Dasar hitungan kalender Masehi dan Hijriah yang berlainan menyebabkan munculnya tanggal berbeda. Kalender Masehi memakai pergerakan Matahari, sedangkan kalender Hijriah berpatokan dengan posisi Bulan.
Bagi umat Islam, keberadaan kalender Hijriah adalah bagian hidup yang tak terpisahkan. Berbekal kalender inilah, pelbagai amal dikerjakan, seperti puasa Ayyamul Bidh, puasa Ramadhan, puasa Arafah, dan sholat Idul Fitri.
Karenanya, penting bagi setiap muslim untuk mengetahui tanggal Hijriah setiap hari. Bagaimana dengan hari ini? Simak konversi Senin, 16 Februari 2026, ke dalam tanggalan Hijriah menurut pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah via uraian berikut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalender Hijriah Hari Ini 16 Februari 2026
Kalender Hijriah 16 Februari 2026 Menurut Pemerintah
Tanggal resmi pemerintah tercantum di Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dirilis oleh Kementerian Agama. Dalam kalender itu, Februari 2026 diinformasikan beririsan dengan dua bulan hijriah, yakni Syaban dan Ramadhan.
Ramadhan diperkirakan pemerintah dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026. Sementara itu, Syaban yang merupakan bulan kedelapan kalender Hijriah telah dimulai sejak Selasa, 20 Januari 2026 lalu.
Dengan demikian, menurut versi pemerintah, 16 Februari 2026 dikonversi menjadi 28 Syaban 1447 H.
Kalender Hijriah 16 Februari 2026 Menurut NU
Dilihat dari akun Instagram resminya, @falakiyahnu, Lembaga Falakiyah NU telah mengeluarkan keputusan berkaitan dengan awal Syaban 1447 H. Keputusan itu tercantum dalam Pengumuman Nomor: 116/PB.08/A.II.11.13/13/01/2026 tentang Awal Bulan Sya'ban 1447 H.
"Sebagai tindak lanjutnya maka awal bulan Sya'ban 1447 H bertepatan dengan Selasa Pahing 20 Januari 2026 M (mulai malam Selasa) atas dasar rukyah," bunyi poin II dalam pengumuman itu.
Informasi serupa juga tertera dalam Almanak 2026 yang dikeluarkan Lembaga Falakiyah PCNU Bojonegoro. Kalender yang dibuat dengan mempertimbangkan kriteria imkanur rukyat NU itu menyebut 1 Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026.
Dengan demikian, menurut NU, 16 Februari 2026 bertepatan dengan 28 Syaban 1447 H.
Kalender Hijriah 16 Februari 2026 Menurut Muhammadiyah
Muhammadiyah dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)-nya menginformasikan bahwa Februari 2026 beriringan dengan 2 bulan Hijriah. Keduanya adalah Syaban dan Ramadhan.
Ramadhan versi Muhammadiyah dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026. Adapun bulan Syaban-nya, telah dimulai sejak Selasa, 20 Januari 2026 lalu. Syaban ditetapkan Muhammadiyah berakhir pada 17 Februari 2026 mendatang.
Dengan demikian, Muhammadiyah mengonversi 16 Februari 2026 sebagai 28 Syaban 1447 H.
Untuk tambahan informasi, dilihat dari laman Suara Muhammadiyah, KHGT mulai dipakai pada awal 1447 H. Kalender ini bertujuan untuk menyatukan tanggalan umat Islam seluruh dunia sehingga tidak ada lagi perbedaan waktu.
Sunnah Menyambut Ramadhan
Ramadhan adalah bulan penuh kebahagiaan untuk umat Islam. Penyebabnya? Ada ibadah puasa mulia yang memunculkan rasa senang ketika berbuka dan sahur. Ada pula sholat Tarawih sebagai ajang memanen pahala sekaligus mempererat silaturahmi antartetangga.
Pada malam-malam akhir Ramadhan, datang pula Lailatul Qadr, sebuah malam yang padanya, beribadah lebih baik dibandingkan 1.000 bulan. Tidak heran jika kaum muslim begitu merindukan bulan kesembilan kalender Hijriah ini.
Berdasarkan prediksi pemerintah, Ramadhan 1447 H bakal jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Prediksi serupa juga dikeluarkan NU. Di sisi lain, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H bertepatan dengan Rabu, 18 Februari 2026.
Pemerintah bakal mengumumkan kepastian tanggal Ramadhan melalui sidang isbat yang rencananya dilangsungkan pada Selasa, 17 Februari 2026 alias besok. Ketika Ramadhan telah benar-benar tiba, umat Islam disunnahkan untuk menyebarkan berita gembira tersebut.
Diambil dari buku Panduan Lengkap Puasa Ramadhan Menurut Al-Qur'an dan Sunnah oleh Abu Abdillah Syahrul Fatwa dan Abu Ubaidah Yusuf, dari Abu Hurairah radhiyallahu anha, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dahulu menyampaikan kabar gembira datangnya Ramadhan kepada para sahabat:
قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرُهَا فَقَدْ حرم
Artinya: "Sungguh telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan puasa atas kalian di dalamnya. Pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Di dalam bulan ini ada sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa tercegah dari kebaikannya maka sungguh dia tercegah untuk mendapatkannya." (HR Ahmad 12/59 dan an-Nasa'i 4/129. Syaikh al-Albani menyebut shahih lighairihi)
Ibnu Rajab berkata:
"Sebagian ulama mengatakan bahwa hadits ini adalah dalil bolehnya mengucapkan selamat antara sebagian manusia kepada yang lain berhubungan dengan datangnya bulan Ramadhan. Bagaimana mungkin seorang mukmin tidak bergembira dengan dibukanya pintu surga?
Bagaimana tidak bergembira orang yang berbuat dosa dengan ditutupnya pintu neraka? Bagaimana mungkin orang yang berakal tidak bergembira dengan suatu waktu yang saat itu setan dibelenggu, waktu mana yang bisa menyerupai waktu semacam ini?" (Latha'iful Ma'arif hal 279)
Atas dasar hadits tersebut, detikers dapat meramaikan media sosial dengan ungkapan kebahagiaan akan datangnya Ramadhan saat waktunya tiba. Tentu saja, tetap wajib memperhatikan susunan kalimatnya agar tidak bertentangan dengan syariat.
Doa Masuk Bulan Ramadhan
Berdasarkan penjelasan Abduh Zulfidar Akaha di buku 165 Kebiasaan Nabi SAW, seorang muslim disunnahkan membaca doa khusus saat melihat bulan sabit tanda bulan baru di langit malam. Bacaan doanya:
اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلامِ وَالتَّوْفِيقِ لِمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى رَبُّنَا وَرَبُّكَ الله
Arab Latin: Allāhu akbar. Allāhumma ahillahu 'alainā bil-amni wal-īmāni was-salāmati wal-islām, wat-taufīqi limā yuḥibbu rabbunā wa yardhā, rabbunā wa rabbukallāh.
Artinya: "Allah Maha Besar. Ya Allah, jadikanlah bulan ini menerangi kami dengan berkah dan keimanan, keselamatan dan Islam, serta bimbingan untuk melakukan amal yang disukai dan diridhoi Tuhan kami. Tuhan kami dan Tuhanmu adalah Allah." (HR ad-Darimi no 1625, Ibnu Hibban no 2374, dan ath-Thabrani no 13330)
Doa ini dapat dibaca pada awal Ramadhan 1447 H mendatang. Perlu dicatat, doa awal bulan tidak dikhususkan untuk Ramadhan saja, melainkan keseluruhan bulan Hijriah. Wallahu a'lam bish-shawab.
Demikian kalender Hijriah hari ini 16 Februari 2026 dan sunnah menyambut Ramadhan. Semoga penjelasannya bermanfaat, ya, detikers!
(par/par)
