- Tanaman yang Ditakuti Ular 1. Bunga Tahi Ayam (Marigold) 2. Serai 3. Serai Wangi 4. Bawang Putih 5. Bawang Merah 6. Daun Mint 7. Pennyroyal 8. Apsintus (Wormwood) 9. Lavender 10. Rosemary 11. Kemangi 12. Selasih 13. Timi (Thyme) 14. Sage 15. Adas 16. Wintergreen 17. Geranium 18. Lidah Mertua 19. Akar Wangi 20. Tanaman Citronella
Ular kerap menjadi hewan yang ditakuti karena kemunculannya yang tiba-tiba, terutama di area rumah yang dekat dengan kebun atau lahan terbuka. Lingkungan yang rimbun, lembap, dan jarang dibersihkan sering kali menjadi tempat favorit ular untuk bersembunyi dan mencari mangsa.
Selain menjaga kebersihan pekarangan, masyarakat juga mengenal cara alami untuk mengurangi risiko kehadiran ular, salah satunya dengan memanfaatkan jenis tanaman tertentu. Beberapa tanaman dipercaya memiliki aroma atau karakter yang tidak disukai ular, sehingga dapat membantu mencegah hewan melata ini mendekat ke area rumah.
Oleh karena itu, mengenali tanaman yang ditakuti ular menjadi langkah preventif yang menarik dan ramah lingkungan. Berikut ini adalah 20 tanaman yang ditakuti ular dan bisa ditanam di pekarangan rumah sebagai upaya perlindungan alami bagi hunian Anda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanaman yang Ditakuti Ular
detikers, berikut ini adalah tanaman yang bisa menakuti ular dan juga bisa ditanam di pekarangan rumah. Daftar tanaman berikut dirangkum dari laman Nurserylive, The Spruce, dan Performance Lawn Care.
1. Bunga Tahi Ayam (Marigold)
Bunga tahi ayam dikenal memiliki aroma tajam yang berasal dari bunga dan bagian akarnya. Bau menyengat ini dipercaya dapat mengganggu indera penciuman ular sehingga membuat lingkungan sekitar terasa tidak nyaman dan cenderung dihindari oleh ular.
Selain aromanya, bunga tahi ayam juga sering ditanam sebagai tanaman pembatas taman. Tanaman pembatas yang rapat dapat mengurangi jalur pergerakan hewan liar, termasuk ular, karena area tersebut menjadi kurang aman dan sulit dilalui.
2. Serai
Serai menghasilkan aroma sitrus yang sangat kuat dari daunnya. Aroma ini dipercaya tidak disukai oleh ular karena dapat mengacaukan kemampuan ular dalam mendeteksi lingkungan sekitarnya. Selain itu, serai tumbuh berumpun dan cukup rapat. Struktur tanaman seperti ini membuat area tanah menjadi kurang nyaman bagi ular untuk bergerak atau bersembunyi, terutama jika ditanam di sepanjang pagar rumah.
3. Serai Wangi
Serai wangi memiliki aroma yang lebih tajam dibanding serai biasa. Bau kuat dari minyak alami serai wangi dapat membantu menciptakan lingkungan yang tidak menarik bagi ular. Tanaman dengan bau menyengat seperti serai wangi sering digunakan sebagai pengusir alami hewan liar. Jika ditanam secara merata di pekarangan, tanaman ini dapat membantu mengurangi kemungkinan ular melintas.
4. Bawang Putih
Bawang putih menghasilkan bau sulfur yang sangat kuat, terutama dari umbinya. Aroma ini dipercaya dapat mengganggu indera penciuman ular sehingga membuat mereka menjauh dari area tanam bawang putih. Bawang putih bekerja secara pasif, bukan membunuh ular, tetapi membuat lingkungan terasa tidak nyaman bagi mereka. Tanaman ini juga memiliki nilai guna sebagai bahan dapur sehari-hari.
5. Bawang Merah
Bawang merah memiliki aroma tajam yang berasal dari senyawa alaminya. Bau ini mirip dengan bawang putih dan dipercaya tidak disukai oleh ular. Menanam bawang merah dalam jumlah banyak dapat memperkuat efek aromanya. Dengan demikian, area pekarangan menjadi kurang menarik bagi ular sebagai jalur lintasan.
6. Daun Mint
Daun mint dikenal dengan aroma mentol yang kuat dan menyengat. Aroma ini dapat mengganggu indera penciuman ular sehingga mereka enggan mendekati area yang ditanami mint. Selain aromanya, mint tumbuh cepat dan menutup permukaan tanah. Kondisi ini mengurangi ruang terbuka yang biasanya disukai ular untuk bergerak atau bersembunyi.
7. Pennyroyal
Pennyroyal merupakan jenis mint dengan aroma yang lebih tajam. Bau pennyroyal dipercaya sangat tidak disukai oleh ular karena intensitas aromanya yang tinggi. Tanaman dengan bau ekstrem seperti pennyroyal sering ditanam sebagai pembatas alami. Jika diletakkan di tepi pekarangan, tanaman ini dapat membantu mengurangi potensi ular masuk.
8. Apsintus (Wormwood)
Apsintus memiliki aroma pahit dan tajam yang khas. Bau ini dipercaya membuat ular merasa tidak nyaman karena sangat berbeda dari aroma alami lingkungan yang mereka sukai. Tanaman beraroma pahit seperti apsintus sering digunakan untuk menjauhkan hewan liar. Ketika ditanam di pekarangan, tanaman ini membantu menciptakan lingkungan yang kurang ramah bagi ular.
9. Lavender
Lavender memiliki aroma bunga yang kuat dan tahan lama. Meskipun aromanya disukai manusia, bau lavender justru dianggap mengganggu bagi ular. Selain itu, lavender tumbuh sebagai semak kecil yang rapi. Struktur ini membantu mengurangi area lembap yang biasanya menjadi tempat favorit ular.
10. Rosemary
Rosemary mengeluarkan aroma tajam dari daunnya, terutama saat terkena panas matahari. Aroma ini dipercaya dapat membuat ular menjauh karena mengganggu sistem sensorik mereka. Rosemary tumbuh rapat dan berkayu. Hal ini membuat tanah di sekitarnya kurang nyaman bagi ular untuk dilalui.
11. Kemangi
Kemangi memiliki aroma khas yang cukup kuat. Bau herbal dari kemangi dipercaya tidak disukai oleh ular dan dapat membantu menjauhkan mereka dari area pekarangan. Kemangi sering ditanam dekat rumah. Kehadiran aroma kemangi yang konsisten membantu menciptakan lingkungan yang kurang menarik bagi ular.
12. Selasih
Selasih dikenal memiliki aroma lebih kuat dibanding kemangi biasa. Tanaman ini sering dikaitkan dengan kepercayaan tradisional sebagai tanaman pelindung dari hewan liar, termasuk ular. Aroma tajam selasih dapat membantu mengurangi kemungkinan ular mendekati area tanamannya, terutama jika ditanam berkelompok.
13. Timi (Thyme)
Timi memiliki aroma herbal yang tajam meskipun ukurannya kecil. Aroma ini dipercaya mengganggu indera penciuman ular. Timi tumbuh rendah dan rapat, sehingga membantu menutup permukaan tanah dan mengurangi ruang gerak ular.
14. Sage
Sage memiliki aroma khas yang kuat dan bertahan lama. Bau sage sering dianggap terlalu tajam bagi ular sehingga membuat mereka enggan mendekat. Selain aromanya, sage tumbuh sebagai semak kecil. Struktur ini membantu mengurangi area lembap yang biasanya disukai ular sebagai tempat bersembunyi.
15. Adas
Adas menghasilkan aroma kuat dari daun dan bijinya. Bau adas cukup menyengat dan dapat mengganggu indera penciuman ular. Tanaman ini juga tumbuh cukup tinggi dan rapat. Kondisi tersebut menjadikan adas efektif sebagai penghalang alami di pekarangan rumah.
16. Wintergreen
Wintergreen memiliki aroma mint yang tajam. Bau ini sering dianggap tidak nyaman bagi ular. Selain aromanya, wintergreen tumbuh sebagai tanaman penutup tanah. Ini membantu mengurangi area terbuka yang biasanya digunakan ular untuk bergerak.
17. Geranium
Geranium menghasilkan aroma khas dari daun dan bunganya. Bau ini dipercaya tidak disukai oleh ular. Geranium sering ditanam sebagai tanaman hias. Dengan demikian, tanaman ini memberikan fungsi estetika sekaligus perlindungan pasif dari ular.
18. Lidah Mertua
Lidah mertua memiliki daun kaku, tegak, dan ujungnya tajam. Struktur ini membuat ular merasa tidak nyaman untuk melintas di area tersebut. Selain itu, tanaman ini sangat tahan terhadap kondisi kering. Lidah mertua cocok ditanam sebagai penghalang alami di sekitar rumah.
19. Akar Wangi
Akar wangi memiliki sistem perakaran yang sangat rapat dan dalam. Struktur akar ini membuat tanah menjadi sulit dilalui oleh hewan melata seperti ular. Selain itu, akar wangi juga menghasilkan aroma khas dari akarnya. Aroma ini dipercaya membantu membuat area sekitar kurang menarik bagi ular.
20. Tanaman Citronella
Tanaman citronella dikenal dengan aroma lemon yang menyengat. Aroma ini dapat mengganggu indera penciuman ular sehingga mereka enggan mendekati area tanamannya. Jika ditanam mengelilingi pekarangan, tanaman citronella membantu menciptakan zona beraroma kuat yang membuat ular enggan menjadikannya jalur lintasan.
Itulah deretan tanaman yang ditakuti ular. Dengan menanam tanaman-tanaman tersebut dan tetap menjaga kebersihan lingkungan, risiko kehadiran ular di sekitar rumah dapat diminimalkan secara alami, aman, dan sekaligus memperindah pekarangan.
Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(sto/aku)











































