Dalam Primbon Jawa, tubuh manusia dipandang sebagai simbol yang menyimpan pesan tertentu. Setiap bagian tubuh diyakini memiliki makna tersendiri, termasuk letak tahi lalat yang tersebar dari kepala hingga kaki.
Letak tahi lalat tersebut dipercaya berkaitan dengan sifat, peruntungan, hingga perjalanan hidup seseorang. Penafsiran ini tidak muncul begitu saja, melainkan bersumber dari pengalaman leluhur yang terus diamati, diingat, dan diwariskan secara turun-temurun melalui Primbon Jawa.
Bagi detikers yang penasaran dengan makna letak tahi lalat menurut Primbon Jawa, berikut daftar 56 letak tahi lalat beserta artinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal Primbon dalam Tradisi Jawa
Dalam tradisi Jawa, kehidupan manusia selalu dipahami sebagai bagian dari alam dan seisinya. Setiap peristiwa, baik besar maupun kecil, diyakini memiliki makna tertentu yang bisa dipelajari dan dipahami. Cara pandang inilah yang melahirkan Primbon sebagai salah satu pedoman hidup masyarakat Jawa sejak lama.
Mengutip buku Mati Sebelum Mati: Buka Kesadaran Hakiki karya Fahruddin Faiz, Primbon merupakan warisan leluhur yang berisi panduan hubungan antara manusia dan alam semesta. Primbon digunakan sebagai pegangan untuk menentukan sikap dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, orang Jawa juga mengenal ilmu titen, yakni kebiasaan mengamati dan mengingat berbagai peristiwa yang berulang. Dari pengamatan tersebut, kemudian muncul pemaknaan tertentu. Gejala alam, kejadian sehari-hari, hingga perubahan zaman diyakini tidak terjadi begitu saja, tetapi membawa pesan yang bisa dipelajari.
Cara pandang ini juga diterapkan pada tubuh manusia. Hal-hal seperti kedutan mata, bentuk wajah, hingga letak tahi lalat dipercaya memiliki makna tersendiri.
Dalam Primbon Jawa, letak tahi lalat sering dikaitkan dengan sifat, watak, dan kecenderungan perilaku seseorang. Penafsiran tersebut merupakan bagian dari ilmu titen yang diwariskan secara turun-temurun dan masih dipercaya oleh sebagian masyarakat hingga kini.
Tabiat Manusia Dilihat dari Tahi Lalat
Dalam tradisi Jawa, tahi lalat tidak hanya dipahami sebagai penanda fisik semata. Sejak lama, masyarakat Jawa meyakini bahwa letak tahi lalat pada tubuh seseorang dapat mencerminkan tabiat, sifat, hingga kecenderungan perilaku pemiliknya. Keyakinan ini lahir dari cara pandang simbolik orang Jawa yang melihat tubuh manusia sebagai bagian dari rangkaian tanda-tanda kehidupan.
Berikut penjelasan lengkap tabiat manusia berdasarkan letak tahi lalatnya, dikutip dari buku Kitab Primbon Jawa Serbaguna Tetap Relevan Sepanjang Masa karya R. Gunasasmita.
Tubuh Bagian Atas
- Kepala bagian kanan (manikharda): orang yang memiliki tahi lalat di kepala bagian kanan dipercaya akan mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraan dalam hidupnya.
- Kepala bagian kiri (jemjem): orang yang memiliki tahi lalat di kepala bagian kiri cenderung mudah terombang-ambing dan sering mendapatkan halangan dalam hidup.
- Kepala bagian belakang (cantuka): orang yang memiliki tahi lalat di kepala bagian belakang memiliki tabiat sabar, sungguh-sungguh, pemberani, dan jujur.
- Ubun-ubun (duryuti): orang yang memiliki tahi lalat di ubun-ubun dipercaya memiliki tabiat pendusta dan suka berbelit-belit dalam berbicara maupun bertindak.
- Unyeng-unyeng (pulung jati): orang yang memiliki tahi lalat di unyeng-unyeng memiliki tabiat teliti, baik hati, cerdas, serta banyak pertimbangan sebelum melakukan sesuatu.
- Jidat kanan/kiri atau keduanya (werdatama): orang yang memiliki tahi lalat di jidat dikenal memiliki kecerdasan dalam berpikir.
- Di tengah jidat (bercara): orang yang memiliki tahi lalat di tengah jidat bertabiat pemberani, pintar, serta baik tutur kata dan tingkah lakunya.
- Pelipis kanan/kiri atau keduanya (srituwuh): orang yang memiliki tahi lalat di pelipis dipercaya akan mendapatkan rezeki yang melimpah dan keuntungan yang besar.
- Kelopak mata kanan/kiri atau keduanya (gunasakti): orang yang memiliki tahi lalat di kelopak mata dikenal mudah bergaul, hidup berkecukupan, dan pandai mencari penghasilan.
- Kelopak mata bagian bawah kanan/kiri (punggung): orang yang memiliki tahi lalat di bagian bawah kelopak mata bertabiat keras kepala, pemalas, kurang cerdas, dan hidupnya sering susah.
- Sudut mata kanan/kiri atau keduanya (tameng tuwuh): orang yang memiliki tahi lalat di sudut mata dikenal sebagai pribadi yang dapat memegang amanah.
- Sudut mata dekat pangkal hidung kanan/kiri (sripadu): orang yang memiliki tahi lalat di bagian ini bertabiat rendah hati, amanah, dan cerdas.
- Putih mata kanan/kiri (buta): orang yang memiliki tahi lalat di putih mata bertabiat pemarah, sombong, dan tidak teguh pada janji.
- Alis kanan (kajen): orang yang memiliki tahi lalat di alis kanan bertabiat rendah hati dan suka menolong sesama.
- Alis kiri (jatmika): orang yang memiliki tahi lalat di alis kiri dipercaya akan mendapatkan kasih sayang, kebahagiaan, dan keselamatan.
- Pipi kanan/kiri dekat mata (srigati): orang yang memiliki tahi lalat di pipi dekat mata memiliki rasa setia kawan yang tinggi.
- Di tengah pipi kanan/kiri (tujusih): orang yang memiliki tahi lalat di tengah pipi dikenal setia kawan dan banyak dicintai lawan jenis.
- Di tengah hidung (turunsih): orang yang memiliki tahi lalat di tengah hidung dipercaya akan mendapatkan kesuksesan dalam bidang bisnis.
- Hidung (pulungsih): orang yang memiliki tahi lalat di hidung dipercaya akan mudah menggapai keinginannya.
- Bawah saluran hidung (palguna): orang yang memiliki tahi lalat di bawah saluran hidung dikenal sebagai pekerja keras, pandai berbicara, namun memiliki penghasilan yang sedikit.
- Bibir bagian atas (gunasakti): orang yang memiliki tahi lalat di bibir bagian atas dikenal cerdas dan mudah dalam mencari sumber penghidupan.
- Bibir bagian atas (lumer): orang yang memiliki tahi lalat di bibir bagian atas bertabiat rendah hati dan mudah diterima oleh siapa saja.
- Daun telinga kanan/kiri atau keduanya (srikurda): orang yang memiliki tahi lalat di daun telinga bertabiat mudah tersinggung dan tidak mau mengalah.
- Ujung mulut kanan/kiri atau keduanya (nylarem): orang yang memiliki tahi lalat di ujung mulut pandai berbicara, namun banyak mengalami kesulitan hidup.
- Dagu (ciptakukila): orang yang memiliki tahi lalat di dagu memiliki kebiasaan suka melebih-lebihkan sesuatu.
- Leher (sridaya): orang yang memiliki tahi lalat di leher dikenal memiliki kecerdasan dan sifat sabar.
- Belakang leher (punggel): orang yang memiliki tahi lalat di belakang leher bertabiat tergesa-gesa dan kurang mumpuni.
Tubuh Bagian Tengah
- Pundak kiri (dayalena): orang yang memiliki tahi lalat di pundak kiri memiliki tabiat mudah terombang-ambing dalam mengambil keputusan.
- Pundak kanan (dayakarsa): orang yang memiliki tahi lalat di pundak kanan dikenal tajam dalam menganalisis dan dipercaya akan mendapatkan kebahagiaan.
- Dada kanan/kiri atau keduanya (tunggulrana): orang yang memiliki tahi lalat di dada berani mengambil risiko dan memiliki dedikasi tinggi terhadap pekerjaannya.
- Payudara kanan/kiri atau keduanya (sriasih): orang yang memiliki tahi lalat di payudara dipercaya akan banyak disayangi oleh orang-orang di sekitarnya.
- Ulu hati (rena): orang yang memiliki tahi lalat di ulu hati dikenal berhati baik dan dimudahkan dalam menggapai impiannya.
- Punggung kanan/kiri atau keduanya (reksamulya): orang yang memiliki tahi lalat di punggung dapat memegang teguh amanah yang dipercayakan kepadanya.
- Pusar (manuhara): orang yang memiliki tahi lalat di pusar bertabiat baik dan dinaungi kebahagiaan dalam hidupnya.
- Lengan kanan/kiri atau keduanya (reksamuka): orang yang memiliki tahi lalat di lengan berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya dan setia pada pasangannya.
- Kedua telapak tangan kanan/kiri (raja keleng): orang yang memiliki tahi lalat di telapak tangan bertabiat kuat dan dikenal sebagai pekerja keras.
- Belakang telapak tangan kanan/kiri (ragam): orang yang memiliki tahi lalat di belakang telapak tangan pandai dalam mengatur keuangan.
- Jari-jari tangan (unggul): orang yang memiliki tahi lalat di jari tangan memiliki kepandaian dalam mencari rezeki.
- Pergelangan tangan (brasta): orang yang memiliki tahi lalat di pergelangan tangan bertabiat pemboros dan kurang matang dalam mempertimbangkan sesuatu.
- Kedua sikut (gutama): orang yang memiliki tahi lalat di sikut memiliki sifat terpuji dan mudah diterima di lingkungan mana pun.
- Tekukan kedua sikut (purusa): orang yang memiliki tahi lalat di tekukan sikut dipercaya akan memperoleh kebahagiaan.
- Ketiak kanan/kiri (tutup): orang yang memiliki tahi lalat di ketiak bertabiat jujur dan pandai menutupi rahasia.
- Tulang belakang (murwat): orang yang memiliki tahi lalat di tulang belakang dipercaya akan mendapatkan pekerjaan bergengsi dan jabatan yang tinggi.
Tubuh Bagian Bawah
- Pinggang kanan/kiri (kapita): orang yang memiliki tahi lalat di pinggang dapat dipercaya dan dikenal sebagai pekerja keras.
- Pantat kanan/kiri (basu): orang yang memiliki tahi lalat di pantat dipercaya akan mengalami kesulitan dalam mencari rezeki.
- Kemaluan (gatukbrama): orang yang memiliki tahi lalat di bagian ini dipercaya akan sukses dalam karier dan memperoleh keuntungan besar.
- Pangkal paha (bimalaku): orang yang memiliki tahi lalat di pangkal paha dikenal sebagai pekerja keras, bercita-cita tinggi, dan dinaungi keberuntungan.
- Betis (sitaresmi): orang yang memiliki tahi lalat di betis dipercaya memiliki ingatan yang sangat baik.
- Telapak kaki kanan/kiri (weca): orang yang memiliki tahi lalat di telapak kaki dikenal baik dalam perkataan maupun tindakannya.
- Tulang kering (wregeng): orang yang memiliki tahi lalat di tulang kering bertabiat boros dan kurang pandai memperhitungkan sesuatu.
- Pergelangan kaki kanan/kiri (pasren): orang yang memiliki tahi lalat di pergelangan kaki memiliki jiwa petualang dan menyukai penampilan.
- Kedua belah kaki (amertani): orang yang memiliki tahi lalat di kedua kaki dipercaya akan berhasil jika menekuni bidang pangan atau pertanian.
- Tumit (juti): orang yang memiliki tahi lalat di tumit dianggap sulit dipercaya dan cenderung berbuat tidak jujur.
- Jari kaki (werdiguna): orang yang memiliki tahi lalat di jari kaki bertabiat baik dalam perkataan dan perbuatan.
- Tekukan lutut: orang yang memiliki tahi lalat di tekukan lutut mudah terombang-ambing dan tidak memiliki pendirian yang tegas.
- Lutut (ancala): orang yang memiliki tahi lalat di lutut memiliki keikhlasan hati, ketabahan, dan kegemaran berpetualang.
Demikian 56 letak tahi lalat dan artinya menurut primbon Jawa. Terlepas dari benar atau tidaknya kepercayaan tersebut, penafsiran ini menjadi warisan budaya yang mencerminkan cara leluhur Jawa memahami diri, alam, dan kehidupan secara menyeluruh.
Artikel ini ditulis oleh Angely Rahma, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(sto/dil)











































