Iklan bukan sekadar alat promosi, namun juga mencerminkan perubahan zaman. Hal inilah yang berusaha ditunjukkan dalam pameran iklan jadul yang berlangsung di Monumen Pers Nasional, Solo.
Berbagai iklan produk dari media cetak lintas zaman dipamerkan di sana. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah iklan produk Cat Murola yang terbit pada tahun 1937.
Kurator pameran, Rahayu Trisnaningsih, mengatakan pameran ini menonjolkan sisi modernisasi pada iklan tersebut. Iklan yang dipasang di Majalah Kejawen 89 tahun lalu itu menggunakan Aksara Jawa dengan visual seorang pria sedang mengecat dinding.
"Iklan cat Murola tahun 1937 ini masuk ke segmen modernisasi. Iklan ini diterbitkan oleh Majalah Kejawen," kata perempuan yang akrab disapa Nani tersebut kepada detikJateng, Selasa (10/2/2026).
Nani menjelaskan penggunaan Aksara Jawa dan bahasa Jawa halus atau krama inggil menjadi bukti nyata strategi pemasaran masa kolonial yang sangat mempertimbangkan kelas sosial dan kedekatan budaya.
Majalah Kejawen sendiri diterbitkan oleh Balai Pustaka, lembaga bentukan Belanda. Penggunaan aksara tradisional untuk produk modern seperti cat menunjukkan target pasarnya adalah kelompok elite bangsawan yang masih memegang teguh tradisi namun mulai mengadopsi gaya hidup Barat.
"Pemerintah Kolonial tahu bahwa yang mampu membeli majalah dan menggunakan jasa arsitek saat itu adalah kalangan bangsawan. Maka, pendekatannya menggunakan bahasa halus," jelasnya.
Nani juga sempat membacakan isi iklan Murola tersebut. Dalam narasinya, Murola mengampanyekan konsep rumah modern.
"Isinya, kalau ingin rumah terlihat bagus dan modern, gunakanlah cat ini. Para arsitek menggunakan cat Murola. Menariknya, Murola adalah salah satu cat yang sudah bisa dibersihkan," ungkap Nani membacakan terjemahan iklan tersebut.
(apl/ams)