Mengenang Kejayaan Hotel Siranda Semarang yang Kini Dikenal Horor

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Minggu, 08 Feb 2026 18:17 WIB
Bangunan bekas Hotel Siranda di Gajahmungkur, Semarang. Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Di balik tembok besar di kawasan Simpang Polda Jateng, Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, berdiri bangunan besar yang nampak terbengkalai namun tetap menyisakan bekas-bekas kemegahannya. Bangunan tersebut dulunya merupakan hotel bernama Siranda.

Pantauan detikJateng dari Jalan Diponegoro, Kelurahan Lempongsari, kemegahan bangunan Hotel Siranda hanya bisa dilihat dari luar pagar tembok. Pintu gerbangnya tertutup rapat. Saat didekati, terdengar suara geraman anjing seolah mengingatkan bagi siapapun untuk tak memasuki kawasan Hotel Siranda.

Suasananya saat malam terasa lebih menyeramkan. Anjing putih besar sudah berjaga di depan gerbang, mengawasi siapapun yang mendekat. Tak ada orang berlalu lalang di trotoar sekitar hotel. Namun, tampak ada lampu yang menyala di salah satu sudut hotel.

Cat bangunan tampak mengelupas, sebagian dindingnya runtuh, dan semak liar menutup hampir seluruh sudut, menguatkan kesan misterius hotel di tengah Kota Semarang itu.

"Sudah lama sekali kosongnya. Lebih dari 10 tahun," kata Lurah Lempongsari, Tin Subekti, saat dihubungi detikJateng, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, bangunan itu dulunya memang sebuah hotel. Sudah lama hotel itu tutup dan kini menjadi aset salah satu bank swasta di Kota Semarang. Setiap tahun pihak bank rutin mengurus pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ke kantor kelurahan.

"Sekarang nggak ada yang jaga. Kalau PBB juga saya arahkan ke bank," ujarnya singkat.

Beragam Cerita Seram

Kesan seram yang muncul dari bangunan terbengkalai itu membuat cerita-cerita horor mengalir dari mulut ke mulut. Cerita itu terus berkembang meski sulit untuk dibuktikan.

Salah satu warga setempat yang sejak kecil tinggal di sekitar lokasi hotel, Eko (46) masih ingat betul masa ketika Hotel Siranda menjadi tempat yang ramai dikunjungi tamu yang menginap.

Bangunan bekas Hotel Siranda di Gajahmungkur, Semarang. Foto diambil Kamis (5/2/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

"Wah itu tempat bermain saya pas cilik (kecil). Mbiyen (dulu) ramai. Ramai pengunjung," kata Eko kepada detikJateng.

Ia menyebut ukuran hotel itu cukup besar, dengan bentuk bangunan menyerupai huruf U. Di masa kecilnya, kawasan tersebut sering ia datangi untuk bermain, bahkan sesekali Eko memetik jambu di belakang hotel.

"Tutupnya waktu saya kecil, mungkin 1990-an. Waktu itu kan saya dari Boyolali pindah ke Semarang dibawa Bapak. Terus kecilnya rumah saya di dekat hotel itu," tuturnya.




(ahr/aku)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork