Tiga warga Desa Cepiring, Kabupaten Kendal, hanyut dan tenggelam di Sungai Bodri setelah ban karet yang dinaiki terbalik. Dua orang berhasil selamat. Adapun satu korban yang hilang telah ditemukan pagi tadi dalam kondisi meninggal dunia.
Korban meninggal tersebut bernama Muhammad Effendi (36) warga Desa Cepiring RT 05 RW 03, Kecamatan Cepiring. Setelah dua hari proses pencarian, jasad korban ditemukan Senin (9/2) sekitar pukul 06.00 WIB.
"Kami telah menerima laporan dari masyarakat Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, bahwa nelayan telah menemukan jasad korban, Muhammad Effendi," kata Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo saat dihubungi detikJateng, Senin (9/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iwan menjelaskan, pagi tadi ada seorang nelayan yang melihat sesosok jasad manusia dalam kondisi mengapung di sungai. Nelayan kemudian mendekati sosok tersebut.
"Nelayan kemudian berinisiatif mengikat jasad korban dengan tali dan mengaitkan ke sebatang pohon di pinggiran sungai," ujar dia.
"Lokasi penemuannya itu jaraknya 18 km dari lokasi tenggelamnya korban," sambungnya.
Iwan menerangkan, tim BPBD Kendal segera mengevakuasi mayat korban menggunakan perahu karet dan dibawa ke Puskesmas Patebon 1. Selanjutnya, jenazah korban dibawa pulang keluarganya untuk dimakamkan.
"Karena korban sudah ditemukan maka operasi gabungan pencarian korban tenggelam di Sungai Bodri telah ditutup," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, tiga korban tenggelam setelah bermain arum jeram di Sungai Bodri, Sabtu (7/2) lalu. Saat tiba di bawah jembatan rel kereta api Dukuh Kersan, Desa Tegorejo Kecamatan Pegandon, tiba-tiba dua ban karet terbalik.
Dua korban di antaranya, yakni Bayu Irawan dan Arif Kurniawan, saat itu berhasil menyelamatkan diri. Adapun korban bernama Muhammad Effendi terseret arus Sungai Bodri.
