Hari Valentine Tanggal Berapa? Ini Asal-usul dan Tradisi di Berbagai Negara

Hari Valentine Tanggal Berapa? Ini Asal-usul dan Tradisi di Berbagai Negara

Ikfina Kamalia Rizki - detikJateng
Senin, 09 Feb 2026 09:25 WIB
Ilustrasi Valentine.
Ilustrasi Hari Valentine. Foto: Istimewa
Solo -

Hari Valentine dikenal banyak orang sebagai hari kasih sayang. Momen ini kerap dijadikan waktu untuk menyampaikan rasa sayang dengan memberi cokelat, bunga, hingga kartu ucapan. Setiap tahunnya, Hari Valentine dirayakan pada tanggal 14 Februari.

Masyarakat di berbagai belahan dunia merayakan Valentine dengan cara yang berbeda-beda. Meski perayaan Valentine identik dengan pasangan, tak sedikit pula yang merayakannya bersama keluarga dan sahabat terdekat.

Kendati demikian, pada dasarnya perayaan Valentine di berbagai negara memiliki akar sejarah yang sama. Dari mana asalnya dan mengapa perayaan ini begitu populer hingga sekarang? Berikut ini penjelasan lengkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asal-Usul Perayaan Hari Valentine

Kemunculan hari Valentine erat kaitannya dengan sejarah Romawi kuno. Menurut jurnal Valentine Day: Hegemoni Budaya dan Kapitalis oleh Essy Syam, dalam kalender Athena kuno, pertengahan Januari hingga Februari disebut sebagai Gamelion atau bulan pernikahan untuk memperingati pernikahan Dewa Zeus dan Hera.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan kepercayaan Romawi kuno, untuk memperingati sekaligus merayakannya, para pendeta melakukan ritual pengorbanan kambing kepada sang Dewa sembari minum anggur. Para wanita akan bergabung dengan mereka, karena percaya bahwa ritual tersebut dapat memberikan kesuburan.

Istilah Valentine sendiri merujuk pada seorang Martir Katolik bernama Santo Valentinus. Dalam kisahnya, Valentinus hidup di bawah kepemimpinan Kaisar Claudius sekitar abad ke-3 Masehi. Claudius terkenal sebagai pemimpin yang kejam dan hal ini membuat Valentinus membencinya.

Disadur dari jurnal Valentine's Day bagi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta: Dari Sudut Pandang Ekonomi, Sosial dan Religi oleh Iga Rusiyawati dan Siti Fatimah Nurhayati, pada suatu masa, Raja Claudius pernah memerintahkan rakyatnya untuk bergabung ke militer dan membentuk pasukan yang besar. Perintah ini sempat mendapat penolakan dari beberapa kalangan, karena mereka enggan meninggalkan keluarga untuk sebuah peperangan. Melihat hal ini, Claudius sangat marah hingga melarang adanya pernikahan.

Kendati demikian, Santo Valentinus sebagai seorang pendeta menolak ide raja tersebut. Ia tetap melaksanakan tugasnya dan menikahkan pasangan-pasangan muda. Mengetahui kabar tersebut, Valentinus diringkus paksa dan dijebloskan ke penjara. Ia bahkan mendapatkan vonis hukuman mati. Namun, aksi penolakan Santo Valentinus pada masa itu justru dianggap sebagai sebuah aksi heroik. Tak sedikit orang yang memberinya dukungan, meski pada akhirnya Valentinus tetap harus menjalani hukuman matinya pada 14 Februari.

Tanggal kematian Santo Valentinus pada 14 Februari tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Valentine. Pada awalnya, hari tersebut kerap diperingati di gereja. Namun, pada 1969, hari raya ini dihapuskan dari kalender gereja karena kisah tentang Santo Valentinus dianggap meragukan. Kendati demikian, hingga kini hari Valentine masih tetap dirayakan sebagai hari cinta kasih dengan cara yang berbeda-beda di setiap negara.

Tradisi Valentine di Berbagai Negara

Setiap negara memiliki tradisi mereka masing-masing dalam merayakan hari Valentine. Adapun tradisi Valentine di Jepang, China, dan Korea Selatan adalah sebagai berikut.

1. Tradisi Valentine di Jepang

Tradisi Valentine di berbagai negara umumnya berbeda-beda. Dikutip dari laman Lembaga Bahasa Internasional FIB Universitas Indonesia, pada perayaan Valentine di Jepang, perempuan muda biasanya memberikan coklat untuk teman atau pasangan laki-laki mereka. Perayaan ini kerap dijadikan momen untuk mengungkapkan perasaan. Kemudian, pada tanggal 14 Maret, para lelaki akan memberikan balasan atas hadiah yang telah mereka terima pada hari Valentine. Di Jepang, momen ini disebut dengan White Day.

2. Tradisi Valentine di China

Di China, terdapat tradisi perayaan kasih sayang yang disebut dengan Qixi atau Festival Malam Ketujuh. Perayaan ini erat kaitannya dengan kisah cinta yang sangat melegenda. Kisah ini menceritakan Zhinu dan Niulang, seorang putri kerajaan dan pengembala sapi. Cinta mereka tidak direstui orang tua karena terhalang status sosial.

Pada perayaan Qixi, para perempuan muda biasanya menyiapkan persembahan berupa melon dan buah-buahan sebagai penghormatan kepada puteri Zhinu dan bentuk harapan agar mendapatkan pasang yang baik. Para lelaki kerap mengunjungi kuil untuk memanjatkan doa.

3. Tradisi Valentine di Korea Selatan

Di Korea Selatan, perayaan Valentine mirip dengan yang terjadi di Jepang. Pada 14 Februari, perempuan biasanya memberikan hadiah coklat pada lelaki yang mereka suka. Selanjutnya, para lelaki akan membalas pemberian mereka pada 14 Maret.

Sementara itu, terdapat perayaan lain yang disebut Black Day. Ini adalah hari perayaan bagi mereka yang tidak mendapat hadiah coklat pada hari Valentine. Biasanya, mereka akan berkumpul dan menyantap jjajangmyeon bersama. Jjajangmyeon adalah makanan khas Korea Selatan, yakni mi dengan saus kacang hitam. Makanan ini dianggap melambangkan rasa kesepian.

Demikian penjelasan tentang sejarah dan tradisi Valentine di berbagai negara. Semoga bermanfaat, ya!

Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom



(par/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads