat takbiratul ihram.
  • Tata cara Tarawih sama seperti sholat sunnah pada umumnya dengan adanya bacaan surat pendek yang dianjurkan agar ibadah tetap khusyuk.

Bacaan Niat Sholat Tarawih 11 Rakaat Lengkap

Sebelum menunaikan sholat Tarawih, bisa diawali dengan membaca niatnya terlebih dahulu. Ada bacaan niat sholat Tarawih 11 rakaat tersendiri. Dirangkum dari buku 'Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas VII' oleh H Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah, berikut bacaan niatnya.

1. Niat Sholat Tarawih 11 Rakaat untuk Imam (Setiap 2 Rakaat)

أصَلَّى سُنَّةَ التَرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Uşalli sunnata tarāwīhi rak ataini imāmān lillāhi ta'ala

Artinya: "Saya niat shalat tarawih dua rakaat menjadi imam karena Allah Ta'ala."

2. Niat Sholat Tarawih 11 Rakaat untuk Makmum (Setiap 2 Rakaat)

أصَلَّى سُنَّةَ التَرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مَا مُوْمً لِلَّهِ تَعَالَى

Uşalli sunnata tarāwīhi rak ataini ma'müman lillāhi ta'ala

Artinya: "Saya niat shalat tarawih dua rakaat menjadi makmum karena Allah Ta'ala."

3. Niat Sholat Tarawih 11 Rakaat untuk Imam (Setiap 4 Rakaat)

أصَلَّى سُنَّةَ التَرَا وَيُحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Uşallī sunnata tarāwīhi arba'a raka atin imāmān lillāhi ta āla

Artinya: "Saya niat shalat tarawih empat rakaat menjadi imam karena Allah Ta'ala."

4. Niat Sholat Tarawih 11 Rakaat untuk Makmum (Setiap 4 Rakaat)

أصَلَّى سُنَّةَ التَرَا وَيُحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَا مُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

Uşallī sunnata tarāwīhi arba'a raka atin ma'müman lillāhi ta āla

Artinya: "Saya niat shalat tarawih empat rakaat menjadi makmum karena Allah Ta'ala."

Bagaimana Tata Cara Sholat Tarawih 11 Rakaat?

Sholat Tarawih termasuk qiyamul lail atau ibadah yang dikerjakan di malam hari. Untuk itu, pengerjaan sholat Tarawih 11 rakaat biasanya dilakukan dalam setiap dua rakaat satu kali salam. Namun demikian, tidak ada larangan untuk dikerjakan setiap empat rakaat satu kali salam.

Pengerjaan sholat qiyamul lail dua rakaat satu kali salam bersandar pada sebuah riwayat hadits. Masih menukil dari buku yang sama, yaitu 'Fikih Madrasah Ibtidaiyah', diriwayatkan Rasulullah SAW pernah bersabda:

صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى، فَإِذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرَ بِوَاحِدَةٍ ...

"Sholat malam itu (dilakukan) dua rakaat dua rakaat dan jika kamu khawatir akan waktu Subuh, sholatlah Witir dengan satu rakaat." (HR. Bukhari dan Muslim)

Sementara itu, di dalam buku 'Fikih Wanita' tulisan Ust Muiz al Bantani, disampaikan tentang sholat Tarawih yang biasanya dilakukan secara berjemaah di masjid. Kemudian mendirikan sholat Tarawih bisa dalam 8 rakaat ditambah 3 rakaat sholat Witir menjadi total 11 rakaat. Dapat juga mengamalkannya dalam 20 rakaat ditambah 3 rakaat sholat Witir menjadi 23 rakaat.

Selama pengerjaan sholat Tarawih ada sejumlah ayat suci di dalam Al-Quran yang dianjurkan untuk dibaca. Pada malam tanggal 1 sampai pertengahan Ramadan, dianjurkan membaca surat-surat di dalam Al-Quran:

  1. At-Takaatsur
  2. Al-Ashr
  3. Al-Fiil
  4. Quraisy
  5. Al-Ma'un
  6. Al-Kautsar
  7. Al-Kafirun
  8. An-Nashr
  9. Al-Lahab

Kemudian di pertengahan bulan Ramadan dianjurkan membaca Surat Al-Qadr. Setelah menyelesaikan pengerjaan sholat Tarawih, muslim bisa melanjutkannya dengan sholat Witir yang umumnya dikerjakan tiga rakaat dengan terbagi dua salam dan satu salam. Namun, tidak ada larangan pula untuk menunaikannya dalam tiga rakaat satu salam sekaligus.

Sejatinya, doa atau gerakan di dalam sholat Tarawih tidak jauh berbeda dengan sholat fardhu maupun sunnah lainnya. Hal yang membedakan adalah bacaan niat, jumlah rakaat, atau beberapa bacaan surat yang dianjurkan untuk dibaca.

Dihimpun dari buku 'Panduan Shalat Praktis & Lengkap' karya Ust Syaifurrahman El-Fati, berikut tata cara sholat lengkap yang bisa digunakan sebagai panduan mengerjakan sholat Tarawih setiap dua rakaat.

1. Berdiri Tegak Menghadap Kiblat

Apabila seorang muslim mampu, maka berdiri tegak menghadap kiblat. Kemudian bagi yang tidak mampu, dapat sambil duduk menghadap kiblat.

2. Membaca Niat Sholat

Selanjutnya dapat dilanjutkan dengan membaca niat di dalam hati. Bacaan niat dapat disesuaikan dengan situasi seseorang sholat Tarawih, baik itu sebagai imam maupun makmum.

3. Takbiratul Ihram

Melakukan takbiratul ihram dengan membaca takbir 'Allahu Akbar' sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan kedua bahu.

4. Membaca Iftitah

Sambil bersedekap (tangan kanan di atas tangan kiri), membaca doa iftitah. Berikut bacaannya:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بكرةً وَأَصِيلًا إِنِّي وَجَهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالِمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Allaahu akbar kabiira, walhamdu lillaahi katsiira, wasubhaanallaahi bukrataw ba ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamaawaati wal ardha haniifan muslima wamaa anaa minal musyrikiin, inna shalaati wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi rabbil 'aalamin, laasyariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin."

Artinya: "Allah Maha Besar, dari segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya, Maha Suci Allah pagi sore, saya arahkan mukaku kepada yang maha menciptakan langit dan bumi dengan hati yang jujur, selaku seorang muslim, bukan sebagai orang yang musyrik, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku itu adalah untuk Allah, memelihara alam semesta yang tidak punya sekutu sama sekali, begitulah saya diperintah oleh Allah sebagai seorang muslim."

5. Membaca Al-Fatihah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ۝١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ۝٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ۝٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ۝٤ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ۝٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ۝٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ ۝٧

Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm. Al-ḫamdu lillâhi rabbil-'âlamîn. Ar-raḫmânir-raḫîm. Mâliki yaumid-dîn. Iyyâka na'budu wa iyyâka nasta'în. Ihdinash-shirâthal-mustaqîm. Shirâthalladzîna an'amta 'alaihim ghairil-maghdlûbi 'alaihim wa ladl-dlâllîn.

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat."

6. Membaca Surat Pendek Al-Quran

Setelah membaca Al-Fatihah, dapat dilanjutkan dengan membaca surat pendek di dalam Al-Quran. Misalnya At-Takaatsur, Al-Ashr, Al-Fiil, Quraisy, Al-Ma'un, Al-Kautsar, Al-Kafirun, An-Nashr, Al-Lahab, atau Al-Qadr.

7. Rukuk

Kemudian membaca takbir 'Allahu Akbar' sambil mengangkat tangan dengan kedua siku yang dirapatkan dan telapak tangan yang disejajarkan dengan bahu, lalu dilanjutkan dengan bacaan tasbih sebanyak tiga kali. Adapun bacaan tasbih saat rukuk adalah sebagai berikut:

سُبْحَانَ رَبِّي الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyyal 'adziimi wabihamdih.

Artinya: "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung."

8. I'tidal

Bangun dari rukuk untuk berdiri tegak dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga. Sembari mengucapkan:

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ.

Sami'allaahu liman hamidahu

Artinya: "Allah mendengar orang yang memuji-Nya."

Selama berdiri tegak, terdapat doa yang bisa dilantunkan. Berikut bacaannya:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ.

Rabbanaa lakal hamdu mil'us-samaawaati wa mil'ul ardhi wa mil'u maa syi'ta min syai'in ba'du.

Artinya: "Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit, sepenuh bumi dan sepenuh apapun yang Engkau kehendaki sesudah itu."

9. Sujud

Meletakkan dahi ke bawah lantai atau sajadah sebagai tempat sholat. Kemudian melantunkan bacaan tasbih sebanyak tiga kali:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal a'la wa bi hamdihi.

Artinya: "Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya."

10. Duduk di Antara Dua Sujud

Bangun dari sujud dengan mengucapkan takbir 'Allahu Akbar' kemudian duduk di antara dua sujud. Saat sudah duduk dengan sempurna, ucapkan bacaan doa:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَ عَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي.

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa 'aafinii wa'fu 'annii.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku, kasihilah aku, cukuplah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rezeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku."

11. Sujud

Kembali lakukan sujud untuk kedua kalinya dengan bacaan yang sama. Berikut bacaannya:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal a'la wa bi hamdihi.

Artinya: "Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya."

12. Bangkit Rakaat Selanjutnya

Selanjutnya dapat bangkit kembali untuk melakukan rakaat selanjutnya. Lantunkan bacaan dan gerakan yang sama mulai dari takbir, rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kembali.

13. Tasyahud (Tahiyat) Akhir

Apabila seseorang akan mengakhiri rakaat sholatnya, dapat melakukan duduk tasyahud (tahiyat) akhir. Khusus sholat Tarawih, tasyahud atau tahiyat akhir bisa dibaca pada rakaat ke-2 atau ke-4 sesuai dengan cara pengerjaan masing-masing.

Kepala dalam posisi kepala agak sedikit miring. Lalu dilanjutkan bacaan doa tasyahud atau tahiyat akhir:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

At-tahiyyaatul mubaarakatush-shalawaatuth-thayyibaatu lillaahi. Assalaamu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi. Allaahumma shalli 'alaa Muhammadin.

Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan (shala-wat), serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, Ya Allah, limpahkanlah."

Kemudian terdapat bacaan doa tambahan yang bisa diamalkan. Berikut bacaannya:

وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

Wa 'alaa aali Muhammadin kamaa shallaita 'alaa Ibraahiim, wa 'alaaaali Ibraahiim, wa baarik 'ala Muhammadin wa 'alaa aali Muhammadin, kamaa baarakta 'alaa Ibraahiim wa 'alaa aali Ibraahiim, fil 'aalamiina innaka hamiidun majiidun.

Artinya: "Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan (sholawat) kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan (shalawat) kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung (Mulia)."

14. Mengucapkan Salam

Menengokkan wajah ke kanan sambil mengucapkan salam 'Assalamualaikum wa rahmatullah' dan menengokkan wajah ke kiri untuk salam yang kedua.

Bacaan Doa Setelah Sholat Tarawih

Setelah sholat Tarawih 11 rakat selesai diamalkan, muslim bisa melanjutkannya dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Ada berbagai versi bacaan doa setelah Tarawih yang bisa dilantunkan.

Menukil dari buku 'Ternyata Shalat & Puasa Sunah Dapat Mempercepat Kesuksesan' tulisan Ceceng Salamudin, MAg, ada dua versi doa setelah sholat Tarawih, yaitu pendek maupun panjang. Untuk lebih lengkapnya, berikut bacaannya.

1. Doa Setelah Sholat Tarawih Versi Pendek

اللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَقُعُوْدَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمْ تَقْصِرَنَا يَا اللَّهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

Allaahumma Rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa wa shiyaamanaa wa rukuu'anaa wa sujuudanaa wa qu'uudanaa wa tadharru'anaa wa takhasysyu'anaa wa ta'abbudanaa wa tammim taqshiranaa, yaa Allaah, yaa Rabbal 'aalamiin.

Artinya: "Ya Allah Rabb kami, Ya Allah, terimalah shalat kami, puasa kami, ruku' kami, sujud kami, duduk kami, kerendahan hati kami, kekhusyukan kami, penghambaan kami, dan sempurnakanlah kekurangan kami, ya Allah, wahai Pemelihara seluruh alam."

2. Doa Setelah Sholat Tarawih Versi Panjang

اللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالايْمَانِ كَامِلِينَ وَلِفَرَائِضِكَ مُؤَذِّيْنَ. وَلِصَّلَاتِ حافِظِينَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِينَ وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِينَ وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِينَ. وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِينَ وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِينَ وَفِي الآخِرَةِ رَاغِبِينَ. وَبِالقَضَاءِ رَاضِينَ وَبِالنَّعْمَاءِ شَاكِرِينَ. وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِينَ . وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِينَ. وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِينَ. وَإِلَى الْجِنَّةِ دَاخِلِينَ. وَعَلَى سَرِيرِ الكَرَامَةِ قَاعِدِينَ وَبِحُوْرِ عِيْنِ مُتَزَوجِينَ وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقٍ وَدِيبَاجٍ مُتَلَبِّسِينَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِينَ وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّا شَارِبِينَ بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينِ. مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا. ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ عَلِيمًا. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Allaahummaj'alna bil iimani kaamiliin, wa lifaraa-idhika mu'addiina, wa lishshalaati haafizhiina, wa lizzakaati faa'iliin, wa limaa 'indaka thaalibiin, wa li'afwika raajiin, wa bil huda mutamassikin, wa 'anillaghwi mu'ridhiin, wa fiddun-yaa zaahidiin, wa fil aakhirati raaghibiin, wa bil qadhaa-i raadhiin, wa binna'maa-i syaakiriin, wa 'alal balaa-i shaabiriin, wa tahta liwaa-i sayyidinaa muhammadin shallallaahu 'alaihi wa sallam yaumal qiyaamati saa-iriin, wa 'alal haudhi waaridin wa ilal jannati daakhiliin, wa 'alaa sariril karaamati qaa'idiin, wa bihuuri 'iin mutazawwijiin, wa min sundusin wa istabraqin, wa diibajin mutalabbisiin, wa min tha'aamil jannati aakiliin, wa min labanin wa 'asalin mushaffan syaaribin. Wa bi akwaabin wa abariiqa wa ka sin min ma'iin ma'alladziina an'amta 'alaihim minannabiyyiina washshiddiiqiin wasysyuhada-i washshaalihiin wa hasuna ula-ika rafiiqa, dzaalikal fadhlu minallaahi wa kafaa billaahi 'aliima. Wa shallallahu 'ala khairi khalqihi sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihi ajma'iin, subhaana rabbika rabbil 'izzati 'ammaa yashifuun wa salaamun 'alal mursaliin, wal hamdu lillaahi rabbil 'aalamiin.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami (orang-orang) yang imannya sempurna dan yang dapat menunaikan ibadah fardhu, menjaga shalatnya, menunaikan zakat, mencari segala kebaikan di sisi-Mu, mengharap ampunan-Mu, senantiasa memegang teguh petunjuk-petunjuk-Mu, terhindar dari segala penyelewengan dan zuhud di dunia dan mencintai amal untuk bekal di akhirat dan tabah (sabar) menerima cobaan, mensyukuri segala nikmat-Mu dan semoga nanti pada hari kiamat kami dalam satu barisan di bawah naungan panji-panji kita Nabi Muhammad Saw dan melalui telaga yang sejuk, masuk di dalam surga, terhindar dari api neraka dan duduk di tahta kehormatan, didampingi oleh bidadari surga, dan mengenakan baju-baju kebesaran dari sutera berwarna-warni, menikmati santapan surga yang lezat, minum susu dan madu yang suci bersih dalam gelas-gelas dan kendi-kendi yang tidak habis-habisnya, bersama-sama dengan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka dari golongan para Nabi, orang-orang yang jujur, dan orang-orang yang syahid serta orang-orang shaleh, dan tepat sekali mereka menjadi teman-teman kami. Demikianlah kemurahan dan kecukupan dari Allah Yang Maha Mengetahui. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam."

Demikianlah niat sholat Tarawih 11 rakaat beserta tata cara dan bacaan doa setelah menunaikannya. Semoga membantu.

FAQ

Apa maksudnya dengan sholat Tarawih 11 rakaat?

Sholat Tarawih 11 rakaat adalah sholat sunnah malam di bulan Ramadhan yang dikerjakan dengan 8 rakaat Tarawih dan ditutup 3 rakaat sholat Witir.

Kapan tasyahud akhir dilakukan dalam sholat Tarawih?

Tasyahud akhir dilakukan pada rakaat terakhir, yaitu rakaat ke-2 jika 2 rakaat 1 salam, atau rakaat ke-4 jika 4 rakaat 1 salam.

Bagaimana urutan Sholat Witir setelah Tarawih 11 rakaat?

Sholat Witir dikerjakan setelah Tarawih sebagai penutup, dengan total 3 rakaat sesuai tata cara sholat sunnah. Dalam menunaikan sholat Tarawih 8 rakaat, ada 3 rakaat sholat Witir menjadi penutup sholat Tarawih sehingga total berjumlah 11 rakaat.



(sto/aku)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads